Tuesday, 26 August 2014

#puisi Jika Emas Tak Berkilau

Kita hanya terlalu terbiasa melihat sang raja siang bersombong ria dengan energinya tak mengenal waktu
Pagi, garis-garis cahaya menembus awan hingga berlabuh di bumi
Siang, tentu saja, sebagai ranah kekuasaannya
Sore, semburatnya masih bertahan dan layak dinantikan
Pun malam, tetap menyelinap meski meminjam tubuh sang bulan

Hal lainnya, kita teramat lazim dengan mahluk-mahluk penuh pesona memabukan
Wajah, hanya sekali pandang mampu dengan cepat terlukiskan di ingatan
Perangai, dahsyatnya memercikan rasa-rasa yang aneh - cenderung menguar naluri kebinatangan

Pernah terpikir bagaimana jika emas tak berkilau?
Dia tetap mulia meski tak menguarkan kharisma
Sebagai nilai tambah, keberadaannya abadi kendati tersembunyi

Jika saja emas tak berkilau
Akan banyak wajah terpelihara kemurnian auranya
Dan jiwa-jiwa yang tak akan menghancurkan kesejatiannya
Jika emas tak miliki kilau
Ada banyak kesan yang terpatri abadi
Tanpa perlu menemukan titik itu dari luar

Luar biasa, manusia tidak perlu membaikan diri untuk selain yang Terbaik
Jika emas tak berkilau

18 comments:

  1. keren kang puisinya, sarat makna :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya agak bingung membedakan kata sarat, bukan syarat y gan Jerry?

      Delete
    2. syarat: hal yang harus dipenuhi
      sarat: kandungan/mengandung banyak

      #sotoy hehe

      Delete
  2. emas jika tidak berkilau, pasti kadar karatnya yang sedikit, hehe

    ReplyDelete
  3. mas uyo ini puisi buatan sendiri nih

    admin nabil fayadh (devina putri herbal)

    ReplyDelete
    Replies
    1. buatan sendiri dah, mana ada saya copas kalo puisi...hehe

      Hi, mba vina...

      Delete
  4. jika emas tak lagi berkilau, maka bawa saja ke tukang sepuh biar berkilau kembali :) pissss.... v

    ReplyDelete
    Replies
    1. bawa saja kang bawa...sana pergi! :D

      Delete
  5. Baca puisi ini jadi inget emas saya yang diambil antek-antek asing, emas saya yang numpuk di bumi Cendrawasi dan dikeurk freeport...

    Salam dari Pulau Dollar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, kalo inget ke emas yang ono jadinya sedih...

      Delete
  6. Jika Emas tak berkilau, kemungkinan itu Emas Jawa.
    Iya kan Mas... he...

    ReplyDelete
  7. mas heri kok bisa emas jawa kang hahaha,... bagus puisinya, kayaknya bisa dijadiin lagu inih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, seandainya saya bisa memainkan jemari saya di dawai gitar. Apa daya, saya tidak bisa...

      Delete
  8. 2 jempol untuk Puisinya Mas, saya juga dulu banyak menulis Puisi dalam Blog Pribadi yang saya kelola tapi sekarang saya hanya Fokus menulis tentang bisnis Online dan Internet Marketing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih 2 jempolnya... Iya saya lihat mas lebih banyak posting tentang bisnis online and internet marketing.

      Delete

Blog Uyo Yahya menerima segala macam komentar yang memenuhi kriteria "Bebas tapi Sopan". Mangga, silahkan...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...