Wednesday, 29 May 2013

PHP dan Cinta ABG

hoaaam...masih ngantuk. Selamat pagi insan blogger semuanya. Telah saya tanggalkan setan-setan yangbergelayutan di bulu mata mengajak terlelap kembali, telah saya abaikan pelukan selimut yang mengajak ke dalam kelelapan, telah saya kekang sekuat tenaga nafsu untuk kembali tidur setelah shubuh hanya untuk menulis di blog ini. Alhamdulillah, kesampaian juga setelah seminggu, kalau tidak salah, tidak menyentuh New Entry button di dashboard blog.

PHP. Ada yang tahu apa itu PHP? Orang IT atau pun yang berminat dengan phrasa tersebut bilangnya itu bahasa pemrograman yang merupakan kepanjangan dari Hypertext Peprocessor. Lebih tepat merupakan bahasa pemrograman web. Digunakan oleh para web programmer untuk menciptakan website.

Lalu apa ini? Saya menemukan bahwa PHP disalahartikan oleh para remaja sekarang dengan singkatan "Pemberian Harapan Palsu". Oh, my... Yang mana ini berlaku saat seorang remaja mendambakan seseorang, kemungkinan sudah sampai ke tahap pendekatan, namun dari pihak yang didamba tidak memberikan kejelasan. Yang dilakukannya hanyalah memberikan perhatian-perhatian yang membuat pihak si pemuja melayang-layang dan berharap lebih dari itu, tapi semuanya hanya harapan palsu. Cucian...cucian...

Oke, sudah lupakan mengenai PHP yang satu itu. Ada lagi nih cerita yang membuat saya merasa dipecundangi oleh keponakan saya sendiri dan masih ada sangkut pautnya dengan PHP.

Singkat cerita weekend kemarin saya berkunjung ke rumah kakak saya di Tangerang. Suasana rumah waktu itu lenggang dan kedua keponakan saya tidak ada. Setelah saya tanya ke Ibunya, yang mana adalah kakak saya, katanya Olis, yang gede, lagi ikut seminar, dan yang kecil, Krisna, lagi maen.

"Seminar apa, sih?" Saya penasaran.
"Tahu tuh kayanya windows-windows gitu," jawab kakak saya, gak pasti.

Jadi saya mengambil kesimpulan oh mungkin seminar windows 8 yang masih baru-baru itu. Selebihnya waktu saya habiskan untuk blogwalking sampai tibalah si Olis di rumah.

"Abis seminar apaan sih?"
"Debian Linux," jawabnya datar.
"Wiss..hebat anak SMP belajar Linux. Belajar apa aja?" Penasaran memuncak.
"Banyak," jawabnya singkat.
"DNS? dhcp?" Mulai curiga ini anak minat di dunia IT.
"Iya," masih datar.
"Lancang kali kau, anak SMP belajar administrasi server!!!"

Singkat cerita sang ponakan terlibat diskusi IT dengan pamannya. Dan diakhir hari ada yang bikin saya merasa benar-benar dipecundangi. Dia belajar PHP dikit-dikit. Apa? Iya, PHP web programming. huh...yang gue gak pernah belajar dan gak berminat, dipaksa-paksain belajar juga gak ngerti-ngerti.

Rasa terhina saya tidak sampai disitu. Ini paling membuat saya merasa rendah. Jadi, ceritanya, dia yang bilang, Orang lain pacaran kasih pacarnya boneka-Olis mah kagak.

"Terus lo ngasih apaan?"
"webpage PHP ada tulisannya."
"Tulisannya apaan?"
"Ada deh..."

Anjrit...yang ini saya dikalahkan dengan dia punya pacar-saya nggak, dan bahkan oleh cara berpacarannya. Kill me...

Sekian pemberontakan hati hari ini...

