Monday, 8 July 2013

Surat dari Hogswart

Hampir sepuluh tahun aku menunggu semenjak ulang tahunku yang ke sebelas, tapi surat dari Hogswart tak kunjung datang. Aku tidak pernah melihat burung hantu di halaman, bahkan kotorannya pun tidak.

Sial, Rowling benar-benar menginfluensi pikiranku. I'm 20, tapi masih berpikiran bahwa kemungkinan datangnya surat pertama dari Hogswart itu masih ada. Liarnya pemikiran ini. Jadi sekarang ini tengah malam dan aku ingin mengunjungi hutan terlarang. Mungkin disana akan ada centaurus, atau unicorn, atau bahkan you-know-who. Dan ini semua hanya kebohongan.

Lalu, mungkin, disana aku akan menyukai Quidditch. Jauh bertolak belakang dengan kehidupanku di sini. Aku tidak menyukai olahraga permainan. Tubuhku ramping, jadi cocok untuk jadi seorang seeker. Ramping itu berarti ringan, tentu saja.

Dan yang tidak kalah penting aku akan memaksa Topi Seleksi untuk menempatkanku di Ravenclaw. Tapi jika dia benar-benar memiliki metode kerja yang baik, tentu aku tidak perlu memaksa. Facebook quiz memang menempatkanku disana.

Ada suara aneh yang mengetuk pintu. Mungkinkah? Aku tidak ingin membuang waktu. Jadi langsung kubuka dan yang datang hanya realita kehidupan yang dingin menusuk tulang rusukku. Tentu saja, ini malam hari dan angin lembah memang seperti ini.

Jangan terlalu serius. Ini hanya ungkapan ekspresi khayalanku yang terlalu liar. Tapi, kegilaan ini membuatku bahagia.

2 comments:

  1. Film harpot merasuk dalam pikiranmu.. ^^
    Aku masih punya semua episodenya dari awal sampai akhir ^^

    ReplyDelete
  2. tergila-gila harry potter. wake up dude, it's time to the casual vacancy.

    ReplyDelete

Blog Uyo Yahya menerima segala macam komentar yang memenuhi kriteria "Bebas tapi Sopan". Mangga, silahkan...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...