Showing posts with label Daily. Show all posts
Showing posts with label Daily. Show all posts

Thursday, 23 March 2017

In a world like this...


Whoa it has been such a really long hiatus. Probably I had visited the dashboard of this blog but ended up doing nothing. I guess the fact that writing is not just about imagination but also logical thinking has been attacking me badly.

Monday, 15 August 2016

Smule Sing Karaoke, Instant Karaoke Studio In Your Hand

Let the voice begin...

We have been enough watching so many good song cover videos on YouTube. All those new singers making their own version of their favorite songs with their own arransement. A couple years later they have their own album and enjoying being famous as singer. While here we are feeling so inspired but know nothing to get on board. We need to let the hidden tallent inside out. Otherwise, we are going to explode.

Tuesday, 9 August 2016

Birthday Recap: White Chocolate, Green Tea Biscuit, and Pokemon Go

#HAPPYBIRTHDAY

Yep, I had birthday 2 days ago, 7 August. What a not-really-my-thing as it-never-been-my-thing it was though someone made it special last year. I know deeply that people get excited when their birthdays are around the corner. Having a day spent with family and close friends, and even inviting the whole bunch of relatives, partners, friends into the house. Could you imagine that?

Sunday, 24 July 2016

Pinterest, A Simple Place to Save Your Idea and Interests

Pinterest home created by your own interests.

Do you need a site where you are able to share almost everything? We have facebook. You're tired of having too much unnecessary posts on facebook? Migrate to twitter. Do you need something like facebook but something more private? Path is the answer. You need a social media only to share your photos? Go install instagram.

But is there any social media which posses ability to categorize what we have liked into a folder? Do you need a social media that save links you're going to read later? Or do you demand a place you can use as an inspiration source? The answer of these three questions is

Wednesday, 20 July 2016

Photo Editor, An ultimately powerful android photo editor I ever have

When it comes to the social media, I always think that it's all about expression. Everybody shares all of their thoughts online and can be seen by others regardless time and place. I like when looking at some of my high school friends sharing their new born baby. Believe me, I like looking at their innocent eyes. Lovely. But when it comes to the over expose, I'm

Wednesday, 22 June 2016

Musik/Lagu Jadul di Film-Film Jaman Sekarang

Soundtracks - gambar dari google

Musik, seni yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan modern dan mudah ditemukan. Pagi, siang, malam; musik diputar di radio, gadget pribadi, tempat umum, di bis - either diputar di audio bis atau dari suara-suara pengamen. Bahkan meski tanpa media, musik bisa dimainkan dalam kepala kita. Meski sifatnya abstract, musik dan lagu yang disukai kadang mengalun otomatis di kepala dan disenandungkan lirih oleh bibir kita. Dan yang tidak boleh terlupakan, musik membuat kita

Friday, 20 May 2016

Elsawati Dewi(natureveshop.com): Setelah Menikah? Biasa Aja

19 Maret 2016 merupakan hari yang menyedihkan bagi pacar dari kakak saya, Yayang Mustika. Pasalnya sang Ayah meninggal dunia setelah mendapatkan satu hari perawatan di rumah sakit. Saya, yang kebetulan waktu itu sedang di kampung, dan kakak saya mewakili keluarga untuk menyampaikan belasungkawa ke rumahnya. Saat kami sampai ke rumah yang dituju, kebetulan jenazah sedang akan dimakamkan. Jadi kami langsung ikut rombongan ke pemakaman. Prosesnya hidmat hingga kami kembali ke rumah yang berduka.

