Thursday, 18 June 2015

#puisi Antara Dunia dan Baqa

Masih saja ku merindumu
Meski mustahil bertemu
Masih saja terasa sembilu
Menyadari ketiadaanmu

Berkali purnama terlewati
Terjebak nyata dan mimpi
Rasanya ingin mengulangi
Kan ku pilih jalan yang kau ridhoi

Tetap saja aku bertanya
Apa kau melihat dari sana
Dan wajar saja berat rasanya
Kali pertama kecup pahitnya

Ada seribu kisah niatku bercerita
Aku tak cukup gila berbahak tanpa rasa
Dan tibalah sang waktu menciptakan pembatas
Penuai rindu antara dunia dan baqa...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...