Monday, 16 September 2013

Aku Ingin Hidup Damai, Membaca Buku

Aku ingin hidup damai, membaca buku
Ya, suatu hari aku akan benar-benar menjalani hidupku dengan jalan yang aku inginkan. Aku ingin hidup damai, membaca buku. Kalimat ini pertama saya baca dari status facebooknya Mba Elsawati Dewi. Awalnya aku pikir kalimat itu terkesan biasa karena memang menjadi hal yang telah lama ingin kulakukan juga. Tapi sayangnya semua orang, termasuk si penulis blog ini harus terbentur dengan realita.

Bahwa hidup tidak bisa hanya dijalani dengan hal-hal yang benar-benar kita ingin lakukan. Dan bahwa hidup tidak akan seimbang bila kita hanya melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan. Baik-buruk, bahagia-sedih, kesempatan-kesempitan, well semua itu memang telah ditulis bahkan sebelum kita terlahir di dunia. Takt ada yang mengetahui persis apa yang akan terjadi besok, bahkan di detik terakhir saya mengakhiri kalimat ini.

Dan diawal saat memulai kalimat terakhir di paragraf sebelumnya aku masih bingung akan membahas apa. Cukup mengejutkan karena "Collaboration of reality and idealism" miliknya kang Rizki Fajar Bachtiar tiba-tiba seperti meminta perlakuan di kepalaku. Oh, tentu saja, aku sedang berbicara tentang "hidup". Sementara kolaborasi dari realita dan idealisme, aku yakin aku tidak akan bertahan lebih dari dua jam untuk bisa satu ruangan dengan orang-orang seperti ini. Mereka terlalu otak kiri, menurutku. Tapi aku sendiri tidak bisa menghindari realita.

Jadi aku akan melakukan hal-hal biasa yang biasa dilakukan orang-orang biasa dan menyimpan "Aku ingin hidup damai, membaca buku" sebagai tujuan hidup selain yang utama, Akhirat. Dengan catatan menyelipkan sedikit misi-misi arah hidupku ke dalam realita secara perlahan namun pasti dan istiqomah, Aku yakin akhir itu tidak akan benar-benar ada di akhir. Aku yakin aku memang sedang berada di jalur dan arah yang benar.

37 comments:

  1. Replies
    1. saya kok malah kepanasan yo, kang. kipas. mana kipasnya nih...

      klo saya kurang menyukai baca buku apalagi novel, mas. paling mentok ya komik :)

      Delete
    2. Alhamdulillah tulisanku bisa menyejukkan, makasih mas zach.

      setidaknya pa budi bersedia membaca blog saya, hihi...makasih.

      Delete
    3. hobi membaca buku saya sudah hilang , padahal waktu sekolah hingga tingkat SMA saya paling getol baca buku. paling tidak 1 buku/minggu, tapi sekarnag.. satu tahun pun 2 buku tidak habis dibaca, :(

      Delete
    4. Justru itu sama kita mas. Saya pun sebenarnya sekarang memang sedang kehilangan kesenangan itu karena kesibukan kerja, realita. Itulah mengapa saya akan menyimpannya, tapi sedikit-sedikit secara perlahan ingin saya bangkitkan lagi(misi).

      Delete
  2. keep on being balanced & on the right track :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I'll keep it on the right track, I was born for this way. :)

      Delete
  3. Kunjungan perdana, mas.. ijin follow juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan, makasih ya...entah saya segera visit lagi ke blog mas, tentu untuk folback juga.

      Delete
  4. membaca itu sama dengan urat nadi bagi penikmat buku. Efeknya otak bagaikan pisau yang tajam, tidak pernah tumpul
    keren banget mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, benar mas. Pemikiran jadi lebih tajam, setajam silet.

      Makasih...

      Delete
  5. bang uyo , menurut anda apakah orang yang suka menulis akan suka membaca tidak?

    karna yang saya rasakan, saya suka menulis tapi saya malas membaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya mba vina udah tahu jawabannya. Mba suka menulis, karena dari yang saya lihat tulisan mba itu mengalir, benar-benar alami. Mba tidak suka membaca, sebenarnya mbak suka, hanya tidak cinta.