Friday, 24 May 2013

Gue Amfibi (Ambivert)

Berkat insomnia semaleman alhasil paginya gue kesiangan. Jam 8 men gue baru bangun. Abis itu langsung loncat ke kamar mandi. Ciaaat…*gedubrak. Gak ada apa-apa sih. Cuman dramatisir. Abis mandi dandan cakep buat kerja. Kadang bertanya-tanya sendiri sih: buat apa rapi-rapi ke kantor kalo udah pasti bakalan lecek pas turun dari kopajanya? Lagian, di kantor juga mayoritas cowok. But, kata guru SMP gue: well-groomed is a must.

Gayanya so-soan ngomongin penampilan. Padahal udah tentu gue tuh tiap pagi, dari jaman sekolah ampe sekarang kerja, pasti kucel, lecek dan gak banget deh. Orang ya kalo pagi-pagi nyampe kantor atau sekolahan itu rapi, wangi dan seger deh keliatannya. Niat banget gitu buat ngejalanin hari. Lah, gue… udah kayak sayuran di pasar yang gak laku. Sisa dari sayuran yang sama sekali gak diminati pembeli. Baju lecek(padahal udah disetrika), keringetan(desek-desekan di kopaja) dan lusuh(muka kusut, pagi-pagi tapi udah cape)- itulah penampakan gue kalo pagi hari.

Pagi tadi gue nyampe kantor jam 9 lebih 10 menit. Huh…lumayan. Lumayan siang banget. Pas naympe langsung simpen tas, ambil minum, terus balik lagi ke meja gue. Gak lupa, mana mungkin lupa, keluarin laptop dari tas. You can guess lah apa yang pertama gue buka pagi-pagi kalo tiba di kantor, browser. Lebih lengkapnya ngecek komen blog ama sedikit blogwalking. Selebihnya sedikit nyimak gossip di yahoo! OMG! Dan tentu saja, facebook. Hehe

Entah kenapa gue dari semalem, karena imbas dari insomnia ampe jam 2 nih, jadi banyak mikir tentang diri gue. Kenapa gue begini, kenapa gue gak begitu. Kenapa orang lain yang begitu, dan kenapa gue malah begini. Akhirnya gue buka kompasioner dan buka artikel tentang ambivert. Asing juga sih di telinga gue. Baru nemu kata kayak gitu yang lebih cenderung ngoneksiin ni otak ke kata amfibi. Tapi, eh bener ada hubungannya juga ama amfibi. Itu tuh hewan yang idup di dua alam kaya alm. Suzanna kalo difilm2nya. Yep, bener pada tahukan kodok-katak-bangkong?!

Tapi, hello…plis jauh buang-buang pemikiran tentang amfibi. Entar kalo lo ngehubungin ambivert dengan amfibi lo piker gue mahluk yang bisa loncat lebih dari 20 cm itu. Bukan men, gue bisa lebih dari itu. Hehe.

OK, focus. Dalam ilmu psikologi dikenal 2 tipe kepribadian, ekstrovert dan introvert. Ekstrovert cenderung merupakan mereka yang terbuka dengan kehidupannya dan lebih periang. Cenderung mendominasi dan bahkan memaksa. Sedangkan introvert kebalikannya. Mereka tertutup dan pemalu, mereka senantiasa mengiyakan apa yang orang lain inginkan dari dirinya tanpa sedikit pun membantah. Seorang ekstrovert lebih cenderung menggunakan kata “saya” sebagai pencitraan diri sendiri, sedangkan introvert lebih sering menggunakan kata “kita” untuk berbaur dan tersamarkan dengan yang lainnya. Ayo kalian termasuk yang mana?



Kalo gue sih ambivert. Ini adalah tipe yang posisinya ada diantara ekstrovert dan introvert. Sifatnya juga mengadopsi dari kedua sifat dasar itu. Jadi ambivert itu membingungkan. Kita suka suasana yang sepi tapi tidak yang sesepi kuburan, pada saat yang sama kita juga menginginkan keramaian. Kita suka berada di keramaian, tapi pada saat yang sama benar-benar mendambakan suasana yang menenangkan. Kita bisa sangat terbuka, namun di lain kesempatan amatlah terutup. Kita bisa sangat periang bahkan terlihat gila, tapi kadang juga diam mematung dan tak mengacuhkan keadaan sekitar.

