Wednesday, 27 February 2013

Motivasi, dimana kau?

Kerap kali dalam menjalani kehidupan kita mengalami yang disebut kehilangan motivasi. Sebenarnya tidak mutlak hilang, namun saja kekuatannya yang terkadang melemah. Saat motivasi mulai mendekati kekuatan lemah semua hal terasa hampa dan bahkan tugas pun dilakukan secara terpaksa. Yang berujung pada tidak maunya membiarkan diri sendiri untuk berkarya secara total di jalur yang sebenarnya sudah ditetapkan. Malas kerja misalnya, ini akan sangat berbahaya. Dimana dari hal pertama yang dilakukan sebelum bekerja di pagi hari: mengabaikan sarapan yang akan berakibat pada penyakit maag dan kinerja tubuh selama seharian bekerja, tak acuh pada kerapihan diri yang akan menurunkan nilai kita di mata orang lain, terlebih lagi wajah suntuk dan tampak malas yang bisa menular – semuanya memiliki masing-masing efek yang buruk.

Lalu bagaimana menjaga agar motivasi tetap hangat dan membara(dendam kali, ah)? Banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk menjaga hati agar tetap menyala. Sumbernya bisa dari diri sendiri, mau pun orang lain. Namun, 70% penentu berhasil, bahagia atau tidaknya kita, adalah motivasi yang muncul dari diri sendiri. So, back to our question: How to make motivation always exists?

First, Doing mistake
Lah kok? Sobat semua ada yang tahu lagu Britney Spears – Overprotected? Ada bagian penggalan liriknya yang menerangkan seperti ini: “I need to make mistake just to learn who I am…” Dari lirik ini dapat diartikan bahwa kita tidak seharusnya takut untuk melakukan kesalahan. Karena justru tepat setelah melakukan kesalahan, sebagai manusia dewasa, kita akan langsung belajar dari kesalahan tersebut. Disinilah muncul motivasi atau pun kecenderungan untuk lebih baik dalam melakukan pekerjaan yang tadinya salah. Berbuat salah saja menimbulkan hikmah apalagi berbuat benar, pasti hikmahnya lebih banyak.

Second, Let them know
Kadang kita merasa mesti menjaga kelemahan-kelemahan diri kita terhadap orang lain. Masih berhubungan dengan Doing mistake, kecenderungan untuk selalu menunjukkan yang terbaik dari diri kita terkadang membawa diri kita ke dalam kesombongan yang tidak terasa. Disini kita tidak mau sedikitpun dianggap salah maka mulai menurunlah kualitas diri di lingkungan. Orang-orang sudah tidak mau lagi membenarkan kesalahan kita karena sifat keras kepala yang sudah menjadi identitas pribadi tanpa kita sadari. Maka akan banyak kesempatan baik yang tertutupi dengan tindakan kita menyembu nyikan kesalahan atau pun kelemahan diri kita. Sebaliknya dengan membiarkan diri kita berperan senatural mungkin, tidak bisa ya bilang tidak bisa, salah ya bilang salah, maka orang akan mulai mengerti kita dan memberikan banyak kesempatan agar kita menjadi lebih baik dalam hal apa pun.

The last, Spoil yourself
Yep, manjakan diri sendiri setelah meraih kesuksesan. Sekecil apa pun itu, berikan diri kita sesuatu yang bisa membuat kita tersenyum sembari mereview kesuksesan tersebut. Makanan misalnya. Biar pun harganya murah, namun akan sangat berarti saat kita telah berhasil melakukan sesuatu yang hasilnya memuaskan. Belilah coklat saat anda telah berhasil merampungkan satu buku yang anda beli(membaca), lakukan rekreasi hemat dengan teman atau pun keluarga pada saat weekend setelah sepekan bekerja. Hal-hal kecil seperti itu bisa menimbulkan motivasi dalam diri. Rasakan betapa hal kecil dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan ini.

Demikianlah tiga tips how to motivate ourself. Terkadang kita mencari kesana kemari yang namanya motivasi tanpa menyadari bahwa motivasi itu sendiri bersumber dari bagaimana kita memperlakukan diri, melakukan peran dan toleransi dengan peran orang lain juga.

Jadilah orang yang bisa membuat orang lain seakan bisa bernapas lega karena kehadiran kita di sisinya. Salam.

4 comments:

  1. mengisi ulang motivasi..

    charging..

    ReplyDelete
  2. setiap artikelnya gaya tulisan dan bahasanya ke'nya asik banget, casciscus bahasa inggerisnyah enak banget m'bacanya, sayah ko' ngga bisa yah hararese pisan euy?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah...

      banyak baca teks bahasa inggris sama nonton film barat atuh kang, insyaalloh engke oge bisa... :D

      pokokna mah kudu sering dicekokan ku hal2 nu berbau english. hehe

      Delete

Blog Uyo Yahya menerima segala macam komentar yang memenuhi kriteria "Bebas tapi Sopan". Mangga, silahkan...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...