Wednesday, 17 December 2014

The Real Artist, LORDE!

Lama tidak posting, agak malu-malu jadinya untuk sekedar mengucapkan "hi". Padahal di rumah sendiri. Well, Hi...saya kembali menulis setelah vakum beberapa minggu.

Kali ini saya kembali hadir dengan perasaan yang menggebu-gebu, lebih karena kagum, terhadap salah satu penyanyi pendatang baru di dunia. Penyanyi berusia 18 tahun ini pertama kali ngetop dengan hits nya bertajuk Royals yang dirilis pada tahu 2013 silam.

dari amazon
Kemunculan Lorde cukup menyita perhatian publik dunia, terutama industri musik. Karyanya dinilai merupakan sesuatu yang dianggap membawa angin segar dan berani dalam hal genre musik pop. 10 Lagu yang tergabung dalam album keduanya "Pure Heroine" kebanyakan merupakan lagu yang ditulis sendiri oleh Lorde dengan sedikit bantuan dari rekannya Joel Little.

Penyanyi bernama asli Ella Marija Yani Yellich-O'Connor ini memulai karir menulis lagunya semenjak usia 12 tahun. Lagu-lagu Pure Heroine merupakan lagu yang telah digarap selama masing-masing lima tahun. Sehingga tidak bisa heran bila keseluruhan album menuai kritikan positif dari para pengamat musik. Bahkan keberaniannya dalam mengkritik tingkah laku kehidupan para selebritis papan yang tertuang dalam lagu Royals-nya malah membuat semua orang sadar bahwa "OK, kita hanya membutuhkan banyak musisi seperti Lorde, yang benar-benar artist. Tidak menjual tubuhnya."

dari billboard.com
Selain musik yang fresh dan sarat makna, sebagai artis papan atas dunia, penampilan juga tak luput dari penilaian publik. Lorde meski kerap kali tampil hanya dengan mengenakan jas hitam yang kemudian dibukanya saat mulai bernyanyi-meninggalkan baju t-shirt sederhana di tubuhnya, jarang dibahas oleh media. Pertama kali Lorde muncul, paparazzi lebih tertarik pada gaya makeup remaja ini yang dinilai selalu terlihat lebih tua dari usianya.

Lagu terbaru dari Lorde yang diberi judul Yellow Flicker Beat mendapat kehormatan untuk dijadikan Original Soundtrack film box office terheboh tahun ini: The Hunger Games:The Mockingjay Part I.

Check this out...


All in one, pokonya musik Lorde merupakan salah satu yang mesti hadir di playlist favorit para pembaca semua. Nyanyi bisa, nulis lagu bisa...komplit kan, doi?

Monday, 15 December 2014

#puisi Tamatlah

Aku tahu kalian ini apa
Sepenuhnya tahu apa yang kalian lakukan
Benar-benar tahu hal sejenis apa yang kalian lakukan

Aku tahu kalian mengabaikanku
Bom waktu adalah yang kalian jaga
Sungguh kerugian besar untuk mengabaikan anak kecil
Ya, Aku

Terlalu banyak kebusukan yang telah menusuk hidungku
Kepura-puraan memuakkan yang fasih kalian tunjukkan
Kau yang seharusnya makin membaik, tapi tidak
Dan Kau yang terlalu buta karena hal menjijikan bernama cinta

Bodoh, aku dikelilingi orang-orang bodoh
Orang-orang bodoh yang melakukan, tentu saja, hal-hal bodoh
Ya, hanya fase terpendek yang terlihat dari kacamataku
Sampai aku bicara, tamatlah kalian

Tuesday, 18 November 2014

Indonesia Bingitsss

Menjadi warga negara asli Indonesia merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Terbentuk dari daratan dan perairan yang luas, Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk menempati peringkat keempat dunia. Tanahnya yang subur dan sumber daya alam yang kaya membuat negara tercinta ini menjadi primadona bagi negara lain untuk membentuk kerjasama dalam segala bidang.

Selain sumber daya alam yang kaya, sumber daya manusia Indonesia juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kekayaan budaya merupakan nilai plus yang dimiliki negara kepulauan ini. Terbentuk dari lima pulau besar dan lebih dari 700 bahasa daerah membentuk banyak kebudayaan yang unik dari masing-masing daerah.

Membahas budaya tiap daerah akan membawa kita pada pembahasan tanpa akhir saking serunya. Untuk itu postingan kali ini akan membahas tentang budaya Indonesia secara umum.  Berikut budaya yang Indonesia Bingitsss:
1. Belum makan nasi berarti belum makan
2. Makan tidak lengkap tanpa sambel
3. Masakan padang adalah rasa pemersatu bangsa
4. Bahasa daerah akan digunakan bila bertemu orang dari daerah yang sama, tidak peduli bila sedang ada di khalayak umum.
5. Coin Massage(Kerokan) lebih ampuh menyembuhkan masuk angin daripada obat dari dokter atau obat warung
6. Budaya mudik tiap lebaran adalah jadwal nasional untuk bersama-sama "menikmati" jalur transportasi Indonesia. Macet berjamaah.
7. Jam orang Indonesia itu karet/ngaret
8. Youtube adalah tempat exists instan yang menjadikan Anda artis mendadak
9. Pembajakan sudah biasa
10. Ngobrol adalah identitas kita. Pimpinan Path mengungkapkan Indonesia adalah negara penyumbang update paling tinggi dari negara lain.

Apa Indonesia bingitsss lainnya? Tambah dikomen, ya.

Tuesday, 11 November 2014

Hati Manusia: Palung Tak Berpenghuni, Penuh Misteri

Dalamnya laut bisa diselami, namun dalamnya hati manusia tak akan ada yang mampu untuk menyelami. Terdengar biasa dan memang faktanya seperti itu. Didukung dengan dua aspek utama yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya: pikiran dan hati, keduanya memainkan
irama dari kehidupan manusia.

Pikiran yang ada di kepala memegang nilai logika. Outputnya merupakan ide-ide yang dengan mudah diterima manusia pada umumnya. Mereka yang berlogika tinggi kerap kali mendapatkan tempat lebih tinggi dari yang lainnya. Seorang yang senantiasa mengungkapkan fakta-fakta sederhana dan validasinya benar akan lebih diterima daripada dia yang mengungkapkan "Aku baru saja dianugerahi sebuah nobel penghargaan karena tubuhku yang langsing. Menghemat tempat dan bukan pemborosan tempat."

Kendati seperti itu, sebelum sebuah ide dikemukakan, pikiran akan mengkonsultasikannya dengan agen perasaan:hati, terlebih dahulu. Pikiran dengan logikanya akan selalu lebih baik bila berkolaborasi dengan hati. Sebuah ide yang baik mungkin akan susah diterima bila tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang berlaku di sebuah kelompok. Norma dan nilai dari, misal: tata krama, cara bicara dan bahasa tubuh yang dianggap tabu oleh sebuah kelompok namun dilupakan atau diabaikan pada saat pengungkapan pendapat, kemungkinan besar akan terjadi penolakan.

Namun, siapa tahu isi hati manusia yang sebenarnya. Seandainya setiap individu dibekali sebuah keahlian untuk membaca intuisi individu lain, mungkin kehidupan akan berjalan lebih baik, karena setiap manusia mengetahui kebenaran dari manusia yang lain-mengingat setiap orang pada dasarnya baik. Tapi pemikiran seperti ini pun amatlah mustahil. Ini seperti meluluhkan satu identitas homosapien sebagai mahluk yang masing-masing unik.

Ok, akhir-akhir ini saya melihat kebanyakan dari masyarakat kita menitikberatkan prnilaian individu pada apa yang terlihat. Dimulai dari fisik menawan, wajah cantik atau tampan, berlaku baik, kendaraan mewah, cara bicara terstruktur, nampak selalu ceria dan lain sebagainya. Semua itu samar, karena masing-masing levelnya untuk tiap individu adalah relatif. Jadi, tetap, masih dan akan seperti: Hati manusia adalah samudera dengan palung terdalam di dunia, gelap tak berpenghuni, penuh misteri.

Monday, 3 November 2014

#puisi Da Aku Mah Apa Atuhlah

Melemah, lemas, patutnya dibangkitkan
Semakin gelisah di setiap detiknya
Menoleh ke depan, menengok ke belakang
Tetap saja, hanya saat inilah sejatinya

Dalam fitri adalah jiwa yang baik
Hanya diri bukan Nabi, bukan Tuhan
Adalah biasa, sebiasanya manusia biasa-biasa
Berkekurangan, berkepayahan, juga berkemalangan

Adalah wajar bila sesekali meluap menyapa daratan
Biasa saja bila pernah terjerat amarah
Ada luapan karena ada surut, ada amarah karena ketenangan
Sungguh hanya manusia biasa

Tak ada kuasa merubah-ubah hati
Menumbuhkan rasa lalu merubahnya, mungkin menghentikannya
Apalah sempurna bila tak mengenali ketidaksempurnaan
Adalah kekosongan tanpa makna, dan kehidupan tidak bekerja seperti itu

Monday, 13 October 2014

#puisi Seribu Mimik

Aku ingin lebih dekat seakan kami bercumbu
Mengecupnya kendati pahit getir di lidah kelu
Aku ingin menarik semua mata layaknya biduan menyanyi merdu
Mengundang banyak rasa penasaran akan kehadiranku

Selalu berhasil,
Mata ini melirik apa saja yang bisa memantulkan diri
Tak kutemukan kesombongan di relung sanubari
Aku sambar sumber cahaya untuk sedikit menerangi, meyakini
Masih rendah hati, terpeliharalah dan teruslah tinggi

Menggelikan untuk menerima kenyataan berjodoh dengan si penambang dingin
Tapi, menolak atau tidak, kami tetap dalam satu tujuan terpimpin
Sadarkah kau bahwa Aku menyangsikan masa-masa kuda liar yang kau alami, mungkin
Aku bertaruh tak beda dengan halaman-halaman kusam buku tua, terasing di sudut lemari, berdebu karena tak tersentuh angin