Kalo kata temen gue, Rpananjung, gue itu pinter menempatkan diri. Diem dan kalem saat pertama-tama, namun lumayan cerewet pas udah diterima ama lingkungannya. Dan ya, kalian yang udah kenal gue lebih dari 6 bulan pasti melihat perubahan itu. Lebih komplit melihat kapan gue tertawa ngakak dan kapan gue bahkan untuk idup pun kayanya gak niat.


Beruntung banget gue buka kompasioner pagi ini. Jadi tahu gue itu sebenarnya apa. Dan ternyata gue amfibi…

Wednesday, 22 May 2013

Silet: Intro Ice Cream

Ice Cream? Ice Cream? Kenapa posting Ice Cream? Seberapa pentingkah Ice Cream sehingga kisah hidupnya patut diangkat ke sebuah artikel di blog fenomenal Uyo Yahya. Apa yang ada dipikiran saya ketika memutuskan bahwa ini akan menjadi artikel yang menarik? Selamat pagi, pemirsa. Hari ini bersama saya, Uyo Yahya, kita kembali menyaksikan kisah-kisah selebriti, serta hal-hal yang dianggap tabu, menjadi layak dan patut untuk diperbincangkan. Semua akan kita kupas tajam, setajam... Silet! #obsesipresenter

Ngakak deh kalo saya udah inget sama yang namanya acara gosip fenomenal yang satu itu. Silet. Dari mulai opening ampe tutup itu acara tata bahasanya lebay banget. Ketauan suka nonton gosip. Tak apa lah.

Mungkin sebelum saya mendoktrin bahwa acara dengan host ngetop Feni Rose ini menggunakan kata-kata lebay, yang ada di pikiran kita bahwa "Oh, mesti kayak gini nih kalo bikin acara tivi. Beda."-"Wah, yang nyiapin scriptnya pinter merangkai kata"-"Hm...Feni Rose cerdas dalam menyampaikan berita dengan gayanya sendiri." But, wait a minute sobat semuanya. Yuk simak dulu beberapa kata bahasa Indonesia yang sesuai EYD bilamana diterjemahin ke bahasa Silet jadinya seperti apa.

Bahasa Indonesia: Selingkuh
Bahasa Silet: Goncangan kesetiaan cinta ini kandas sudah

Bahasa Indonesia: Galau
Bahasa Silet: Lara merundung menyersakkan dada, sungguh hanya kekasih pelipurnya

Bahasa Indonesia: Cantik
Bahasa Silet: Raga indah nan elok bak batu permata Cleopatra

Bahasa Indonesia: Kebelet BAB
Bahasa Silet: Desakan jiwa dan nurani menyemburatkan rona tertahan ingin bebas tapi tak berdaya di hadapan yang tercinta

Bahasa Indonesia: Penggemar Justin Bieber
Bahasa Silet: Perawan-perawan labil yang menggelinjang di depan panggung

Bahasa Indonesia: Kentut
Bahasa Silet: Sekelebat nirwana yang memapas raga dan aroma

Bahasa Indonesia: Selesai BAB
Bahasa Silet: Setelah bergeming dengan deru asa hingga bersimpah peluh akhirnya tergores senyum di wajah

Sumber kamus http://claude-c-kenni.blogspot.com

Gimana? Lebay 'kan? Gak kebayang ya kalo bahasa Silet dipake buat bahasa sehari-hari. Haduh, kayanya orang-orang kalo angkat bicara bakalan lamaaa banget.

.


Monday, 20 May 2013

Kecanduan

Terakhir udah lebih dari segini, dan sudah tereksekusi dari kosan ku.


