Monday, 23 December 2013

Hi, Monday

Well, everyone who thinks that Monday is a monster day, They are must be stupid people....And I am in it.

Who the hell who cares...

dari google
But I found something different when I arrived to my office this morning. There were four peoples show their smiles, I swear it was almost a laugh, when I opened the office gate, while on the other hand there is a statement like 'Employees begin to smile at 11 o'clock on Monday.' Dude, I was like you all when I did school stuffs.

Look, when I was at school I did really loved Monday. How come? Just so you know that I was the outsider of my school that it's located in a city, not a big city actually. I came from a villages, It took about an hour to get to school from my home if you are lucky enough. I know that my friends that their homes are definitely near from school felt so lazy with their routines.

I do believe with my theory that they had no awesome trip from home to school.While on the other side I could saw so much beautiful views from some public transportation that I went by. Look, the green color was so meant to me. The rice-field, I meant. Not only the rice-field, I was so excited with the passengers. I did a counseling teacher, 'Read Peoples'. hehe...

I got so much fun so far I wrote this unimportant post, my life flashbacks, school stuffs, and of course the craziest thing which I did with my sister-different-parents (bad compound)...who else? Hi, Elsawati Dewi. But, now I have so much jobs to deal with and the fact of it destroyed my good-tempered in a second.

I can not leave my "Thank you so much" to the guys who gave me smiles or maybe laughs. And the MonDay will always be Monster Day even while I was writing this last sentence I connected to "Money Day"?




Friday, 20 December 2013

My Listening is Getting Better

Yeye Lalala

Sesubuh ini saya membuat postingan yang mungkin untuk orang yang tidak mengenal saya, baik secara langsung mau pun tidak, misal tidak mengenali tulisan saya, akan berpikir betapa arogannya saya. Well, yeah sedini ini saya berani untuk bersegera mengungkapkan keberhasilan kecil. Tapi ini memang cara saya untuk menghargai apa yang telah saya capai.

dari google

Akhir-akhir ini saya rajin mengunjungi situs soundcloud.com, sebuah situs entertainment layaknya youtube, namun hanya untuk streaming audio. Di situs ini teman-teman bisa mengupload file-file audio yang menjadi favorit kalian. Selain upload dan nantinya bisa kita dengar dimana saja dan kapan saja, kita juga bisa merepost milik user lain, atau pun membuat playlist kita sendiri baik dari file yang telah kita upload atau pun  dari file user lain. Pokoknya recommended, dah.

Hm... Dan khususnya sudah sebulan ini saya rajin mendengarkan siaran BBC News yang mostly of course are broadcasted in English. And any of you know what I got now? Yeay... My listening skill is getting better. I can catch almost all words that the speakers say. Alhamdulillah...yang tadinya sulit, dengan dibiasakan akhirnya jadi bisa. Bisa karena biasa dalam istilah resminya.

"Saat kita dipertemukan dengan hal yang kita cintai, maka selebihnya adalah kebahagiaan."

Salam.

Friday, 13 December 2013

Nasehat Bang Andre

Siapa Andre? Namanya sih Andriyan. Dia salah satu employee baru di company dimana saya bekerja, mahasiswa semester 7 Universitas Gunadharma yang mengambil kelas karyawan tentu saja, dan orang dengan kelopak mata bawah yang menggantung besar sama kayak punyanya Bapak SBY. hehe

Jadi, entah kenapa dan saya memang tidak pernah menemukan, bahkan berniat pun tidak, alasan dia membentuk sedikit conversation yang membahas tentang asmara dengan saya. Mungkin hanya untuk berbagi.

Well, saya memang hanya perlu mendengarkan dan mencerna yang saya pikir itu baik. Selebihnya dilempar ke tong sampah pun tidak apa-apa. Hush...pembicaraannya berbobot kok, lumayan. Tadinya memang seperti itu. Tapi keadaan berbalik saat saya berkata:

"Sorry, gue gak ada waktu ngebahas kehidupan orang lain."

Dan ditimpalinya dengan:

"Hidup tidak akan pernah cukup bila belajar dari kehidupan kita sendiri."

Saya mengangguk pelan, mencerna isi kalimatnya dan Dia menjabarkan maksudnya. Dan egois memang pernyataan saya sebelumnya. Tapi itulah saya saking terlalu sibuk dengan urusan saya sendiri, rasa di dalam diri saya perlahan seperti menghilang entah kemana. Ya, Alloh tumbuhkan lagi kepekaan saya terhadap sesama. Saya rindu untuk bisa 'merasa'. Aamiin.

Thanks ya Andre, Andriyan... Siapa punlah namamu..haha


Friday, 6 December 2013

#puisi Kelinci

Satu, bahwa sendi-sendiku masih kokoh
dan bahak tawa mereka tak kuanut
Dua, bahwa setiap pembuluh darahku masih setia
bekerja sama menyalurkan merah kental darah

Lalu tiga, bahwa aku memiliki banyak jatah kegagalan
Dan empat, keyakinanku bahwa setipis kabut jarak antara keterpurukan dan harapan

Dan entah berapa keyakinan lagi yang memenuhi kepalaku
Tapi, belajar darimu adalah lentera buram yang masih perlu kurawat
Selain senantiasa kutanggalkan di tiap kelokan, dimana satu
persatu kuhancurkan untuk memperluas memoriku

Akan selalu ada dewa-dewi di biru dan hijau dunia
Aku menamainya teman
Dan, kau teman?
Mungkin

Algojo untuk memenggal kepalamu? Aku bisa melakukannya
Menjeratmu di sarang tarantula? Aku bisa lebih baik dari itu
Menjebakmu dengan drama-drama kehidupan? Bukan caraku
Tapi setan memerintahku untuk menggabungkan ketiganya

Selamat, kau yang pertama

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...