Aku ingin mengurung diri, menikmati gelap
Membiarkan bahwa sunyi mematikan keramaian dan itu cara sederhana mendapatkan kedamaian
Aku ingin, dengan bebasnya, mengatur mimik seperti mereka
Tak mengenal lelah karena sebaik-murahnya penarik kebaikan

Wednesday, 1 October 2014

#puisi Untuk Kehilangan

Tak ada yang akan bisa mengerti, kendati telah menyelami dalam
Tak peduli dengan masa yang panjang atau pun sepayah-payahnya perjuangan
Tetap teguh tak goyah karena badai, tak akan mengerti
Terlalu rumit, bukan hanya ini dan itu, lebih, selalu lebih

Kalian beranggapan hanya pada titik temu benturan
Padahal jauh sebelum waktu, aku melihat berikut diriku yang ada di ketidakberaturan
Bukan tak pernah dilantangkan pada langit, pada horizon menawan
Satu kali, namun selalu penolakan yang halus hingga aku mengacuhkan

Hanya seandainya, Tapi Dia menyayangi hamba berdosa ini, aku tahu Tuhanku
Lain kali lebih baik dituliskan agar mereka percaya
Bukan untuk memenuhi nafsu kesempurnaanku, namun rasa lelah akan petunjuk-petunjuk-Mu kadang mengundang ketidakwarasan
Menyimpannya dengan baik adalah kesepatan daku dan Engkau

Aku akan menyusul untuk melihat senyum hangatmu
Berlari meski di penghujung hari dengan sendi-sendi yang melemah
Kau akan terkejut lagi seperti di kelanjutan hari kemarin
Aku akan diam dan menikmati setiap detiknya sebelum mimpi itu berakhir

Monday, 8 September 2014

#puisi Terjebak di Dalam

dari google














Percayalah, tak ada yang bisa memilih bagaimana kita terlahir dan dari mana
Tapi memiliki kesempatan untuk menentukan arah, itu lebih dari cukup
Percayalah! Dengan sedikit penekanan pada pelipis
Berharap kontak fisik akan sedikit membantu penyerapannya

Bagaimana dengan mereka yang terbiasa menunduk demi ketenangan ramai di atas ketenangannya?
Tiadakah kesempatan, atau memang hukumnya seperti itu, tak ada amandemen?
Lalu, bagaimana dengan khawatiranku tentang mereka yang terjebak dan tenggelam dalam lautan pemikiran yang rumit?
Padahal jatah kebahagiaan berbanding lurus penderitaan

Percayalah, berbagai cara kuno bahkan tercanggih pun tak ada yang mampu
Rasanya memang terpisah dari dunia ini, dan hanya dengan memegang rasa rindu akan pikiran waras yang coba dipertahankan
Meski dengan payah pernah sekali diungkapkan, tapi hanya seringai dan penolakan bodoh
Kasihan, seandainya dunia nyata semudah khayalan
Mereka tetap terjebak dalam malam yang menjadi siang dan siang menjadi malam

Ketakutan akan kepayahan yang berlebih, ketidakwarasan akan bagaimana mengelola pola pikir
Aku khawatir akan mereka yang setia sedari aku menyadari
Mohon, berhentilah!
Kalian hanya terlalu idealis
Pedulilah akan inangmu, dia butuh istirahat dalam tenang

Wednesday, 3 September 2014

#puisi Terbaik dari yang Terburuk

Rugi, tentu saja. Waktu terluangkan untuk hati-hati yang teramat diyakini
Dalam pengharapan indah dan abadi, dalam nyata semuanya ada, tapi kemarin, bukan hari ini
Menyesal, seandainya tahu maka sedari awal kan diangkat jangkar
Pasti hanya karena kain sutra dan kilau emas, silau jadinya

Kini bukan geraian gemulai di pundak, ada desis ular-ular
Apa karena amarah mereka mendesis semangat?
Ah, memalukan sekali untuk mengakuinya
Cinta, sekali lagi aku hilang dalam pusaran pikiran tentang sebab-akibat kekandasan

Untunglah telah dibentengi panglima perang terbaik
Tak ada rasa yang menyelinap kendati pertama menyayat, perih, kadang terdengar rintih
Terkadang juga, mengadopsi formula energi menenangkanku dengan cara yang logis
Aku mencari umpan terbaik, hiu-bukan pari yang tertarik

Yang terbaik adalah melihat dari banyak sisi
Dari bijaksana, kesederhanaan, kerendah hatian, keberkahan
Maka biasanya membakar diri untuk sendiri dan dirimu-dirinya
Dan teguklah darah saringan yang bening kembali

Tuesday, 2 September 2014

#puisi Dunia Di Kepala III

dari google


















Pagi yang biasa, terhentak tersibak cahaya
Letih yang terasa, selalu setengah mati tak pernah cukup
Oh, dengan harus mengandalkan badan dan kepala
Menebar siasat mengusir benih-benih sesal

Dan manusia pertama yang kutemui, selamat, meremukan pagiku
Menggoyah pikiran terbaik, berbalik memburuk dan menjadi yang terburuk
Terimakasih untuk menyadarkan bahwa umatku musuh terhebatku
Sementara itu, kaki yang diseret menemukan kesegaran
Berbalut serat-serat terlusuh

Di kepalaku bukit-bukit hijau yang terhampar
Langit biru tak berawan, kendati ada, menjauh dengan melihat tokoh pertama
Di pijakku adalah basah embun sisa fajar
Dan saat ku menoleh, adalah singa besar menyeringai, aku menghampiri dan memeluk

Masih di kepalaku, ribuan mahluk tercipta dengan sendirinya
Setiap detik, persekian detik dan setiap mata terpejam-terbuka
Apa hanya di kepalaku? Musik terdamai yang pernah tercipta berdendang tak henti-henti,
dari perairan, daratan, dan udara, pun bumi...

Ada sebagian mahluk,
Tidak lebih dari lima persen populasi dunia
Memelihara, mengembangkan, melestarikan dunia di kepala
Penasaran? Kau hanya perlu meluangkan waktu untuk ketidakwarasan

Sunday, 31 August 2014

Sia Furler Profile

Selamat pagi, pembaca setia blog Uyo Yahya
Terlahir dengan nama Sia Kate Isobelle Furler, Sia merupakan artis asal Australia yang kini menetap di Amerika. Namanya pertama kali mencuat ke publik setelah satu single-nya pada 2012, hasil kolaborasi dengan DJ kondang David Guetta, yaitu Titanium mencuri perhatian banyak pecinta musik. Kemudian disusul dengan dengan kolaborasi kedua mereka dalam "She Wolf(Falling to Pieces)".

Namun ada satu hal yang lebih membuatnya istimewa. Ternyata, artis berusia 38 tahun ini jago sekali dalam membuat lagu hits untuk artis-artis yang lain. Sebut saja Christina Aguilerra, Ne-Yo, Celine Dion, Rihanna, Britney Spears, bahkan Beyonce.

Untuk lebih jelasnya, berikut daftar lagu karangan Sia untuk beberapa penyanyi terkenal dunia:

1. Christina Aguilera - I Am
2. Lea Michele - Cannonball
3. Rihanna - Diamonds
4. Eminem - Guts Over Fear
5. Ne-Yo - Let Me Love You(Until You Learn to Love Yourself)
6. Celine Dion - Loved Me Back to Life
7. Britney Spears - Perfume
8. Beyonce - Pretty Hurts
9. Florida - Wild Ones
10. Official Fifa World Cup 2014 - We Are One(Ola Ola)

Tentu, semua lagu tersebut berhasil mengantarkannya menjadi salah satu penulis lagu tersukses saat ini. Mengantongi sukses sebagai penulis lagu, Sia mencoba peruntungannya untuk menyanyikan sendiri lagu-lagu karangannya baru-baru ini. Beraliran downtempo dan pop, bahkan ada sedikit reggae, album terbarunya 1000 Forms of Fear, dengan single Chandelier telah membuktikan bahwa Sia juga lihai dalam hal menyanyi.

Untuk lagu-lagu Sia sendiri yang saya rekomendarikan adalah sebagai berikut:
1. Chandelier
2. Elastic Heart(OST. The Hunger Games: Catching Fire)
3. Soon We'll Be Found
4. Big Girls Cry

Satu hal yang menarik dari Sia adalah keputusannya untuk tidak menampilkan wajahnya di depan kamera, baik itu dalam video clip, interview dan acara-acara off air, Sia akan membelakangi kamera. Ditanya alasannya, sang penulis lagu bertangan dingin ini mengatakan: "Menjadi terkenal merupakan ketakutan tersendiri bagiku. Aku tidak ingin dikenali dan tidak ingin mendapat kritik tentang bagaimana aku harus berpenampilan."

Penasaran dengan suara penyanyi-penulis lagu ini. Berikut merupakan lagu Elastic Heart, salah satu lagu yang sedang sangat saya sukai dari Sia:


Sekian.