Kecanduan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa sebenarnya penyebab dari kecanduan? Dari buku LKS Kimia SMP kelas VIII-beruntung sekali aku masih mengingatnya-terlebih beruntung lagi aku mendapatkan seorang guru dengan teknik mengajar yang baik, setiap bab diakhiri dengan ulangan lisan-otakku bekerja dengan baik untuk kategori pelajaran hapalan-proses kecanduan adalah seperti ini: kau mengonsumsi zat baru yang diserap tubuhmu, kau merasakan efeknya, otak merekam apa yang kau rasakan, jika kau merasa ini membuatmu lebih baik maka saat tubuh tidak diberi lagi zat yang sama pada interval tertentu otak akan memerintahkan pikiranmu untuk mengonsumsi zat tersebut. Jadi,hati-hati dengan apa yang kau makan, minum.

Tidak terbatas hanya pada zat yang dalam prosesnya dimasukkan ke dalam tubuh kita. Kecanduan juga bisa berupa hal-hal yang bersifat lebih lembut. Seperti maniac film yang kecanduan menonton dan selalu menonton film, shopaholic yang dialami para wanita, supporter olahraga yang bahkan membuat idolanya terlalu gugup karena luapan semangat mereka yang lebih dari idolanya, book addict yang dialami para remaja, music, hang out, dan hal-hal semacamnya termasuk kecanduan menulis seperti yang dialami banyak insan blogger. Lebih lembut karena kita tak bisa menyentuhnya tanpa mengalaminya sendiri. Dan cara kerja otak untuk hal-hal semacam ini tidaklah beda dengan yang dilakukannya pada zat makanan.

Kita merasa bahagia setelah melakukan hal yang kita sukai. Otak merekamnya karena bahagia membuat tubuh melakukan proses kehidupannya dengan baik. Normal bila kita ingin mengulanginya. Dan siapa pula yang tidak ingin kebahagiaan…abadi? But, always remember that our freedom are bothered by another people’s freedom. We’re social creatures that we cannot deny. Even sometimes we want to betray it. No way …

Bicara panjang lebar…Kecanduan soda atau minuman berkarbonasi, itu yang sedang aku alami. Rasanya konyol sekali. Seperti menghianati artikel berjudul “Minuman Soda Investasikan Stroke di Hari Tua” yang pernah aku buat di satu website kesehatan.

NP: Judul artikel tidak pernah sebagus itu sebelumnya.

Saturday, 18 May 2013

Dalam 3 Hal Kita Perlu Egois


Mengutip dari pembicaraan dengan sahabat sekaligus saudari tidak serahim saya, Mbak Elsa, ada 3 hal yang adalah wajar bila kita egois di dalamnya. Jodoh, karir dan uang. Menurut saya mengejutkan memang bagaimana remaja seperti kami bisa membuat teori seperti itu. Pengalaman? Oh, tentu saja. Mbak Elsa mengungkapkan itu saat dia sedang berurusan dengan seorang pria yang I know him well.

Untuk jodoh saya tidak bisa berbicara banyak karena tidak pernah sekali pun mengalami sampai tahap pacaran. What? Serious? That’s the fact.

Bagaimana dengan karir? Oh, yang ini saya sudah “mulai” egois. Tahapan selanjutnya adalah saya harus mencapai keegoisan tentang karir hingga mencapai persentase sempurna, 100. Seperti yang tertuang di Kamu bisa,yo…saya masih harus menundukkan kepala untuk saat ini. Menunggu sampai tibanya waktu mengikuti intuisi hati. Rasanya tidak sabar ingin merasakan sensasi seratus persen itu. Sebentar, kenapa terpikir iklan Mizone ya?

Untuk hal ketiga yang wajar bila kita egois di dalamnya yaitu uang…huh…Everybody already did it, I know. Bahkan urursan uang dengan saudara pun egois itu perlu, tapi tidak harus. Tapi secara umum memang perlu. Berbicara tentang teori uang saya tidak bisa berkata banyak juga. Rasanya terlalu percaya diri bila seorang yang masih terlalu muda seperti saya berbicara teori tentang uang. Bekerja menjemput uang pun masih bisa dikatakan tidak lama.

