Wednesday, 24 April 2013

Burcang depan Trisakti

Oke everyone…jadi sabtu kemarin saya berhasil menenggelamkan diri saya berjam-jam di dalam lautan buku Gramedia setelah urusan cucian numpuk berhasil ditangani oleh dua agen khusus kebersihan(tangan kanan-kiri). Biasanya kalo ke GM saya biasa langsung kucluk-kucluk-kucluk(lari-lari kecil) ke section novel terjemahan. Tapi kemarin itu saya langsung lurus lewat jalan tol ke section biografi dan nemuin biografi-nya JK. Rowling. Saya sengaja menyerap semua garis besar dari kisah hidupnya berlama-lama supaya efek penularan motivasi menulisnya bertahan lama buat satu minggu ke depan.

Setelah puas dengan Rowling lalu saya mulai menjelajah section lainnya seperti Religion, Language, Computer, and etc, except komik ya. That’s it what was happened in Saturday. Intinya saya sedikit mendapat motivasi buat sering-sering nulis mesti kenyataannya baru sekarang sempet nulis setelah lebih 3 hari gak posting. Oo Em Jii, keliatan banget ya gak konsisten dengan perkataannya.

Bukan tanpa alasan. Everything has their reasons. Mari mulai dengan hari minggu. Tiba-tiba hari minggu saya merasa kesepian sendirian di kosan. So, Grogol, the place where is my sister live been my solution. I went there. Seperti biasa kalo kesana naek busway dan Alhamdulillah yeah…nunggunya gak pake lama. Turun di halte grogol dan pas jalan lewat Universitas Trisakti nemu bubur kacang ijo.Waw…one of my favourite food that is. Jadi saya bertingkah sedikit kayak yang kegirangan dapet barang diskon pas jalan di mall. Hah? Bubur kuacang…#huasem

“Bang, buburnya berapaan?”
“4000, de.”
“Dibungkus dua ya, bang.”

Penampakan di burcang-gurih-ngena-di-hati

Akhirnya saya sampai ke kosan teteh dengan membawa bubur kacang and of course langsung kita bantai ntu burcang yang makannya kita satu mangkukin dan ternyata…buseeet …buanyak banget. Kita ngabisinnya jadi beronde-ronde.

Alasan suka BurCang
Kandungan protein dalam jenis kacang-kacangan merupakan salah satu yang terbaik. Semua orang tahu bahwa protein dari tumbuhan atau nabati dinilai lebih baik daripada protein hewani. Selain itu juga satu mangkuk bubur kacang nilai gizinya sama dengan satu gelas susu. So, ini selain really-really delicious apalagi dengan tambahan santan yang of course gurih-ngena-di-hati juga baik untuk kesehatan dan rasa manisnya yang gak terlalu manis bikin dramatically fun. But, don’t be afraid ya meskipun manis namun gak bakal bikin diabetes because it’s not only sugar. Trust me! 

Sengaja gak diambil all face, biar notice bibir sexy saya. Huahaha
Selain hari minggu dengan bubur kacang depan-trisakti-gurih-ngena-di-hati saya juga ada project baru nih dikerjaan. Jadi sedikit banyak ini berpengaruh pada keseharian saya di luar office hour. Haduh saya melanggar nasihat Abah saya untuk tidak membawa pekerjaan ke rumah. Gak dibawa sih, tapi kepikiran. Ngapain dipikirin ya? Kerjain!!!

See ya, everyone...

9 comments:

  1. assiikk , selamat makan gan , dpan trisakti mana tuh , boleh kali nanti maen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu tuh yang kalo kita jalan kaki ke arah sumber waras pas di jajaran dagangan setelah halte grogol 2...

      Delete
  2. asik juga ya membaca gratis di GM.
    dan bonusnya adalah bubur ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. asyik emg...

      bonus? bonus kan cenderung gratis. gak, ini bukan bonus...8000 kok saya bayar buat 2 bungkus...

      hehe

      Delete
  3. sugan teh naon burcang teh..ai pek teh bubur kacang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiah... strategi kang, supados dibaraca full postingan abi na...

      Delete
  4. muantapp... buangettt... nih.... jadi pengen hehehe

    ReplyDelete
  5. -,- jadi pengen nih ama bubur kacangnya.. lama gak makan tu..

    ReplyDelete

Blog Uyo Yahya menerima segala macam komentar yang memenuhi kriteria "Bebas tapi Sopan". Mangga, silahkan...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...