Salam,
-uy-

Wednesday, 27 August 2014

#puisi Pepatah Istimewa

Hey, hey
Bukan nampakmu yang kan menariknya
Hey, hey
Sadarlah, kau tahu yang terbaik untukmu

Tanyakan pada hati kecilmu saat menjelang waktu tuk terlelap
Tanyakan pada bayanganmu saat mereka tak ada
Hanya di keheningan, meresap perlahan kau kenali
Tanpa mulut-mulut yang asal berucap

Hey, hey
Kau tetap istimewa di mataku
Biar, biarlah
Kesempurnaan hanya milik-Nya

Maka tambatkan pada dermaga-dermaga yang dikecup surya
Bukan palung gelap penuh kejutan dan misteri
Pada kuncup-kuncup bunga yang menanti mekar dengan setia
Bukan unisel yang membelah cepat-cepat

Hey,
Menataplah ke depan, masa lalu selalu bisa dihidupkan, maka biarkanlah di tempatnya
Kau,
Kaki-kaki lenjangmu saja mengarah ke depan, Tuhan membentuknya sekian rupa
Tak perlu lagi kau tanyakan mengapa

Teka-teki dalam kepalamu, itu dirimu
Yang kau kenakan, yang mereka bilang, hanya tipu daya
Pemikiran cemerlangmu, dari sanalah kau mengundang banyak mata
Tapi jangan lupa ungkapkan dalam kata
Bicaralah kendati terbata

Tuesday, 26 August 2014

#puisi Jika Emas Tak Berkilau

Kita hanya terlalu terbiasa melihat sang raja siang bersombong ria dengan energinya tak mengenal waktu
Pagi, garis-garis cahaya menembus awan hingga berlabuh di bumi
Siang, tentu saja, sebagai ranah kekuasaannya
Sore, semburatnya masih bertahan dan layak dinantikan
Pun malam, tetap menyelinap meski meminjam tubuh sang bulan

Hal lainnya, kita teramat lazim dengan mahluk-mahluk penuh pesona memabukan
Wajah, hanya sekali pandang mampu dengan cepat terlukiskan di ingatan
Perangai, dahsyatnya memercikan rasa-rasa yang aneh - cenderung menguar naluri kebinatangan

Pernah terpikir bagaimana jika emas tak berkilau?
Dia tetap mulia meski tak menguarkan kharisma
Sebagai nilai tambah, keberadaannya abadi kendati tersembunyi

Jika saja emas tak berkilau
Akan banyak wajah terpelihara kemurnian auranya
Dan jiwa-jiwa yang tak akan menghancurkan kesejatiannya
Jika emas tak miliki kilau
Ada banyak kesan yang terpatri abadi
Tanpa perlu menemukan titik itu dari luar

Luar biasa, manusia tidak perlu membaikan diri untuk selain yang Terbaik
Jika emas tak berkilau

Tuesday, 19 August 2014

#puisi Coba Tebak!

Coba tebak apa yang kusembunyikan
Sering kali menghindari khalayak namun akulah magnet keramaian
Bertingkah senormal mungkin berhasil menemukan identitas baru
Coba saja tebak!

Inilah manusia yang menunduk untuk menengadah, menantang langit
Yang tak terjamah surya hingga berlumutan seakar hingga puncak
Yang tak nampak karena saking malunya
Coba terka!

Bahkan meliuk kanan-kiri
Katakan saja: melata! Jalang!
Dia tetap dengan noda-noda gelap di matanya
Mencari di setiap sudut bebatuan yang semakin keras karena dingin
Yang seakan semakin jauh bila terus dilayangkan dalam kepala, dalam tidur dan terjaga

Apalah, hanya mencari makna
Itu! Disana!
Hal yang dengan kau memilikinya maka hanya damai setia bersenandung di pagi, siang, sore, malammu
Coba Tebak!

Sunday, 17 August 2014

#puisi Gembala Kata

Terdampar, hanya sedikit tidak percaya bahwa rawa-rawa ini pijakanku
Tersesat, petuahnya hebat kendati membuat terlena dan kini terpaku
Pada peta duniamu-duniaku, pada pedati tak berkusir, pada pesan tak beralamat
Aku tertipu oleh benteng api yang tak menghalangi apa pun

Rasanya ingin meledak, namun lebih baik menyelusupkannya agar lebih dahsyat
Sekarang! Sabar, saat mulut-mulut itu lupa dengan perkataan yang mereka gembalakam, itu waktu yang tepat.
Selalu lebih manis, kau adalah petani madu.
Kau pelayan terhebat! Sajikan mereka kemurnian.

Aku tak remuk karena kau tak begitu kuat, kau melemah
Dan aku masih berjuang, menelusup, mencapai puncak, merebut kedamaianku
Kedinginan yang bahkan sempat menghianati, aku menjemputnya kembali
Maaf, kehangatan. Aku bersandiwara tepat di bawah hidungmu.

Aku tak terpuruk karena kau berjaya di matamu, kau tersungkur
Kan ku abaikan, merah darah di ujung napasmu
Mengalah untuk menang, mereka gembalaan yang setia
Aku tepat!

Monday, 11 August 2014

#puisi Masih Mahluk Tuhan

Kerap kali dalam dada seperti digumamkan: Ini elok tanpa batas
Sering, saat berselimut gairah, ketika terlumpuhkan lelah: Goresan kecil tak kan membekas jelas
Bak porselen-porselen cina, manequin-manequin jelita
Bagaimana seandainya bersua, matilah tak bersuara; dalam kepala

Butakan saja mata ini dari macam keindahan yang lain
Ini lebih dari ketujuh warna pelangi
Dan aromanya, kendati bukan melati
Tapi mewakili harmonisme alam bumi

Seakan rela mengenyahkan kemurnian yang kuyakin kan lebih bersemi
Melupakan padang emas siap panen, karena pesona memabukan ini
Aku bertaruh kaulah penjelajah yang menepis beribu lelah
Untukku, pujaan?

Masih mahluk-Nya, kekurangan yang sempurna
Masih untuk-Nya, pemilik sempurna

Redamlah lengkingan jiwa ini, ini hampir membuncah
Pasunglah musafir tak berarah ini, dia kan tersungkur dalam genangan kesedihan
Rajamlah, ciptakan kedamaian pada mahluk Tuhan pemuja yang masih mahluk Tuhan

Wednesday, 16 July 2014

#puisi Menatap Bahaya

Aku melihat kanan yang eloknya berpelitur kerumitan,
Jalannya penuh belukar kedengkian,
Mahluk-mahluknya mencelakakan dengan cara mengerikan
Tak ku lihat adanya kesamaan dalam keindahannya

Sementara sisi yang lain, kiri
Aku hampir selalu melihatnya terbingkai permai
Semua penilaian indah dimilikinya
Tak ada cacat, hanya kisah-kisah yang menggiurkan

Persimpangan selalu menjadi bagian tersulit
Ya, aku melihatmu wahai kebaikan yang memilukan
Kau juga, sebaik-baiknya keinginanku yang lama menunggu dengan sabarnya
Jadi tunjukkan saja sebenar-benarnya kalian, bertelanjanglah

Teorinya selalu sama, kuno dan modern
Ironi kendati merupakan mahluk modern, namun kekunoan penuh kedamaian
Persetan dengan ideologi paling ideal masa kini
Rasanya menenangkan, prinsif melekat kuat dan aku menatap bahaya

#puisi Penyejuk Bahaya

Sekali lagi aku mengundang bagian paling dalam yang berbahaya
Pemikiran normal hanya selalu mengawasi
Dicobanya untuk merengkuh secepat mungkin, namun gagal
Sementara provokator keonaran bertepuk tangan menyemangati

Peperangan di luar tubuh selalu lebih mampu dikuasai
Aku payah dengan diriku sendiri
Memelihara si penyabar, di lain sisi menjaga si penggerogot si penyabar
Perselisihannya selalu tanpa ujung dan terlihat memang tak akan ada

Mulut-mulut kaum hitam-putih itu membuatku lelah
Dimengerti, namun dipersalahkan
Diabaikan pun tetaplah sama, bahkan memburuk
Maka wajar bila aku mengagumi bagaimana kepalaku mengolah pemikiran-pemikiran yang setiap detik, bahkan sepersekian detiknya selalu berubah

Pada saat-saat seperti ini maka si Penyabar akan menebalkan benteng pertahanan
Menghadang pikiran-pikiran setan mengelabui penentu lanjut dan berhenti
Tapi selalu saja aku ingin meloloskan hewan-hewan liar ini
Runtuhkan! Bumi hanguskan! Musnahkan! Enyahlah!

"Kemarilah," mata sejuk itu seakan berkata demikian. "Kendati lahar kau berikan padaku, Aku akan tetap memelukmu."

Monday, 14 July 2014

#puisi Mestinya Waktu

Katakan saja bahwa setiap perkara berbatas perkara
Seperti kebebasan terbentur kebebasan
Lalu aturan kawanan liar terkekang aturan rimba
Juga otonomi-otonomi tak bisa menutup mata negara

Lalu utarakan dengan lantang bahwa mimpi tak kan lebih lama dari kenyataan
Teriakan hingga serak, hari berbatas malam
Kehidupan dan kematian
Awal dan akhir

Mestinya waktu, sebagai pengacu yang sedari dulu
Tak lelahnya berdetik hingga menit, lalu jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, dekade, abad, millenium
Ditekankan pada mata-mata tua yang kini terpejam
Agar diserapnya hingga dunia tahu
Mestinya waktu, sedari dulu

Karena nilai kehidupan pun mutlak diperhitungkan
Bumi, langit, bulan, matahari, atom, partikel
Mereka memegang perwaktu
Mestinya, sedari dulu, waktu

Friday, 4 July 2014

#puisi Irasional


Ya atau tidak, maka kau di ranah berbeda
Pemuja kebenaran hakiki, hamba keliaran diri
Banyak kemungkinan dan spekulasi, tempat ternyaman untukku
Demi kebaikan yang tepat, penakluk nafsu tabiat
Keyakinan telah berkuasa dan menanamkan: bahwa logika adalah tuntutan tak berujung
Semakin lama jam terbang, terhapuslah sebenar-benarnya medan perang
Coba kau sentuh bagian kesatuan manusia yang lain
Ada penggerak yang senantiasa memaki, meludah, menyeret
Dialah si pembaik
Disini kau bebas melukis peperangan, menebar bahak, bersiasat dalam cerita
Hal-hal yang tidak memerlukan uang dan kuasa
Karena irasional menundukan biasa, merujuk pada keluarbiasaan

Wednesday, 2 July 2014

#puisi Padang Emas


Melatari suasana penghujung hari
Baunya tak seharum parfum, namun layak dirindukan
Rasanya seperti terseret gravitasi yang tak wajar
Akhirnya direlakan landas di rerumputan
Aku ingin berlama-lama

Tak perlu banyak warna
Emas mewakili segalanya
Kemewahan, kematangan
Kehidupan mengecupku dengan sederhananya

Inginnya tak ada yang menemukan keberadaan padang emas ini
Tapi jelas mereka tahu, kalian juga
Namun hanya kekuningan di mata
Aku melihat dengan mata yang lain

Padang emas, sepanjang tahun adalah kerinduan akan sentuhan lembutmu
Setiap beranjak adalah kekhawatiran tak akan melihatmu
Bertandang, aku mengharapkan pelukan hangatmu
Padang emas, kali ini aku memetik damaimu

Tuesday, 1 July 2014

SongReview: Sia - Chandelier

Sia - Chandelier cover(dari google)
Well, selamat puasa bagi umat muslim yang menjalankan. Ini posting pertama di bulan Juli yang bertepatan dengan bulan Ramadhan juga. Idealnya ya posting mengenai topik-topik yang related to Ramadhan-lah ya. But, sorry...I like to break the ordinary.