      Delete
    2. emang suka dan cinta apa beda nya ? bukan nya dari suka menjadi cinta ?

      tapi kenapa sejak dulu saya tidak mencintai dan menyukai membaca

      Delete
    3. Bedalah...klo suka ya udah suka, klo udah cinta ya perlakuannya beda lagi.

      Anda orangnya realistis, lebih suka mengungkapkan pendapat anda secara gamblang, tetapi tidak menganut dan begitu terpesona akan makna dari sebuah bacaan. Mba vina hanya membaca bacaan yang mba vina butuhkan, bukan yang diinginkan.

      Delete
    4. saya datang sambil makan kwetiaw...
      *cling* ngilang lagi :p

      Delete
  6. Hmmm satuju sekali sama kata-katanya, hidup ini tak tahu kapan bahagia atau sedih,, yang bisa kita laukan adalah berusaha aja ya sob..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, udah diatur kok dari sananya. So berusahalah...penentunya tetap Dia kok.

      Delete
    2. tetap usaha ... apapun yang terjadi terima saja :)

      Delete
  7. soalnya membaca buku itu visualisasi dari kedamaian, karena tidak mungkin kita baca buku kalo pikiran sedang mumet, pastilah membutuhkan kondisi rileks dan waktu super santai untuk bisa menikmati bacaan.

    buku sudah bukan hobi lagi, tapi kebutuhan. selera bacaan adalah passion seseorang. harusnya semua orang sadar akan hal itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh, itu ya mba visualisasi kedamaian dan kebutuhan, buku. Dan selera bacaan adalah passion seseorang. Noted.

      Thanks, Mba.

      Delete
  8. Realita tidak bisa kita hindari. Yang bisa dilakukan manusia adalah memanipulasi faktor-faktor yang berpengaruh munculnya realita. tetapi tidak bisa memanipulasi realita yang menjadi hasil akhir. Karena realita adalah takdir Tuhan. Sedangkan membaca adalah suatu usaha memanipulasi faktor untuk mencari kedamaian dan tujuannya adalah "DAMAI". keep posting gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memanipulasi untuk sekedar melupakan bahwa kita memang hidup di dalam realita...

      Mantap, thanks...

      Delete
    2. wah, terpesona sama komentar yang ini >.<

      Delete
  9. senang sedih sudah ada yang ngatur mas.. kitak tidak tau di depan kita bakalan sedih atau senang. karena semua yang menentukan yang di atas..

    tapi apapun itu kita harus mensyukuri hidup ini, baik sedih atau senang, itulah hidup yang harus kita lalui...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah, bersyukurlah dan Alloh akan memberikan lebih...it's a formula.

      Delete
  10. Wah! Perlu pengaitan yang cerdas ttg kedamaian dan baca buku. Mungkin gue gak bakalan ngerasa damai, karna gue gak suka baca buku <== pengaitan yg salah. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengaitan yang cerdas...hmmm, saya gagal melakukannya. Tapi sepertinya sudah dijelaskan oleh Mba Elsawati Dewi.

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  11. kalo saya malah suka membaca artikel blog....hehe

    ijin follow blognya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. gapapa...semua orang kan punya seleranya masing-masing.

      silahkan. Perlu saya folback? Haha... I'll visit you soon.

      Delete
  12. Replies
    1. Nggak sih, cuman pernah mengidap gejalanya. Dulu itu juga. :D

      Delete
  13. menarik sekali postingannya
    blognya sudah saya follow ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks...I'll follow you back, Lisa.

      Delete
  14. Memicu aku untuk lebih giat dan menyukai kegemaran membaca, nice post :)

    ReplyDelete
  15. saya juga ingin hidup damai, tapi didunia inikan bukan dunia damai, dunia inikan dunia fana....hehehe,

    ReplyDelete

Blog Uyo Yahya menerima segala macam komentar yang memenuhi kriteria "Bebas tapi Sopan". Mangga, silahkan...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...