Sunday, 31 August 2014

Sia Furler Profile

Selamat pagi, pembaca setia blog Uyo Yahya
Terlahir dengan nama Sia Kate Isobelle Furler, Sia merupakan artis asal Australia yang kini menetap di Amerika. Namanya pertama kali mencuat ke publik setelah satu single-nya pada 2012, hasil kolaborasi dengan DJ kondang David Guetta, yaitu Titanium mencuri perhatian banyak pecinta musik. Kemudian disusul dengan dengan kolaborasi kedua mereka dalam "She Wolf(Falling to Pieces)".

Namun ada satu hal yang lebih membuatnya istimewa. Ternyata, artis berusia 38 tahun ini jago sekali dalam membuat lagu hits untuk artis-artis yang lain. Sebut saja Christina Aguilerra, Ne-Yo, Celine Dion, Rihanna, Britney Spears, bahkan Beyonce.

Untuk lebih jelasnya, berikut daftar lagu karangan Sia untuk beberapa penyanyi terkenal dunia:

1. Christina Aguilera - I Am
2. Lea Michele - Cannonball
3. Rihanna - Diamonds
4. Eminem - Guts Over Fear
5. Ne-Yo - Let Me Love You(Until You Learn to Love Yourself)
6. Celine Dion - Loved Me Back to Life
7. Britney Spears - Perfume
8. Beyonce - Pretty Hurts
9. Florida - Wild Ones
10. Official Fifa World Cup 2014 - We Are One(Ola Ola)

Tentu, semua lagu tersebut berhasil mengantarkannya menjadi salah satu penulis lagu tersukses saat ini. Mengantongi sukses sebagai penulis lagu, Sia mencoba peruntungannya untuk menyanyikan sendiri lagu-lagu karangannya baru-baru ini. Beraliran downtempo dan pop, bahkan ada sedikit reggae, album terbarunya 1000 Forms of Fear, dengan single Chandelier telah membuktikan bahwa Sia juga lihai dalam hal menyanyi.

Untuk lagu-lagu Sia sendiri yang saya rekomendarikan adalah sebagai berikut:
1. Chandelier
2. Elastic Heart(OST. The Hunger Games: Catching Fire)
3. Soon We'll Be Found
4. Big Girls Cry

Satu hal yang menarik dari Sia adalah keputusannya untuk tidak menampilkan wajahnya di depan kamera, baik itu dalam video clip, interview dan acara-acara off air, Sia akan membelakangi kamera. Ditanya alasannya, sang penulis lagu bertangan dingin ini mengatakan: "Menjadi terkenal merupakan ketakutan tersendiri bagiku. Aku tidak ingin dikenali dan tidak ingin mendapat kritik tentang bagaimana aku harus berpenampilan."

Penasaran dengan suara penyanyi-penulis lagu ini. Berikut merupakan lagu Elastic Heart, salah satu lagu yang sedang sangat saya sukai dari Sia:


Sekian.

Salam,
-uy-

Wednesday, 27 August 2014

#puisi Pepatah Istimewa

Hey, hey
Bukan nampakmu yang kan menariknya
Hey, hey
Sadarlah, kau tahu yang terbaik untukmu

Tanyakan pada hati kecilmu saat menjelang waktu tuk terlelap
Tanyakan pada bayanganmu saat mereka tak ada
Hanya di keheningan, meresap perlahan kau kenali
Tanpa mulut-mulut yang asal berucap

Hey, hey
Kau tetap istimewa di mataku
Biar, biarlah
Kesempurnaan hanya milik-Nya

Maka tambatkan pada dermaga-dermaga yang dikecup surya
Bukan palung gelap penuh kejutan dan misteri
Pada kuncup-kuncup bunga yang menanti mekar dengan setia
Bukan unisel yang membelah cepat-cepat

Hey,
Menataplah ke depan, masa lalu selalu bisa dihidupkan, maka biarkanlah di tempatnya
Kau,
Kaki-kaki lenjangmu saja mengarah ke depan, Tuhan membentuknya sekian rupa
Tak perlu lagi kau tanyakan mengapa

Teka-teki dalam kepalamu, itu dirimu
Yang kau kenakan, yang mereka bilang, hanya tipu daya
Pemikiran cemerlangmu, dari sanalah kau mengundang banyak mata
Tapi jangan lupa ungkapkan dalam kata
Bicaralah kendati terbata

Tuesday, 26 August 2014

#puisi Jika Emas Tak Berkilau

Kita hanya terlalu terbiasa melihat sang raja siang bersombong ria dengan energinya tak mengenal waktu
Pagi, garis-garis cahaya menembus awan hingga berlabuh di bumi
Siang, tentu saja, sebagai ranah kekuasaannya
Sore, semburatnya masih bertahan dan layak dinantikan
Pun malam, tetap menyelinap meski meminjam tubuh sang bulan