Tak ingin membuang kesempatan, sekitar jam 13.00 saya pamit sebentar untuk mengunjungi sahabat saya, Elsawati Dewi(Els). Kabarnya rumah Els sekarang pindah di dekat sekolah saya dulu, satu kawasan dengan rumah Yayang. Owner salah satu

Kenikmatan Belajar Bahasa Asing

English timeanddate.com

Belajar bahasa asing merupakan hal yang penting di era modern ini. Globalisasi yang terjadi menuntut semua individu sebagai bagian dari dunia internasional untuk menguasai salah satu bahasa internasional. Bahasa inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh penduduk dunia. Hal ini disebabkan oleh aspek historis dari negara penutur aslinya yaitu Inggris, sebagai salah satu negara dengan jumlah tanah jajahan yang lumayan banyak dan menyebar di seluruh benua.

Ada beberapa kenikmatan tersendiri bagi mereka yang telah belajar bahasa inggris. Berikut ini adalah hal-hal yang saya alami dan saya rasakan akan manfaat dari belajar bahasa asing. Yuk Simak!

Belajar bahasa berarti belajar budaya



Pingsan tuh ifunny.co

Ya, bener banget. Belajar bahasa berarti sekalian belajar budaya dari negara penutur bahasa yang kita pelajari. Kamu yang belajar bahasa inggris akan mempelajari budaya dari negeri sang Ratu Elizabeth. Begitu pula bagi kamu yang belajar bahasa Arab, Francis, Jerman, Belanda dan bahasa lainnya di dunia. Belajar budaya berarti kita mempelajari nilai-nilai yang dimiliki oleh negara tersebut. Yang lebih dalam bisa kita aplikasikan untuk kepentingan kita sendiri. Namun tetap dipilih mana yang cocok dengan adat ketimuran kita. Tetep perlu selektif ya. Kan gak mungkin kita pakai baju tebal-tebal ala-ala British di negara tropis tercinta kita ini. Yang ada malah panas, dehidrasi, pingsan deh. Kan gak beud.

Dengan belajar budaya asing, kamu juga belajar budaya sendiri


Makan gaulfresh.com

Selain itu, kita juga sekalian akan semakin dipupuk rasa cintanya terhadapa negeri sendiri, lho. Kok bisa? Kita ambil contoh budaya Jepang. Di Jepang makan dengan menimbulkan suara berarti memberikan tanda kepada si koki bahwa masakannya enak. Dengan satu hal ini, kita akan berkaca pada budaya kita sendiri, membandingkan apa yang akan terjadi kalau ada orang yang memakan hidangan dengan mulut yang bersuara. Hal ini akan dianggap kurang sopan karena makan dengan mengeluarkan suara sama seperti hewan. Apalagi makan sambil berbicara, selain tidak sopan juga akan membuat kita tersedak karena makanan yang seharusnya masuk ke tenggorokan malah masuk ke jalur pernapasan. Jangan dianggap sepele. Sudah banyak kasus kematian karena tersedak ini, lho.
See? Budayamu menolong kamu dari kematian. Camkan itu!

Selain itu, kamu juga akan lebih open-minded


Cadar arabamericannews.com

Teman-teman tahu dong budaya memakai cadar yang dilakukan oleh para wanita di timur tengah? Kan gak banget ya, udah udaranya panas, bajunya lebar-lebar, warnanya item lagi, wajahpun ditutup. Kebayang keringetnya segimana. Eits, tunggu dulu. Itu anggapan dari dunia luar. Tapi pengenaan cadar bagi para wanita di tanah arab adalah untuk menutupi hidung dari tebalnya debu. Seperti yang kita tahu bahwa tanah arab sebagaian besar merupakan padang pasir yang tandus. Selain itu, budaya memakai pakaian yang lebar-lebar juga diperuntukkan untuk melindungi diri mereka dari para lelaki arab yang notabenenya memiliki nafsu yang tinggi. Kenapa nafsunya tinggi? Karena mereka gemar memakan kambing. Make sense, kan? So, sebelum menjudge satu budaya kita perlu berpikir dulu dan melihat segala sesuatunya dari kacamata yang berbeda.

