Monday, 8 September 2014

#puisi Terjebak di Dalam

dari google














Percayalah, tak ada yang bisa memilih bagaimana kita terlahir dan dari mana
Tapi memiliki kesempatan untuk menentukan arah, itu lebih dari cukup
Percayalah! Dengan sedikit penekanan pada pelipis
Berharap kontak fisik akan sedikit membantu penyerapannya

Bagaimana dengan mereka yang terbiasa menunduk demi ketenangan ramai di atas ketenangannya?
Tiadakah kesempatan, atau memang hukumnya seperti itu, tak ada amandemen?
Lalu, bagaimana dengan khawatiranku tentang mereka yang terjebak dan tenggelam dalam lautan pemikiran yang rumit?
Padahal jatah kebahagiaan berbanding lurus penderitaan

Percayalah, berbagai cara kuno bahkan tercanggih pun tak ada yang mampu
Rasanya memang terpisah dari dunia ini, dan hanya dengan memegang rasa rindu akan pikiran waras yang coba dipertahankan
Meski dengan payah pernah sekali diungkapkan, tapi hanya seringai dan penolakan bodoh
Kasihan, seandainya dunia nyata semudah khayalan
Mereka tetap terjebak dalam malam yang menjadi siang dan siang menjadi malam

Ketakutan akan kepayahan yang berlebih, ketidakwarasan akan bagaimana mengelola pola pikir
Aku khawatir akan mereka yang setia sedari aku menyadari
Mohon, berhentilah!
Kalian hanya terlalu idealis
Pedulilah akan inangmu, dia butuh istirahat dalam tenang

10 comments:

  1. ini kontemporer ya Mas, nggak terikat jumlah baris kan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren ya kang...seingat kita, jaman masih menjomblo, selain suka gunung juga suka banget nulis puisi...tapi dari jenis puisi yang berbeda ya kang?

      Delete
  2. ketakutan yang berlebihan itu namanya parno..

    ReplyDelete
  3. Padahal jatah kebahagiaan berbanding lurus penderitaan maksudnya 50% : 50% ya mas, atau cuma kiasan saja, saya masih berangan angan tentang ini, kata katanya udah tingkat tinggi....saya belum paham mas.....

    ReplyDelete
  4. Benar.
    seandainya dunia nyata semudah khayalan.

    Diksi nya keren!

    ReplyDelete
  5. salam hangat dari kami ijin menyimak gan, dari kami pengrajin jaket kulit

    ReplyDelete

Blog Uyo Yahya menerima segala macam komentar yang memenuhi kriteria "Bebas tapi Sopan". Mangga, silahkan...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...