Hal lainnya, kita teramat lazim dengan mahluk-mahluk penuh pesona memabukan
Wajah, hanya sekali pandang mampu dengan cepat terlukiskan di ingatan
Perangai, dahsyatnya memercikan rasa-rasa yang aneh - cenderung menguar naluri kebinatangan

Pernah terpikir bagaimana jika emas tak berkilau?
Dia tetap mulia meski tak menguarkan kharisma
Sebagai nilai tambah, keberadaannya abadi kendati tersembunyi

Jika saja emas tak berkilau
Akan banyak wajah terpelihara kemurnian auranya
Dan jiwa-jiwa yang tak akan menghancurkan kesejatiannya
Jika emas tak miliki kilau
Ada banyak kesan yang terpatri abadi
Tanpa perlu menemukan titik itu dari luar

Luar biasa, manusia tidak perlu membaikan diri untuk selain yang Terbaik
Jika emas tak berkilau

Tuesday, 19 August 2014

#puisi Coba Tebak!

Coba tebak apa yang kusembunyikan
Sering kali menghindari khalayak namun akulah magnet keramaian
Bertingkah senormal mungkin berhasil menemukan identitas baru
Coba saja tebak!

Inilah manusia yang menunduk untuk menengadah, menantang langit
Yang tak terjamah surya hingga berlumutan seakar hingga puncak
Yang tak nampak karena saking malunya
Coba terka!

Bahkan meliuk kanan-kiri
Katakan saja: melata! Jalang!
Dia tetap dengan noda-noda gelap di matanya
Mencari di setiap sudut bebatuan yang semakin keras karena dingin
Yang seakan semakin jauh bila terus dilayangkan dalam kepala, dalam tidur dan terjaga

Apalah, hanya mencari makna
Itu! Disana!
Hal yang dengan kau memilikinya maka hanya damai setia bersenandung di pagi, siang, sore, malammu
Coba Tebak!

Sunday, 17 August 2014

#puisi Gembala Kata

Terdampar, hanya sedikit tidak percaya bahwa rawa-rawa ini pijakanku
Tersesat, petuahnya hebat kendati membuat terlena dan kini terpaku
Pada peta duniamu-duniaku, pada pedati tak berkusir, pada pesan tak beralamat
Aku tertipu oleh benteng api yang tak menghalangi apa pun

Rasanya ingin meledak, namun lebih baik menyelusupkannya agar lebih dahsyat
Sekarang! Sabar, saat mulut-mulut itu lupa dengan perkataan yang mereka gembalakam, itu waktu yang tepat.
Selalu lebih manis, kau adalah petani madu.
Kau pelayan terhebat! Sajikan mereka kemurnian.

Aku tak remuk karena kau tak begitu kuat, kau melemah
Dan aku masih berjuang, menelusup, mencapai puncak, merebut kedamaianku
Kedinginan yang bahkan sempat menghianati, aku menjemputnya kembali
Maaf, kehangatan. Aku bersandiwara tepat di bawah hidungmu.

Aku tak terpuruk karena kau berjaya di matamu, kau tersungkur
Kan ku abaikan, merah darah di ujung napasmu
Mengalah untuk menang, mereka gembalaan yang setia
Aku tepat!

Monday, 11 August 2014

#puisi Masih Mahluk Tuhan

Kerap kali dalam dada seperti digumamkan: Ini elok tanpa batas
Sering, saat berselimut gairah, ketika terlumpuhkan lelah: Goresan kecil tak kan membekas jelas
Bak porselen-porselen cina, manequin-manequin jelita
Bagaimana seandainya bersua, matilah tak bersuara; dalam kepala

Butakan saja mata ini dari macam keindahan yang lain
Ini lebih dari ketujuh warna pelangi
Dan aromanya, kendati bukan melati
Tapi mewakili harmonisme alam bumi

Seakan rela mengenyahkan kemurnian yang kuyakin kan lebih bersemi
Melupakan padang emas siap panen, karena pesona memabukan ini
Aku bertaruh kaulah penjelajah yang menepis beribu lelah
Untukku, pujaan?

Masih mahluk-Nya, kekurangan yang sempurna
Masih untuk-Nya, pemilik sempurna

Redamlah lengkingan jiwa ini, ini hampir membuncah
Pasunglah musafir tak berarah ini, dia kan tersungkur dalam genangan kesedihan
Rajamlah, ciptakan kedamaian pada mahluk Tuhan pemuja yang masih mahluk Tuhan

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...