Di SongReview kali ini saya punya lagu Chandelier dari Sia, musisi Australia yang dikenal dengan tangan dinginnya menciptakan lagu-lagu hits untuk musisi kenamaan seperti Madonna, Britney Spears, dan Rihanna. Seperti bosan dengan menelurkan karya untuk orang lain, Sia yang memang kelihatan pemalu ini, terlihat dari aksi panggungnya yang seringkali membelakangi penonton, memberanikan diri untuk menyanyikan sendiri lagu ciptaannya.

Sebelumnya Sia juga telah dikenal lewat hits kolaborasinya dengan DJ kondang David Guetta dalam Titanium dan She Wolf. Untuk lagu yang dinyanyikan penyanyi lain, sebut saja Diamonds-nya Rihanna adalah satu bukti yang membuatnya sebagai salah satu musisi pendatang baru yang tak dapat dipandang sebelah mata.

Back to the Chandelier. Lagu ini menceritakan tentang kehidupan kehidupan, luapan emosi dan kebiasaan wanita malam. Liriknya cukup membuat semangat bila dimasukkan dalam playlist musik pagi. Membeberkan langkah seperti apa yang akan dibuat seseorang untuk benar-benar menikmati kebebasan.

Pesan lagu ini cukup tergambarkan dari Music Video nya yang sederhana. Seorang penari wanita berusia 11 tahun yang menari-nari di beberapa ruangan di sebuah rumah. Koreografinya menerjemahkan setiap baris lirik dari lagu yang terkadang kalau didengarkan memang diset untuk penyanyi lain seperti Katy Perry atau pun Rihanna.

Yang saya bisa katakan mengenai lagu ini adalah layak untuk dikoleksi. Influensi musik reggae-nya juga mampu sedikit meninggalkan kesan layak diputar saat liburan di pantai sambil teriak-teriak gak jelas...haha.

Penasaran dengan lagu ini? Berikut music video dari Sia - Chandelier...


Salam,
uy

Thursday, 26 June 2014

#puisi Duka

Ada bagian cerita manusia
Selepas menenggak gemerlap dunia
Tibalah diri di lembah tergersang
Disuguhi drama-drama mencekam

Lepaskan tangis dan buncahkanlah
Tak ada waktu lagi, ini waktu yang tepat
Kau akan malu melihat hanya kaulah seorang diri
Terasing di keramaian mencari damai

Duka, sembilu menyayat perlahan
Tak terelak meski ditantang tuk diabaikan
Berdukalah, ratapi dan habiskan
Karena esok adalah bahagia yang tidak terduga

Koyakkan badan dan resapilah lelah
Gosok tanganmu pada kedua mata dan temukan kesejukan
Pahit, karena kau mengenal manis
Maka bersederhanalah dalam ceria dan tangismu

Wednesday, 11 June 2014

MovieReview: Maleficent (2014)

It's been long time since I posted the latest MovieReview: Disturbia (2007). Well, I come back with the whole new Disney's story: Maleficent. As I have ever read last year that this movie will be released on June 2014. And it's true. 21cineplex.com announced it on 1st June. The important thing that got me so excited about this movie is, of course, the talented-the owner of the sexiest lips in the world, who else, Angelina Jolie.

dari google
This is the plot: while people used to know the story from the usual side, the Aurora side, this opposite story dig how did evil come to Maleficent. She was one of fairy lives in Moors, a magic kingdom located near to human's kingdom. When she was child there was a poor boy called Stefan who came to Moors to stole something. Then they become a friends until they grew up and Stefan leaved Moors to reached his dream: Live in Palace.

Maleficent lives alone in Moors. She likes to flying and exploring Moors alone. It was a full of peace life until the human kingdom sent Moors their forces. Moors didn't fell it was good to just stay calm, they fight back with Maleficent on the lead. Human kingdom was defeated.

The King knows that their losing was put on Maleficent's strength. So, he made a contest for everyone who can kill Maleficent will replace him as a King. It was such a right time for Stefan to realize his dream. He came to Moors and met Maleficent. Maleficent was sleeping when Stefan holding an iron to kill Maleficent, but He didn't really mean to kill his childhood friend. So all he did was cut Maleficent's wings and bring it to the King as a proof that Maleficent was murdered by himself.

Maleficent woke up and cry out when she knew her wings were not on her back. A fairy without wings is such a sad fact. Maleficent spent her days in a sorrow in Moors and everything there went so darker. One day she heard that King Stefan will celebrate his Princess birth with a wonderful party. All people will come to the Palace.

dari google
Maleficent, even though she was uninvited, came to the party and gave Aurora a curse: "In her 16th birthday Aurora will be stick by a needle spinner and falling sleep like dead." And as a humiliation she stated that the Princess could be waken up by a true love kiss. Think that someone will fall in love with a sleep princess, it's almost impossible.

The little Aurora was sent to forest until she get 15 years old with the 3 fairies as her guardian. But the guardians are foolish and lazy at their task to protect her. It invited Maleficent to always watching Aurora from far. Never crossed her mind that it could be awaken her white side. Love cannot be stopped even by the strongest fairy in Moors, Maleficent. She tried to cancel the curse but it cannot be cancelled.

How this amazing story will end? Will the curse cancelled? And does the true love kiss really exist? You gotta visit your nearest cinema soon. It's now playing.

All I can say about this brand new Disney story is worth watched and it will rise a new trend: Dark Queen.

Here's the Trailer...


PS: I watched last Saturday night with half of my friend in college.

Sunday, 1 June 2014

#puisi Dunia di Kepala II

Penghujung hari lebih sering mem biru gelap cenderung suram
Jingga, meski hanya menyemburatkan sedikit perasaan menyenangkan, nampaknya jarang memperlihatkan diri
Anehnya serdadu-serdadu kaki langit menyukainya
Bayangan hitam mereka anggap nilai eksistensi

"Lebih mudah untuk menyingkirkan cahaya," katanya
Bila keterpaksaan didawamkan, mendustai diri, naif
Cermin-cermin bening akan sulit mengungkap bayangan
Kehilangan rasa sadar fatal membahayakan tubuh

Aku, kendati tak pernah mengenal rasa aneh ini, bersukukuh berperan dengan anggun
Terkadang menarik bahaya untuk merasakan keberadaan diri
Terkadang terputus begitu saja
Bukan hasil yang memuaskan

Pertanyaan-pertanyaan yang menyeruak memerintahkan untuk menggalu sedalam mungkin
Lalu, hipotesa-hipotesa yang membingungkan menuntut banyak penegasan
Dan akhirnya penyelesaian memandang penuh harap untuk diberikan 'ya' atau 'tidak'

Langkah melamban, pandangan mengabur
Menyeruakkan yang lelah
Sedikit gelisah
Resah
Sudahlah, tutup mata dan lihat dunia di kepala

Thursday, 29 May 2014

#puisi Kekal Sementara

Biarkan lidah kelu mengumpat sebisanya,
Hingga Ia lelah, bahkan terengah-engah
Karena Dia tidak selalu tahu--akibat dari keanggunannya
Berbicara terlalu lembut dalam bilik keramaian dan lantang di kesunyian
Hanya buku yang terbuka, tanpa rahasia

Karena tak ada yang pernah menariknya ke medan perang
Jadi menghabiskan waktu dengan pembicaraan-pembicaraan tak berdasar
Kemahsyuran itu melewatinya tanpa jejak
Hingga tak percaya melingkupi keberadaannya sebagai sang pemegang tahta
Tapi murka dan rakus!

Sistem dan pola-pola rutin mengandili roda hidup
Hanya untuk memastikan kebenaran
Apa pujaan telah beberapa langkah atau bahkan teramat jauh untuk digapai
Mil-mil yang bukanlah mudah untuk ditempuh kaki dengan sendi-sendi yang kelelahan
Bahasa rasa yang memudar karena di sana adalah pujaan
Kendati tak akan selamanya

Karena kekal untuk kesempurnaan yang bukan milik manusia
Maka sementara terpaksa dibenamkan

Wednesday, 28 May 2014

Numb: Hal Abstrak yang Menuntut

Numb (dari google)
Numb: suatu keadaan dimana kita merasa bahkan diri kita tidak tahu apa yang sedang kita lakukan. Keadaan dimana apa yang biasanya merupakan hal yang biasa seakan menuntut akan makna dan tujuan yang jelas. Statement yang kuat amat membantu dalam keadaan seperti ini.