Jodoh. Karir. Uang. Hal yang wajar bila kita egois di dalamnya.

Thursday, 16 May 2013

Nggak Cuman Pengen Doang

Ini nih postingan yang bener-bener tindak lanjut dari postingan Yeah, pengen doang... yang ternyata nggak cuman pengen doang. Saya ternyata bisa, meskipun masih jauh dari sempurna. Masih kelihatan banyak banget gap-nya. 

Ini gambar asli Rihanna yang mau saya coba bikin dengan pencil.

Ini hasilnya, aduh masih jelek ya

Diedit di aplikasi mypicstory dengan efek walden jadinya kayak gini

Efek Lomo
Sebagai seniman, caelah gaya banget ngomongya padahal cuman amatiran, saya tidak boleh cepet puas. Heuh, rasanya lega banget bisa memuaskan hasrat corat-coret yang tidak tersalurkan selama lebih dari 5 tahun, mungkin. Kasih masukannya ya, sob. Biar saya lebih semangat gitu...

Tuesday, 14 May 2013

Hubungan Seorang Hamba dan Tuhan



Suatu hari saat sedang jalan mencari makan di daerah Gandaria Tengah II teman sekantor tiba-tiba dia  ngomong, “Cewek gue bilang ‘kissing-nya puasa dulu ya’.”

“Sorry?” Hanya memastikan apa telinga ini berfungsi dengan baik.

“Iya, cewek gue bilang gue ama dia gak usah kissing dulu soalnya gue keliatan gendutan,” jelasnya.

“Oh,” gumamku. “Iya sih gue juga pernah baca artikel kalau yang namanya kissing itu bikin orang bahagia dan salah satu ciri orang bahagia itu bisa dilihat dari postur tubuhnya, gemukan atau gendutan. Tapi pada saat lo ama cewek lo ngelakuinnya apa gak takut dosa atau sama sekali tidak terpikir?”

Kita masih jalan dan tidak melanjutkan pembicaraan hingga sampai di warung gado-gado. Dan yang selanjutnya terjadi adalah teori dari mulut teman sekantor yang menunjukkan bahwa dia tersinggung dengan pertanyaan terakhir tadi. Saya punya cara terbaik untuk menangani hal semacam ini. Cukup dengan menjelaskan bahwa “Ya, saya salah dan saya tidak ingin melanjutkan untuk mendengar teori anda(di samping kita ditempat umum)”.

Beberapa hari lalu saya menyimak video Dian Pelangi dan Zaskia Adya Mecca di acaranya Hitam Putih Dedy Corbuzer(bener gak tulisannya?). Disitu Dedy bertanya kepada Zaskia bahwa sekarang banyak wanita-wanita muslim yang benar mereka memakai hijab atau pakaian tertutup tapi dengan lekuk tubuh yang terlihat jelas, bagaimana itu? Lalu Zaskia menjawab, semua perlu proses, tidak ada manusia yang langsung bisa mengalami perubahan secara drastis meskipun itu bukan hal yang mustahil, agama kita tidak memberatkan jadi untuk wanita-wanita yang seperti itu mungkin karena mereka baru memulai berhijab, dengan seiringnya waktu mereka akan mengerti dan akan lebih baik.

Sementara itu Dian Pelangi mendukung jawaban Zaskia dengan mengungkapkan bahwa meskipun dari kecil dia berhijab, dia sempat melepas hijabnya saat duduk di bangku SMA, lalu kemudian menggunakannya lagi. Lalu Zaskia mengungkapkan bahwa saat seorang wanita ada pada kondisi tidak baik, misal dia tiba-tiba dari yang tadinya berhijab kemudian berhijab, itu membuktikan pada siapa lagi mereka akan mengadu, siapa lagi yang mereka butuhkan kecuali Allah.

