Sunday, 16 August 2015

#puisi HarĂ­ Terindah

Mungkin ini giliranku untuk kembali bercerita
Dalam keheningan, mencipta para pemeran-penyampai sempurna
Apa yang tak cukup dijelaskan dengan bicara
Kau tahu, Aku membencinya

Aku membawa yang lainnya di antara kita
Dan kau menunjukkan apa yang ku inginkan,
Tetap tenang dalam kehawatiranmu
Aku menyelipkan dirinya dalam dirimu dan ragu tak hinggap di wajahmu

Oh, tidaklah mustahil untuk selamanya
Tidaklah jauh mencapai kekal
Di atas bumi dan di bawah langit yang sama
Berdua melucuti biasa

Semua tentangmu menempati sebuah ruang
Embus napas hangatmu melelehkan dinginku
Lama tak terjamah
Hampir menyentuh kelelahan yang parah

Dibangkitkan lagi dengan sentuhan kecil jemarimu,
Yang di awal membawa cahaya, menarikku
Hingga disinilah aku terselamatkan kerendahan hatimu
Secercah semburat harí terindah

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...