Manusia terdiri dari dua aspek penting: jasmani dan rohani. Jasmani berupa tubuh yang terbentuk dari ribuan sel yang bersatu menjadi jaringan sel, kemudian menyatu lagi dalam organ, dan terakhir membentuk satu-kesatuan tubuh manusia yang hidup. Rohani berupa hal abstrak yang dimiliki setiap individu, tak mengenal akan komponen-komponen apa saja yang membentuknya. Kendati seperti itu namun memiliki dua penilaian untuk hakikat dari segala sesuatu yang ada di sekitar tubuh si empunya: baik dan benar.

Masing-masing jasmani dan rohani perlu dipenuhi kebutruhannya. Jasmani sebagai bagian yang kongkrit amatlah perlu untuk dipenuhi kebutuhannya seperti: kesehatan, asupan makanan, sirkulasi darah, oksigen, kebugaran, dll. Begitu juga dengan rohani yang bersifat abstrak juga mutlak memerlukan pemenuhan atas kebutuhannya seperti: rasa aman, nyaman, tenang, dll.

Dari keduanya, masing-masing saling bergantung. Jasmani yang buruk akan berpengaruh pada kinerja rohani. Begitu pula sebaliknya, rohani yang buruk amat berpengaruh pada jasmani. Kita mengenal peribahasa yang mengatakan "Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Di situlah letaknya. Jasmani adalah tubuh yang harus sehat untuk menyokong kinerja rohani yaitu jiwa untuk selalu kuat.

Maka, saat kita mengalami numb, ingatlah bahwa tubuh dan jiwa saling mempengaruhi. Selalu temukan kedamaian untuk menenangkan diri barang sejenak. Permudahlah, jangan mempersulit diri.

Wednesday, 21 May 2014

#puisi Dalam Gundah

dari google
Dalam gundah rasa tak merasa
Dikenangkan mematikan, dilupakan menghanguskan
Dalam gundah nada tak berirama
Dilagukan terdengar sumbang, didendangkan memekakkan

Akulah air yang meliuk di kelokan, menukik di turunan, menajam saat menerjun
Akulah terkadang tenang yang nyaman, kadang gelisah membingungkan
Akulah api, membakar, melelehkan, membumihanguskan
Akulah penghangat pemberi kenyamanan meski terkadang meluluhkan

Dalam gundah gravitasi tak menarik
Diundang tak bertandang, diusir tak terusik
Dalam gundah cepat tak berlari
Dipacu cenderung berhenti, diabaikan menikmati

Akulah bumi yang menjulang, menyimpan rahasia, menakuti setiap saat
Akulah yang terkadang menyembur entah itu api atau lumpur
Akulah angin yang ribut, mematahkan, memporakporandakan
Akulah yang rela menghidupkan kendati mendatangkan petaka

Dalam gundah maka ku kan mematikan, entah di dalam atau di luar
Dalam gundah lidahku kan memastikan, entah ya atau tidak
Dalam gundah jemariku kan melenturkan, entah air atau baja
Dalam gundah

Friday, 16 May 2014

Abah In Memory

Jum'at, 9 Mei 2014 Ayah saya meninggal dunia di usianya yang genap menginjak 70 tahun. Tentu saya sedih. Rasanya seperti mimpi saat pertama kali mendengar kabar dari kakak di Tasikmalaya sana. Bahkan hingga saat ini pun saya masih belum percaya. Entah karena ajaran agama yang menerangkan bahwa di empat puluh hari pertama ruh masih ada di sekitar kita atau pun pemikiran saya sendiri yang merasa bahwa beliau ada di suatu tempat, mengawasi entah dari jauh atau dekat.

Tapi toh kenyataanya beliau tidak ada. Secara fisik tubuhnya telah satu minggu tertindih tanah merah di kuburan dan tidak lagi bersama kami. Meski spiritnya masih terasa di atmosfer rumah, namun berpisahnya ruh dengan raga yang disebut mati; beberapa kali tahlilan di rumah; air mata Ibu, sanak saudara, dan yang merasa kehilangan; lalu kebiasaan melihat ke arah kamarnya dan tak menemukan apa-apa, membuktikan bahwa beliau tidak lagi di bumi ini.

Yang paling membuat saya merasa sedih sekaligus bahagia adalah bahwa beliau sama sekali tidak menyampaikan kata-kata perpisahan. Memang tidak mutlak diperlukan. Saya sendiri telah hapal, ini yang membuat saya bahagia, apa yang selalu didawamkannya kepada saya dan kakak-kakak saya: Sholat. Hanya itu. Maka, kendati beliau tidak merangkai kata dalam keterbataan lidah saat syakaratul maut, saya sudah tahu apa yang diinginkannya. Semoga saya selalu istiqomah. Aamiin.

Teruntuk Abah di sana, saya tahu Alloh telah mentakdirkan hari Jum'at sebagai hari kepergianmu. Jum'at adalah hari yang baik di agama kita. Meski saya tidak melihat bahkan untuk yang terakhir kalinya, karena keagungan hari Jum'at sebagai hari kepergiamu tak akan agung lagi bila menunggu kami yang merantau dan akan datang larut - dengan kemungkinan bila menunggu kami jasadmu akan dikuburkan di hari Sabtu, bukan Jum'at yang agung, kami ikhlas.

Kematian hanyalah gerbang yang akan membawa manusia pada perjalanan selanjutnya. Perjalanan yang lebih panjang dimana bila ditakdirkan, semoga ditakdirkan, aamiin, kita akan bertemu di tempat yang lebih indah. Aamiin.

Diambil tepat 40 hari sebelum kepergian beliau

In Memory, Abdul Muin.
Such a quiet, patient, smart, polite, wise, and great man.


Salam,
-uy-

NP: Bangga mewarisi warna kulit dan sebagian kecil kebrilianannya.

Thursday, 8 May 2014

Orange Juice (lanjutan 1...)

dari google
"Aku hanya menganggap diriku lebih beruntung dari si Jake Kerempeng."

Suara yang tidak familiar di telingaku. Reflek wajahku menoleh ke sumber suara, di sebelah kiri. Dia berdiri sementara aku terduduk yang membuatku harus menengadah ke atas menatapnya. Wajah yang tidak terlalu asing, tapi jelas perkataannya barusan merupakan sejenis pembuka ceramah yang membosankan.

"Sudah tidak mempan lagi," tegasku mencoba menguasai diri. "Semua kritik dari wajah-wajah kecewa di casting mencibir dengan kalimat pembuka seperti yang baru saja terlontar dari mulutmu, Derek."

Derek Eleven, salah satu kandidat yang dulu akan memerankan Jaime. Dia gagal mendapatkan peran utama itu karena, tentu saja, aku yang memutuskan. Alasan utamanya adalah sifat sombong tidak bisa diterima oleh hampir semua yang terlibat di project film perdanaku. Kesempurnaan mulai dari hal-hal terkecil menjadi poin penting untuk mendapatkan kualitas bagus. Apalagi untuk aspek pemeran utama, tentu aku tidak akan mengacaukannya.

"Well, jadi apa selanjutnya?"
Tanyanya menunjukan kepedulian yang dibuat-buat. Dia duduk di depanku tanpa dipersilahkan. Wajahnya yang memandang kasihan ke arahku sungguh menghina. Aku membuang muka.

"Kau bukan siapa-siapa di sini. Jake tetap akan bermain di sequel kedua. Sebaiknya kau menurunkan dirimu dari menara kesombonganmu. Itu tidak akan pernah baik untuk bisnis di dunia hiburan."

Aku beringsut membereskan barang-barangku. Sayang sekali lima belas menit terbuang begitu saja, apalagi kopi yang ku pesan baru kuhisap dua kali, dan masih penuh. Tapi untuk kebaikan aku harus meninggalkan orang sejenis Derek secepat mungkin.

"Permisi."

Cepat-cepat menyebrangi ruangan kedai menuju pintu keluar sebelum Derek menyaut.

"Kau meninggalkan sebuah catatan kecil, Nona. Hey, coba kulihat."

***

Ini merupakan lanjutan dari postingan cerpen Orange Juice yang saya posting bulan Mei 2013. Setahun menimbun ide ini, akhirnya ada kesempatan untuk dikeluarkan. 

Salam,
-uy-

Monday, 5 May 2014

Cara Download Lagu Dari Soundcloud

Dewasa ini, mendengarkan musik bahkan menjadi semacam kebutuhan untuk sebagian orang. Life without music is like soup without salt. Hidup tanpa musik bagaikan sayur tanpa garam *kayak lagu dangdut. Maka, ketersediaan media yang bisa mengakses ribuan lagu dari jenis-jenis musik di dunia mutlak diperlukan.
dari google
Soundcloud sebagai salah satu situs berbagi-pakai file-file audio mampu menjawab kebutuhan para pecinta musik. Cukup login dengan akun facebook dan nikmatilah ribuan musik dari seluruh penjuru dunia. Layaknya situs berbagi-pakai video, Youtube, soundcloud juga memungkinkan user untuk upload file, bisa musik favorit kalian atau pun musik kreasi sendiri; like postingan user lain yang nantiya akan terdaftar pada list like; membuat playlist music kesukaan berdasarkan genre, artist atau pun album.

Mengikuti kemajuan jaman yang segalanya serba mobile, soundcloud juga tersedia dalam bentuk aplikasi mobile yang bisa didownload dari apple store dan juga google play. Hal ini membuat musik dan playlist user bisa diakses dari mana saja dan kapan saja, selama quota data mencukupi. O-ow.