Dan di akhir acara Dedy mengambil kesimpulan “Urusan manusia dengan Tuhannya adalah urusannya dengan Tuhannya. Tidak bisa diganggu gugat oleh manusia lain.”

Dari situ saya belajar untuk tidak lagi membahas tentang dosa kepada orang lain.

NP: Saat saya bertanya kepada teman saya, saya merasa sedang dalam mood yang childish.

Saturday, 11 May 2013

Orange Juice

"Orange juice," pintaku.
"Sayang, kami tidak menjual minuman seperti itu."
"Oh," gumamku dengan mata memindai menu minuman di meja terdekat. "Original coffee," itu yang termurah dan ku pesan, akhirnya.

Dan di sinilah aku duduk di kursi paling pojok kedai kopi Laguna, Augstant street. Sebuah laptop menyala di depan meja persegi kecil dengan kopi pesananku di sampingnya. Ini pengalaman pertamaku menginjakkan kaki di sebuah kedai kopi. Sebenarnya aku sudah berniat untuk ke tempat ini. Hanya saja kurang dari sepuluh meter sebelum memasukinya aku sempat terpikir untuk mengatur ulang rencana. Dan itu penyebab "orange juice" keluar dari mulutku.

Jake Cauldron pemeran si tokoh utama Jaime tidak disukai para penonton film perdanaku. Aku harus membuat strategi agar alur cerita di film selanjutnya bisa lebih menjual dan tidak ada keluhan serupa lagi.  Untuk cerita aku bisa menanganinya. Untuk Jake hanya ada dua pilihan, membuatnya terlihat lebih kekar atau menggantinya dengan pemain lain yang belum aku temukan kandidatnya.

Di atas itu hanyalah imajinasi kecil di kepala gue saat terbangun pagi ini di kamar kosan yang seperti kapal pecah. Dan gue selalu gak punya semangat untuk melanjutkannya. Ada, tapi seringkali melemah. What do you think?

Thursday, 9 May 2013

Kamu bisa, yo...


Hari-hari ini kamu disibukkan dengan pekerjaan yang membuat energi dan pikiranmu terkuras. Hampir menyerah dan malang sekali aku melihat lingkar matamu menghitam. Sebagian dari dirimu menyebutnya ya inilah hidup, sebagian lagi ingin menyerah saja, dan jauh di dalam ingin merebut seluruh siang yang biasanya jadi milik mereka-menjadi utuh milikmu. Kamu bisa.

Ingatlah kemenangan-kemenanganmu yang senantiasa kau hiasi dengan kerendahan hati. Bangkitkan keingintahuan yang terlihat biasa namun mendetail. Kenang malam-malam dimana mereka terlelap kau terjaga, menulis angka-huruf, merekam memori, menyerap buku dan masih banyak lagi. Mengembalikan mereka bukan kau berarti hidup di masa lalu. Kamu bisa.

Oke, untuk periode yang tidak sebentar ini kau memang akan dibawah pengaruh mereka. Tapi di depan, seperti yang telah kau tulis, kau sendiri yang menggerakkan tubuhmu, kau sendiri yang mengatur arah langkahmu, kau sendiri yang menentukan. Kamu bisa.

Yang mana berarti kau tertunduk untuk menengadah. Kau merendah untuk tinggi. Kau menyerah, mengasingkan diri dan membuat senjata. Mereka miring melihatmu sekarang, sekarang bukan nanti yang telah kau mulai persiapkan. Kamu bisa. Selalu bisa.

Tuesday, 7 May 2013

Hujan dan Kenangan yang Terhenti


Sekarang tepat jam 18.49 waktu setempat gue masih di kantor karena kejebak hujan yang tidak begitu deras. Tapi, kalau dipaksain jalan kaki ke kosan, kerapatan rintik gerimisnya bisa bikin sekujur tubuh gue basah kuyup, entar kedinginan, masuk angin terus atit...haha #lebay. Dan jangan sampai itu terjadi. Karena sebagai mahluk kos sejati gue harus senantiasa menjaga kesehatan.

