Tuesday, 2 September 2014

#puisi Dunia Di Kepala III

dari google


















Pagi yang biasa, terhentak tersibak cahaya
Letih yang terasa, selalu setengah mati tak pernah cukup
Oh, dengan harus mengandalkan badan dan kepala
Menebar siasat mengusir benih-benih sesal

Dan manusia pertama yang kutemui, selamat, meremukan pagiku
Menggoyah pikiran terbaik, berbalik memburuk dan menjadi yang terburuk
Terimakasih untuk menyadarkan bahwa umatku musuh terhebatku
Sementara itu, kaki yang diseret menemukan kesegaran
Berbalut serat-serat terlusuh

Di kepalaku bukit-bukit hijau yang terhampar
Langit biru tak berawan, kendati ada, menjauh dengan melihat tokoh pertama
Di pijakku adalah basah embun sisa fajar
Dan saat ku menoleh, adalah singa besar menyeringai, aku menghampiri dan memeluk

Masih di kepalaku, ribuan mahluk tercipta dengan sendirinya
Setiap detik, persekian detik dan setiap mata terpejam-terbuka
Apa hanya di kepalaku? Musik terdamai yang pernah tercipta berdendang tak henti-henti,
dari perairan, daratan, dan udara, pun bumi...

Ada sebagian mahluk,
Tidak lebih dari lima persen populasi dunia
Memelihara, mengembangkan, melestarikan dunia di kepala
Penasaran? Kau hanya perlu meluangkan waktu untuk ketidakwarasan

19 comments:

  1. aku mikirnya tadi kepala III itu masuk usia 30 tahun, tapi entah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya ada Dunia di Kepala dan Dunia di Kepala II, Mas...itu angkat urutan. hehe

      Delete
  2. Mantap nih ... ditunggu kepala IV Nya ... oya kunjungan perdana and salam kenal agan uyo

    ReplyDelete
  3. wahh saya sering mengalami ketidakwarasan tanpa meluangkan waktu lho, hehe. kan sisi-sisi manusia kadang demikian bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagian lebih waspada tentang bagaimana dia harus bersikap.

      Delete
  4. Wah keren sekali nich puisinya....
    Ditunggu edisi ke IV nya he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, mas heri...

      Ditunggu, ya.

      Delete
  5. kalo baca puisi itu , mikiran itu melayang jadi se akan2 memikirkan kata2 yang lagi di baca

    ReplyDelete
  6. kunjungan pagi mas, sambil ngicipi hidangan puisi puisi indah di selingi lagu lagu yang membuat hati jadi tenang....

    ReplyDelete
  7. a poem or a distinctive.. good luck pro :D

    ReplyDelete
  8. that specila poem but i don't evalate hight about quality the method you ussed in that a little and language is not flexible but it has good content

    ReplyDelete

Blog Uyo Yahya menerima segala macam komentar yang memenuhi kriteria "Bebas tapi Sopan". Mangga, silahkan...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...