Tuesday, 18 November 2014

Indonesia Bingitsss

Menjadi warga negara asli Indonesia merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Terbentuk dari daratan dan perairan yang luas, Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk menempati peringkat keempat dunia. Tanahnya yang subur dan sumber daya alam yang kaya membuat negara tercinta ini menjadi primadona bagi negara lain untuk membentuk kerjasama dalam segala bidang.

Selain sumber daya alam yang kaya, sumber daya manusia Indonesia juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kekayaan budaya merupakan nilai plus yang dimiliki negara kepulauan ini. Terbentuk dari lima pulau besar dan lebih dari 700 bahasa daerah membentuk banyak kebudayaan yang unik dari masing-masing daerah.

Membahas budaya tiap daerah akan membawa kita pada pembahasan tanpa akhir saking serunya. Untuk itu postingan kali ini akan membahas tentang budaya Indonesia secara umum.  Berikut budaya yang Indonesia Bingitsss:
1. Belum makan nasi berarti belum makan
2. Makan tidak lengkap tanpa sambel
3. Masakan padang adalah rasa pemersatu bangsa
4. Bahasa daerah akan digunakan bila bertemu orang dari daerah yang sama, tidak peduli bila sedang ada di khalayak umum.
5. Coin Massage(Kerokan) lebih ampuh menyembuhkan masuk angin daripada obat dari dokter atau obat warung
6. Budaya mudik tiap lebaran adalah jadwal nasional untuk bersama-sama "menikmati" jalur transportasi Indonesia. Macet berjamaah.
7. Jam orang Indonesia itu karet/ngaret
8. Youtube adalah tempat exists instan yang menjadikan Anda artis mendadak
9. Pembajakan sudah biasa
10. Ngobrol adalah identitas kita. Pimpinan Path mengungkapkan Indonesia adalah negara penyumbang update paling tinggi dari negara lain.

Apa Indonesia bingitsss lainnya? Tambah dikomen, ya.

Tuesday, 11 November 2014

Hati Manusia: Palung Tak Berpenghuni, Penuh Misteri

Dalamnya laut bisa diselami, namun dalamnya hati manusia tak akan ada yang mampu untuk menyelami. Terdengar biasa dan memang faktanya seperti itu. Didukung dengan dua aspek utama yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya: pikiran dan hati, keduanya memainkan
irama dari kehidupan manusia.

Pikiran yang ada di kepala memegang nilai logika. Outputnya merupakan ide-ide yang dengan mudah diterima manusia pada umumnya. Mereka yang berlogika tinggi kerap kali mendapatkan tempat lebih tinggi dari yang lainnya. Seorang yang senantiasa mengungkapkan fakta-fakta sederhana dan validasinya benar akan lebih diterima daripada dia yang mengungkapkan "Aku baru saja dianugerahi sebuah nobel penghargaan karena tubuhku yang langsing. Menghemat tempat dan bukan pemborosan tempat."

Kendati seperti itu, sebelum sebuah ide dikemukakan, pikiran akan mengkonsultasikannya dengan agen perasaan:hati, terlebih dahulu. Pikiran dengan logikanya akan selalu lebih baik bila berkolaborasi dengan hati. Sebuah ide yang baik mungkin akan susah diterima bila tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang berlaku di sebuah kelompok. Norma dan nilai dari, misal: tata krama, cara bicara dan bahasa tubuh yang dianggap tabu oleh sebuah kelompok namun dilupakan atau diabaikan pada saat pengungkapan pendapat, kemungkinan besar akan terjadi penolakan.

Namun, siapa tahu isi hati manusia yang sebenarnya. Seandainya setiap individu dibekali sebuah keahlian untuk membaca intuisi individu lain, mungkin kehidupan akan berjalan lebih baik, karena setiap manusia mengetahui kebenaran dari manusia yang lain-mengingat setiap orang pada dasarnya baik. Tapi pemikiran seperti ini pun amatlah mustahil. Ini seperti meluluhkan satu identitas homosapien sebagai mahluk yang masing-masing unik.

Ok, akhir-akhir ini saya melihat kebanyakan dari masyarakat kita menitikberatkan prnilaian individu pada apa yang terlihat. Dimulai dari fisik menawan, wajah cantik atau tampan, berlaku baik, kendaraan mewah, cara bicara terstruktur, nampak selalu ceria dan lain sebagainya. Semua itu samar, karena masing-masing levelnya untuk tiap individu adalah relatif. Jadi, tetap, masih dan akan seperti: Hati manusia adalah samudera dengan palung terdalam di dunia, gelap tak berpenghuni, penuh misteri.

Monday, 3 November 2014

#puisi Da Aku Mah Apa Atuhlah

Melemah, lemas, patutnya dibangkitkan
Semakin gelisah di setiap detiknya
Menoleh ke depan, menengok ke belakang
Tetap saja, hanya saat inilah sejatinya

Dalam fitri adalah jiwa yang baik
Hanya diri bukan Nabi, bukan Tuhan
Adalah biasa, sebiasanya manusia biasa-biasa
Berkekurangan, berkepayahan, juga berkemalangan

Adalah wajar bila sesekali meluap menyapa daratan
Biasa saja bila pernah terjerat amarah
Ada luapan karena ada surut, ada amarah karena ketenangan
Sungguh hanya manusia biasa

Tak ada kuasa merubah-ubah hati
Menumbuhkan rasa lalu merubahnya, mungkin menghentikannya
Apalah sempurna bila tak mengenali ketidaksempurnaan
Adalah kekosongan tanpa makna, dan kehidupan tidak bekerja seperti itu

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...