Suasana-suasana seperti ini, saat rintik hujan di luar jendela dan gue menatap melalui kaca jendelanya, membuat memori-memori masa lalu memenuhi kepala gue. Tepat pada jam-jam seperti ini, bila memang jadwal sekolah padat, gue baru nyampe di rumah. Kelelahan dan terkulai di kamar menunggu air hangat mateng untuk mandi, mendengarkan hujan serta tidak lupa merangkai kata di perangkat Samsung Corby gue yang  sekarang berada di tangan kakak gue, Bakti.

Gue gak bisa nyangkal bahwa waktu itu gue emang lagi down karena suatu hal yaitu...persahabatan gue retak...
Dan gue gak bisa ngelanjutin ini postingan.

Saturday, 4 May 2013

Jujur-jujuran

Selamat pagi dan selamat weekend... Menindaklanjuti dari postingan kemarin Yeah...Pengen Doang sepulang dari office gue langsung lempar tas, padahal ada laptopnya, ups - ngambil kertas hvs - dan oh hanya ada pulpen, bukannya pensil. Langsung aja deh ini tangan asyik corat-coret bikin wajah-wajah yang sulit dikenali dengan ekspresi-ekspresi yang bikin orang "Ih, apa sih nih?" karena gambarnya jelas jelek banget.

Merasa sedih karena skill yang ada sudah tidak sebagus dulu. Lalu, gue, terinspirasi dari komentar sohib gue Mbak Elsa langsung nyoba bikin gambar wajah orang di paint. Dengan sedikit sentuhan photoshop juga inilah hasilnya...Jeng-jreng...

Jelek banget kan? Dan kelaminnya, harus gue akui, gak jelas. hihi
Untuk mengobati rasa kecewa akhirnya gue bikin album foto di facebook dengan foto-foto yang udah gue edit jauh-jauh hari. Beberapa foto baru dan satu foto lama. Ini dia penampakannya...

Hasil sotoshop amatiran...Inget sotoshop, bukan photoshop!
Apa hubungannya dengan judul postingan?

Jujur-jujuran kalo gue itu narsis abis...
Apa kata anak gue entar ya? Gimana nanti deh...

Friday, 3 May 2013

Yeah...Pengen Doang



Untuk kesekian kalinya gue sarapan sambil blogging. Sungguh mengasyikan bila setiap hari kita dianugerahi mood yang 'nyasyik'. But everything changes every single days and it's natural. Berkaitan dengan judul pagi ini gue terlibat percakapan kecil dengan temen sekantor gue yang duduknya tepat di depan meja gue.

Tadi gue lagi buka-buka youtube.com dengan keyword Drawing Hermione. Pada tahu 'kan siapa itu Hermione? Itu tuh pemeran cewek yang smart buangetz di kedelapan film Harry Potter. Dan berhubungan dengan Drawing juga sebenarnya gue lagi kangen masa-masa SD. Jaman-jamannya gue suka ngegambar, meskipun gambar favoit gue monoton dan favorit semua orang juga. Itu tuh gambar gunung kembar dengan matahari pagi ngintip di belahan keduanya. Aw...:D

"Pengen banget bisa kayak gitu," gumam gue sambil melongo ke video di atas.
"Apaan?" Tanya Freddy.
"Ini nih," telunjuk gue ke laptop.
Temen gue nyamperin dan sedikit merhatiin, "Yeah, pengen doang..."
Gue mikir, "Iya, sih ya. Pengen doang..."

Lalu otak gue langsung mikir tentang Gramedia dan alat-alat drawing apa saja yang bisa gue dapat disana. Apa ini akan jadi eksplorasi pengasahan skill yang lainnya? Coming soon!

Anyway, have a nice weekend sob...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...