Dikarenakan menikmati dari soundcloud itu perlu yang namanya quota data, maka dengan senang hati saya akan membagikan tips cara download lagu dari soundcloud yang mana nantinya file tersebut bisa kalian putar di PC atau pun HP tanpa pulsa. No software installation needed! Berikut step-by-step download lagu dari soundcloud:

  1. Buka situs soundcloud.com dari browser kesayangan kalian. Chrome, mozilla atau pun opera juga boleh. Mau pake IE? Terserah sih.
  2. Sign up untuk registerasi atau Sign in dengan akun facebook kalian.
  3. Ketik lagu kesukaan kalian di field search
  4. Dari ribuan list result yang muncul cobalah putar beberapa dan pilih yang kualitasnya menurut kalian paling bagus dengan cara klik pada nama filenya. 
  5. Copy link tab dari lagu yang kalian pilih.
  6. Bukalah tab yang baru lalu ketik sounddrain.com
  7. Paste link yang telah dicopy pada field download sounddrain.com
  8. Tunggu beberapa saat sampai link download muncul di atas field download. 
  9. Setelah muncul, klik kanan pada link download, lalu pilih "Save Link As". 
  10. Setelah itu muncul screen untuk pilihan di folder mana file download akan disimpan, juga ketik dengan nama apa file kalian akan disimpan. Klik Save.
  11. Just wait a sec file akan terdownload.
Sebenarnya selain dari soundcloud.com mungkin kalian sudah kenal dengan situs-situs download mp3 yang lainnya. Tapi, satu yang perlu saya tekankan kenapa download lagu dari soundcloud itu recommended bahwa kualitas filenya rata-rata bagus.

Sekian tips cara download lagu dari soundcloud, semoga bermanfaat.

PS. Cara download ini hanya berlaku di PC, no smartphone.

Saturday, 3 May 2014

MovieReview: Disturbia (2007)

Your mind is in disturbia, it's like the darkness is the light! _Rihanna - Disturbia

But wait, ini bukan tentang lagu Disturbia-nya Rihanna.

Jadi, seharian pas libur May-Day 1 Mei kemarin saya menghabiskan waktu di kosan. Beres-beres kosan dari bangun sampai sekitar pukul sembilan pagi, nyari sarapan, isitrahat sebentar, lalu berakhir dengan tiduran sambil nonton beberapa koleksi movie terbaru di harddsik saya. Tidak semuanya baru sih, contohnya yang akan saya review saja merupakan film yang dirilis tahun 2007 silam. Ya, Tuhan. Itu berarti saat film ini dirilis saya masih duduk di bangku SMP kelas 2 dan saya baru bisa menikmatinya sekarang, 2014?! Tujuh tahun setelah perilisan. Sungguh! Alhamdulillah tapi dengan internet segalanya bisa lebih cepat sekarang.

Jadi kemana-mana nih pembahasannya.

dari google
Disturbia menceritakan seorang remaja laki-laki bernama Kale(Shia Labeouf) yang mengalami depresi karena kedukaannya ditinggal oleh sang Ayah. Kehilangan sang panutan membuatnya lepas kendali hingga saat disinggung tentang Ayahnya di kelas oleh seorang guru bahasa Spanyol, Kale mendaratkan tinjunya di wajah sang guru. Kale menerima vonis tahanan rumah selama tiga bulan. Hukuman ini telah diringankan mengingat usianya yang belum genap 18 tahun.

Salah satu pergelangan kaki Kale dipasangi alat pelacak guna memberikan alert kepada kepolisian bila Ia telah melewati radius 100 meter dari alat receiver di rumahnya. Tiga bulan tanpa sekolah dan bermain di luar merupakan momok yang menakutkan untuk seorang remaja. Maka Ia mencari kesibukan untuk menghilangkan kejenuhan. Dia mendapati kesenangan mengawasi segala kegiatan yang dilakukan tetangga samping-depan-belakang rumahnya. Apalagi mendapati tetangga yang baru saja pindahan memiliki anak seorang remaja wanita yang seusiaan denganya.

Andai saja tidak ada alat pelacak sialan di kakinya, maka berkenalan dengan Ashley(Sarah Roemer) bukanlah hal yang sulit. Akhirnya mereka hanya bisa berinteraksi di halaman saja hingga suatu hari Ashley masuk ke dalam rumah Kale dikarenakan Kale tertangkap basah mengintip Ashley yang sedang berenang.

dari google
Alur film ini hampir saja datar jika tidak ada Mr.Turner(David Morse) tetangga di depan rumah Kale yang dicurigainya sebagai pembunuh kejam dari berbagai kasus pembunuhan di kota-kota Amerika. Kale mengumpulkan banyak bukti hingga Ia begitu yakin dengan spekulasinya. Ia tidak sendirian, ditemani Ronnie(Aaron Yoo) karibnya dan Ashley mereka terus mengintai kegiatan Turner.

Ketegangan semakin memuncak setelah adanya seorang gadis dari klub malam yang dibunuh oleh Mr. Turner. Kejadian ini bisa saja terekam oleh kamera Kale andai saja dia tidak sedang asyik berciuman dengan Ashley. Diujung cerita Kale melangkah terlalu jauh hingga mempunyai masalah besar dengan Mr. Turner yang menculik Ibunya di depan matanya sendiri.

Overall, menurut saya ini merupakan salah satu film Shia Labeouf yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Memang jalan ceritanya cukup sederhana. Seorang remaja yang menajalani hukuman kurungan di rumah lalu mendapati sang tetangganya adalah pembunuh, hanya itu. Tapi ide cerita yang sederhana ini berhasil mengantarkan permainan emosi yang lumayan teratur hingga saya menyebutnya "Unik".

Penasaran aksi Shia Labeouf, pemeran Sam Witwicky di transformer ini menyelamatkan sang Ibu dan menciduk sang pembunuh? Silahkan download filmnya di ganool.com.

Ini dia trailernya...



Thursday, 1 May 2014

#puisi Musnah I

Kau diselimuti semangat, sedikit ketakutan akan hari esok
Campuran yang seimbang mengingat buruknya berlebihan
Kau masih melangkah, menapaki terjal tanah berkoral
Keputusan terhebat kendati terhimpit siasat

Angin adalah pengingat kesejukan yang tenang
Kerikil menggambarkan kerendahan berkekuatan
Tanah, perumpamaan yang matang akan akhir sebuah tujuan
Tapi, kau berapi

Kesadaranmu terkalahkan ambisi
Kau buta bahkan untuk melihat wajah-wajah polos
Lalu kebersatuanmu yang terlambat meleburkan kekerasan di dalam
Amarah, hal lain yang membutakanmu

Maka bakar saja apa-apa yang menghalangimu
Toh, kesombonganmu seakan semesta terlihat mendukung, pikirmu!
Musnahkan saja jenis-jenis mereka yang menghambatmu
Bukannya Kau telah terbiasa membunuh?

Aku hanya perlu melakukannya sebelum mereka melakukannya terhadapku!

Sunday, 20 April 2014

#puisi Teruntuk Gelap

Langkah ini diharapkan menuju terang, tapi terang bersekutu
Maka kutujukan pada sang asal, kecewa kudapatinya dengan terang
Kudaki hingga puncak tertinggi, harapan memandang dan mengerti
Sekali lagi berubah-ubah, terang dan gelap

Kami menjalankan hukum alam
Akan selalu seperti itu, bahkan sejak kau terlalu polos hingga sekarang
Aku melihat kelemahanmu, kau dunia yang terperangkap
Beruntunglah karena aku dan terang adalah sekutu abadi
Begitu pula dalam menemani manusia, selamanya

Lalu bagaimana dengan para bangsawan yang melenggang penuh keanggunan
Tiada gelap yang terlihat di sutra dan perangainya, hanya penuh dengan terang
Aku membaca, seakan mampu, apa jawabanmu
Tapi berhati-hatilah karena ribuan jaringan di kepalaku selalu menuntut lebih
Tak pernah ada kesempatan yang terbengkalai lalu menghilang diterpa ingatan dan keduniawian

Mereka pun layaknya engkau, dunia yang terperangkap
Hanya saja kau istimewa, mahluk langka
Dan sekutu-sekutu dunia merangkai skenario yang tentunya istimewa, berbeda
Kau melihat dari sudut berbeda, kau mengerti bahkan sebelum penutur mengakhiri setiap kalimatnya
Kau hanya lahir dengan keistimewaanmu, dan itu cukup

Apa nama untuk kesediaan manusia menunggu? Sabar.
Baiklah, maka aku sedikit lebih bijak untuk mengatakan bahwa Ia pun tak sendirian
Adalah tergesa yang mendampinginya
Dan mahluk kecil ini terjangkit keduanya
Ah, memang tak akan ada yang pernah luput
Kendati tidak hari ini, besok mungkin

Kami benar-benar tidak berhak atas penjelasan yang akan selalu melebar ini
Karena melihat mata mungilmu adalah membuka banyak rahasia dan pemikiran milenium
Kendati kayak kebaikan, tapi kami ragu akan keseimbangan suasana sempit
Kau selalu lebih tahu, Raja dunia yang terperangkap

#puisi Senja, Kau Kini

Senja, mestinya berpelitur jingga yang menawan
Dilengkapi kecenderungan langit yang menggelap
Disambut dengan pemikiran bersih
Dinanti dengan catatan-catatan indah

Senja, dulu kau diwarnai
Langit gelap disingkirkan, sengaja berlama-lama denganmu
Wajah kemenangan menyambut semburatmu
Aku terduduk dengan pena dan kertas

Senja, kini kau kuhindari
Aku membiru ingin bermanja dengan surya yang gagah dan menghangatkan
Mengalirkan energi daripadamu yang mengantarkan gundah
Terkulai tubuh ini menerima tajam yang melembut

Senja, kau memori
Dimana aku melarikan diri dan menemuimu, bahkan mengadu
Kau tampak berbeda
Apa aku yang berubah?

Katakan kau menanti cerita hari ini, esok atau pun lusa
Katakan kau akan menjemput jinggamu, menawanku kembali
Jiwa adalah kebebasan untuk memilih
Tapi tubuh adalah pembatas
Maka apa daya, kau pun hanya hamba

Sunday, 13 April 2014

#puisi Hilang III

Kan masih ada dingin dan sedikit kehangatan
Hijau yang tenang dan biru yang penuh misteri
Langit mengawasi dan bumi merekam jejak
Pena tetap mengalir dan tangan setia menulis

Mendung datang mengkhawatirkan
Cerah menyusul menyengat badan
Luas melapangkan, keterbatasan menaklukan
Hitam menawan asa, putih mengembalikan

Petuah-petuah berkeliaran di kepala
Satu per satu menekankan kewarasan
Lalu kehilangan membentuk setan
Busur yang menegang mengancam pilihan

Pencarian ini hanya harus berhenti
Lalu dimulai di lain hari
Seperti warna-warna yang lama bersemi
Mereka memberikan gelap di beberapa saat 

#puisi Hilang II

Kerikil-kerikil menusuk dingin
Secepat mungkin kaki melangkah
Selanjutnya rumput yang basah
Membusuk menjijikan
Dan mendung disusuli hujan mengucilkanku

Dalam kehijauan yang menggelap
Tergenang bara dan membekukan-melelehkan
Rintik yang mengecil menggema menjemput kesadaran
Itu matahari, tidak jelas, atau apalah
Hanya saja menghangatkan

Dipaksa untuk mengerti
Yang hilang kan menguatkan
Biarkan sementara menepi
Redamkan ketidakjelasan


#puisi Hilang I

Menulismu lagi dalam puisi
Menyentuhmu lagi kendati meraba-raba
Membaikanmu meski memperburuk
Menerkamu walau salah
Dingin, sebagian diriku memeluk

Kepalaku terjebak pada lirik "Apa kabarmu? Kabarku baik-baik saja."
Lalu jemariku merespon dan bertindak
Menyeruak seketika layaknya terbuka
Di balik cahaya kemerahan, itu dirimu

Seperti laskar meneguk kemenangan
Aku berlari beringsut tak tenang
Layaknya malam menyambut pagi
Tak sabar mataku terbuka...dan kau hilang


Tuesday, 8 April 2014

#puisi Mungkin Iblis

Setiap langkahnya adalah kegelapan
Kendati tersenyum namun bersiaplah kan menerkam
Kan mencengkeram, menghujam tajam menyembur segar
Itu dia darah merah deras

Tiap ucapnya adalah pengekangan
Terlihat berpetuah dibaliknya sampah
Kan menenggelamkan, mencekik hingga suara memekik
Itu dia yang bengis

Lalu ingkar salah satu perangai
Hari ini meloloskanmu kemudian menjebakmu
Mungkin kau terbebas, lihat saja nanti
Ainulyaqin, sekilas terlintas

Mungkin gila,
Mungkin abnormal,
Mungkin hantu,
Mungkin setan,
Mungkin Iblis, cocok!

Jebakan, penjara, ranjau, fitnah...
Aku menyimpan banyak kata-kata kotor untuk si pemukul dada
Si lantang yang berlebihan menentang batas, batas antara malam dan siang

Iblis!

Friday, 21 March 2014

#puisi Lena, Lara

Bila ingin kumemproklamirkan
Maka jiwa yang seakan mampu terbaca penyebabnya
Tapi sebagian memimpikan keabadian
Dipendamlah serapat-rapatnya, tak segaris sinar menyelinap masuk

Karena lena memabukan
Berbagai energi dan cahaya dipendarkan
Dan karena jarak yang sepersekian mili
Air murni ini kotor, menyebarkan infeksi pada sang inang

Rasanya seperti kau hanya akan selalu tersenyum
Layaknya Dia adalah pelindungmu
Tak mengenal ruang dan waktu
Tapi karena bumi dan bulan menganalogikan
Kelumpuhan dirayakan

Lagipula resah mengundang lara
Telah lama tak ada di ingatan, tapi sekali lagi mencuat ke permukaan
Mungkin menyapa kekejian yang semakin nyata
Atau mungkin menegaskan teritori palung gelap

Perkata ini menyayup ke kejauhan
Samar-samar bak melantunkan nyanyian
Dari dalam, dari sunyi
Perlahan membuka lena dan lara
Berkisah di telinga

#puisi Rekaman

Diputarkan kembali pada masa-masa pelayaran yang gelisah
Menghempas karang, menantang lautan, menghujam badai
Dalam kesiagaan dan kepayahan
Tetap dengan terpaksa dikeraskan

Inginnya mengerti sikap-sikap kebangsawanan
Tapi oposisi lebih menyenangkan dan menarik perhatian
Maka lenyaplah pelita diri yang murni
Berganti perangai baru, harapan elok namun membelok

Satu rekaman yang abadi bahwa sebelum badai terbesar aku melihat tanda-tanda
Daun-daun gugur yang resah dibuai angin, seakan memberat enggan beterbangan
Kolega-kolega yang seakan sumringah mendapati kepanikan ini
Dan diri layaknya meramalkan garis-garis tangan

Seketika itu pertahanan utama diperkuat
Mantra dan petuah bertahan dalam dua purnama
Selebihnya seakan sepenjuru pikiran telah memberi fakta lemah, benteng baja itu tembus
Pasukan troya bergeliat bak terbangun dari tidur panjang namun terlalu bersemangat

Penakluk, tak kau dayagunakan hamba
Untuk sekedar menerima titah
Bakti adalah harga mati
Tapi kau dibutakan mata dan ketidaksiapan
Aku pun tak melihat burung-burung penanda oasis

Penakluk, skenario ini murni milik-Nya
Kita dalam tingkatan yang sama
Aku kalah untuk kemenangan yang lainnya
Kau pun kuhapus demi kemenanganmu

Bila terlalu banyak tanya di kepala
Dan ribuan kalimat interogasi yang menuntut jawaban
Carilah suasana dimana dedaunan kering tertiup pelan dan semburat jingga sore menembus coklat tua yang lapuk
Rekamannya disana...

Tuesday, 18 March 2014

Kangen Emak Pisan!

Sudah delapan bulan semenjak lebaran Idul Fitri saya belum mudik lagi ke Tasikmalaya. Rasanya seperti puasa yang seharusnya maghrib berbuka ini malah belum pasti kapan berbukanya. Rasanya itu kangen pisan, euy. Kangen dengan suasana rumah yang hangat, halaman yang asri dipagari pepohonan bambu yang ujung-ujungnya bergemerisik tiap kali angin berhembus, juga aroma tanah kering sore hari dan canda tawa anak-anak kecil yang bermain dengan permainan tradisional.

Yang paling kangen ya tentu kangen emak... Rasanya 8 bulan tidak berjumpa seperti mengikis semangat diri sendiri setiap harinya. Alternatif mengurangi rasa kangen biasanya cukup dengan telpon di hari minggu. Tapi tidak untuk kali ini. Saya sudah tidak tahan. Seandainya setiap hari adalah awal bulan mungkin detik dimana saya merasakan rindu yang teramat sagat, di detik selanjutnya saya sudah memutuskan bahwa saya akan mudik sekarang juga. But, you know lah nasib karyawan.

Maka saya memutuskan tanggal 29 Maret untuk mudik. Lumayan hari seninnya tanggal 31 libur juga. Dan agak sedikit ragu sih apa mungkin waktu dua hari itu cukup untuk melepas rasa kangen terhadap kampung halaman dan segala yang ada di sana, termasuk sahabat-sahabat saya? Kalau untuk berjumpa emak sih disyukuri aja bakalan seharian penuh take quality time with her, ah. Untuk bertemu sahabat-sahabat sepertinya tidak ada waktu. Aduh padahal udah ada rencana dengan Mba Elsawati Dewi.
Jadi gak enak.

Tapi, mudah-mudahan bisa deh. Lihat sikon aja entar. Aamiin...

See ya, everyone...

Monday, 17 March 2014

Lost In Paradise

Well, Hello insan blogger semuanya...

gambar dari google
Saya ragu apakah masih ada dari Anda yang mengingat saya...dikarenakan saya akhir-akhir ini jarang sekali melakukan blogwalking. Sibuk kerja, tentunya itu yang menjadi alasan utama. Padahal udah kayak bikin perjanjian dengan diri sendiri bahwa sesibuk apa pun untuk menulis/posting di blog tetep harus dijalanin. Tapi, ya apa dayakulah...hamba hanya manusia biasa...

Lost In Paradise? Meminjam dari salah satu judul lagu-nya Rihanna di album unapalogetic. Lost in Paradise, Hilang/Tersesat di Firdaus(Surga). Seperti itulah yang saya rasakan sekarang ini. Lebih spesifik saya merasa bahwa blogger adalah surga dimana saya bisa melakukan kegiatan menulis dengan menyenangkan. "Bisa" bikin postingan sederhana pun sudah membuat saya bahagia, apalagi didatangi oleh Anda-anda semua...plus dengan komentar yang membangun membuat saya merasa "I belong here...". Terimakasih :D.

Kembali ke notebook(laptop punyanya Tukul). Blog sebagai surga menulis dan Lost perasaan hilang, nyasar, tidak tahu arah, harus bagaimana karena lambat laun feel menulis saya seperti ikut-ikutan menghilang. Tapi saya 100 % bahwa passion saya adalah di bidang linguistik seperti ini. Tidak untuk yang lainnya. Meski sedikit keterampilan bidang lain pun merupakan nilai tambah.

Paragraf di atas sungguh tidak padu.

Ya, sudahlah...Ya, Alloh beri saya cahaya-Mu di lorong yang gelap ini...Aamiin.

Sunday, 9 March 2014

#puisi Dunia di Kepala

Pada banyak masa siaga dan lengah
Mengalir dalam ribuan kapiler darah
Yang murni meyakinkan, buruk meragukan
Kuasa tertinggi mungkin jauh di sana
Ah, analogi yang salah

Jadi kisah-kisah itu berlarian, melemah dan hampir hilang
Dan disadari bahwa tidak hanya waktu yang bersalah
Penguasa mampu menuduh siapa
Tapi logika adalah identitas

Ada pun gejolak-gejolak yang diabaikan
Meletup-letup bila saja pemegang titah terbebaskan
Untuk kembali membakar ragu
Dan membangun dunia di kepala

Hal luar biasa yang tersisa, dunia kompleks yang terancam punah
Harus ada pengharapan akan perlindungan
Karena hidup akan selalu berdampingan dengannya, dunia di kepala

Monday, 3 March 2014

#puisi Dialah di Hati

Kendati waktu mencekik kesempatan
Dan senja adalah batasan
Di barat-timur, utara jua selatan
Tapi bagi-Nya tiada halangan

Dan bila manusia-manusia terlalu jauh
Terlelap dalam balutan dunia nan elok
Bahkan terlalu sering melahap kesalahan
Adalah mudah memisahkan kepada dari badan, untuk-Nya

Meski telah ribuan mil kau tempuh
Menyibukkan diri hanya untuk menghindar
Dia di titik terdekat dalam dirimu
Dialah di hati

Karena setiap kepala mengepalai tubuh yang terlahir untuk kebaikan
Maka, seberapa picik setan merangkulmu
Adalah Dia yang tetap kau rindu
Dialah di siang-malammu, pagi-soremu, ruang-waktumu, hidup-matimu
Dialah di hati...

Sunday, 2 March 2014

#puisi Hujan Kali Ini

Menulismu seperti menjamahmu
Menyentuh wajah, mata, hidungmu
Menerjemahkanmu layaknya memahami bahasa tingkat tinggi
Sering kali gagal, beberapa berhasil

Mengundangmu dalam hujan
Biasanya menyenangkan dan menginspirasi
Membangkitkanmu dalam dingin
Kerap kali menjadi identitas kalimat-kalimatku

Tapi waktu telah berperan
Aku kehilangan kemampuan untuk selalu menghidupkanmu dalam mimpi, hujan, dan dingin
Dan setiap rintik hujan hanya akan terus mengaburkanmu

Kiranya aku berhasil bertahan hidup tanpa harus menjadi parasit yang dulu kerap kali termenung lama...mencarimu
Hujan kali ini memperlakukanku layaknya normal
Hujan kali ini...menyingkirkanmu dengan anggunnya

Thursday, 27 February 2014

#puisi Kemarilah

Tinggalkan wajah-wajah semu itu
Palingkan pada bersitan-bersitan yang seakan bersemburat
Mereka memberi tanda, mereka menyambut bangga
Kemarilah, rebahlah di bumi pengharapan

Lepaskan penat dan dahaga di batas antara jeruji dan udara
Seharusnya kau mampu lebih cepat
Karena mereka sekali lagi memberi tanda, seakan tak sabar
Kemarilah, menetaplah di bumi berpelitur warna

Atas jiwa yang kian tak terusik
Dalam malam badai dan siang terik
Terlebih kekuatanmu di labirin-labirin waktu dan permainan emosi
Karena tertakdir untuk mereka menanti
Hati-hati yang hanya terlihat rapuh

Kemarilah,
Kau di batas kekangan dan kebebasan
Berjalanlah,
Terus ikuti lentera-lentera yang hanya sebatas redup
Berlarilah, kemarilah...

Didedikasikan untuk EIS, rekan yang selalu kuat... :)

Saturday, 22 February 2014

#puisi Hinanya

Banyak tertulis dalam kalimat rumit
Ketidakpuasan, penuntutan atasnya
Tersaji untuk dibaca secara terbuka
Tanpa tabir penghalang, pun kesemuan

Karena keterbatasan cakupannya
Dan sedikit rasa malu yang terikat dengannya
Tiap kali kelu dan diurungkan
Parahnya bahwa ini bahaya

Tapi seperti memakan spesiesmu sendiri
Tampak kepuasan yang sedetik kemudian redup
Tetap berpagutan kebisuan
Aku bungkam

Dan di kedalamannya berserakan bak tak berpenghuni
Dimana gerangan mereka?
Menunggu untuk sang pemegang titah?
Atau berjalan jauh dan akan semakin jauh?

Tidak seharusnya aku membuang waktu

Friday, 21 February 2014

SongReview: Christina Aguilera - Hurt

Setelah cukup produktif(mungkin) dengan menelurkan tiga puisi sederhana di awal bulan Februari ini akhirnya saya mengalami kebosanan and this is it postingan Review Lagu Jadul: Christina Aguilera - Hurt.

Seems like it was yesterday when I saw your face...

Langsung saja dengan mendengar lirik pertama lagu ini membuat pikiran saya terbang ke masa lalu. Yesterday I saw your face. Ini merupakan lirik yang mungkin biasa, banyak diadopsi lagu-lagu lainnya. Namun dengan pembawaan yang pas dari si penyanyinya dan dipadukan dengan denting piano yang indah, hal ini secara otomatis menciptakan efek yang langsung membuat pendengar mampu menikmati cerita yang akan diungkapkan lagu ini.

Secara singkat lagu ini menceritakan pengalaman hidup seseorang yang mengakui seberapa menyesalnya dia telah meninggalkan pujaan hatinya, menyalahkan segalanya pada seseorang tersebut hingga pada saat sekarang ini barulah dia sadar bahwa dengan melakukan hal-hal yang menyakiti pujaannya adalah tindakan menyakiti dirinya sendiri.

You told me how proud you were but I walked away
If only I knew what I know today

Benar-benar tindakan bodoh untuk meninggalkan orang yang benar-benar merasa beruntung telah memiliki kita di sisinya. Dan saya orang bodoh itu.

Kayaknya kalau dijelaskan perlirik bakalan panjang, panjang banget dan pastinya seperti membasuh luka lama dengan air garam. Well, saya stop sampai disini saja lah...See you everyone...




Friday, 14 February 2014

#puisi Refleksi

Matahari tepat di kepala
Goresan sejarah dari tinta seribu meleleh lalu menguap
Mengaburkan memori-memori jauh sebelum sempat terkuak
Hampir mencapai permukaan, sebelum alzheimer menitah

Embun dan kebekuan ditantang
Dengan tubuh tipis dan dada yang datar
Karena cahaya di titik terjauh sumber gairahnya
Abaikan mulut-mulut besar dan para pemain sosial

Tapi,
Hanya seperti tetesan pelepas dahaga
Ah,
Hanya butiran salju di sahara

Lalu, masa itu adalah era hijrah
Dari ketinggian ke dataran rendah
Menyapa gravitasi dan rasa keberpijakan kaki di bumi
Namun jiwanya yang terlalu sepi

Bertanya pada keresahannya
Ada penyelesaiankah di sana?
Kapan kau meningalkanku?

Yang tersisa hanya metafora dan perumpamaan
Aku adalah pencipta teori dunia di kepalaku
Tepat dibawah matahari, di atas poros dunia
Dan refleksi, tinggalkan baikmu

Wednesday, 5 February 2014

#puisi Beku

Tanpa sandaran andalannya
Yang memudar tiap kali melintas di ingatan
Dia selalu tahu detik-detik berikutnya
Geram, emosi, lalu sunyi, senyap

Pria yang mendayung dengan hati-hati,
Pria lain yang terlalu mengekang kebrutalan,
Dan wanita di antaranya mengunci monster

Seperti biasa khalayak terpincut ketidakwarasan
Tergoda kesempurnaan yang tiada
Mencampakkan pria lain dan wanita

Sangat dingin, bahkan jika sekutuku api neraka
Hanya akan berkeretak di detik sebelum ketiadaan
Beku

Rintih gigil ini akan terkenang
Di batas biru dan jingga, di pucuk-pucuk harapan yang tinggallah cerita

Bahwa waktu adalah sementara
Dan sepi akan terus membeku
Kendati aku mencair, tapi sendiri

Saturday, 1 February 2014

#puisi Malam-malam

Didengarkan nyanyian sunyi
Mengundang kisah-kisah belati
Dalam kerumitan pikiran manusia
Bagaimana bisa diabsahkan logika?

Dalam kurun seribu-sepuluh ribu tahun
Tak akan cukup, tak akan pernah
Kita dipermainkan penat dan sejuk
Mengkoalisikan keduanya malah petaka

Menyayup menggelitik jiwa
Terpanggil dari kejauhan tak terjamah
Dalam lisan, telepati dan teknologi
Dilindas dengan sesadar-sadarnya, sempurna

Ketakutan yang merindukan penasaran
Butakah di sana yang selalu lebih bisa melihat
Ataukah kematian memilihnya, lebih kejam dia yang memilih?

Tak apalah, toh di jantung, memori dan aliran darahnya terinfeksi sudah
Tak ada pengampunan, begitu pun bagi si pengaku
Mil-mil itu mengalahkan keseimbangannya
Hingga malam-malam terus mengekor

Sunday, 5 January 2014

Happy New Year... (If I May)

Well, yeah... Here we go, 2014. A new year, a new hope, a new beginning.

Of course from google
Happy New Year, Everyone!

Look, I know that it's so weird when The Real New Year, the real first of January, had passed away, I have been just beginning my first new year posting. But, like all normal people I do have my own reason why. Kind of much reasons I have, but actually big mouthed people are not always allowed to sound their voice in order to influence their way of thought. Their refers to not big-mouthed. Hit me! By trying to explain about big mouth, it seems like I have stated that I am the one of them. It spent much characters.

Enough for chit-chat and talking trash. You have been so wondering what will I post in this blog beside saying a late happy new year.

Everyone, I was spraying my room with an air freshener to every angles and when it was getting to my opened door...Gotcha... There you are...a cat was like close her/his(I do not know he/she female or male) eyes, mesmerized by the perfume smell and her/his tongue just like licked the air, trying to catch the taste of it which earth occupant know it is a bitter, sugar less. And just in a second his/her face fade away with a disappointed expressions.

google's property
Hm... I am kind of a lonely guy with an unexpected life for now. I see Brittany S. Pierce has a cat. Will I get a pet? Should I?

This is it. Thanks.

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...