Pertemananmu juga akan lebih luas, lho


International frienship ontariocollages.ca

Karena kamu open-minded, area pertemananmu juga otomatis meluas. Kenapa? Cara efektif untuk belajar bahasa adalah dengan terjun langsung ke negara tersebut. Tapi, tidak semua orang dapat melakukan hal itu karena perihal biaya. Jadi kamu mulai mencari teman-teman internasional mu di chat room, social media, forum, dan media lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, tujuan kamu yang tadinya hanya ingin belajar bahasa dengan hanya menyapa saja, akan berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan yaitu pertemanan. Studi menyebutkan bahwa pertemanan internasional itu kerap meningkatkan kekreatifitasan seseorang. Kamu jadi lebih terbuka pada banyak pilihan dan tidak monoton.

Nonton film gak perlu liat subtitle


Head Week? buzzfeed.com


Kamu mau kan gak jadi orang yang terlambat tertawa pada saat ada scene yang lucu ketika nonton di bioskop? Banyak-banyakin nonton movie barat deh. Pertama-tama bolehlah memakai subtitle indonesia. Karena skillmu meningkat mungkin ini saatnya mengganti subtitle indonesia ke subtitle bahasa inggris. Lambat laun kamu akan mulai mengabaikan subtitle english mu karena kamu sudah bisa menangkap apa yang dikatakan oleh para pemeran film itu. Pada akhrinya kamu sama sekali tidak membutuhkan subtitle untuk bisa mengerti alur cerita film tersebut. Kecuali mungkin kamu mau pakai subtitle bahasa Arab, supaya lebih barokah.

Tata bahasa menunjukkan siapa dirimu


Grammar Nazi 9gag.com

Mungkin kamu males-malesan belajar bahasa asing karena kamu sering dibikin pusing dengan tata bahasa. Akhirnya kamu lebih milih langsung ke tingkat conversation aja karena kamu orangnya praktis. Tapi tahukan kamu bahwa yang namanya tata bahasa akan menunjukan siapa dirimu. Diksi dari kalimatmu juga menceritakan siapa kamu sebenarnya. Mempelajari tata bahasa seperti belajar kembali mengenai tata krama. Kamu boleh jadi orang yang pintar dan menguasai bidangmu, tapi kalau kamu mengabaikan sendiri aturan dari keilmuanmu itu akan sangat merugikan.

Itulah beberapa hal yang akan kamu rasakan kalau kamu mempelajari bahasa asing. Untuk manfaat lainnya mungkin kamu bisa tambahkan di komentar.

Salam,
Uyo

Tuesday, 5 April 2016

Minutes Update





Hyaaat... Hi para pembaca blog Uyo Yahya. It's been awhile ya. Biasa, suka malu-malu kalau udah lama gak nulis lalu mulai lagi.
Ngapain mesti malu juga toh gak langsung tatap muka. Mungkin chemistry yang sudah kita bina melalui komunikasi pasif ini yang membuat saya sedikit canggung. #Cie

OK. Many things happened in my while I wasn't here. Banyak, banyak sekali yang mesti dibagi. Banyak cerita-cerita seru, perjalanan menyenangkan, pengalaman spiritual, sedih-bahagia, persahabatan juga percintaan yang setia hilir-mudik di kehidupan saya.
Tapi dari banyak hal tersebut akan saya coba rangkum dalam beberapa point berikut:

1. Saya udah semester 6 lho di jurusan Sastra Inggris-nya. Yeay!
2. Saudara tiri saya @elsawati dewi sudah menikah dan memiliki anak bernama Raisa yang dipanggil Icha. Ngebet namanya Raisa katanya dari sang nenek yang lagi kerangjingan drama india atau turki atau apalah gitu di TV yang tokoh utamanya dipanggil Icha. Raisa, Icha, Raisa, Icha, Raisa, Icha. OK. Accepted, you little Raisa "Icha" El Febriana.
3. Saya pernah berkesempatan beberapa kali kerja plus jalan-jalan ke luar negeri lho.
4. Menyusul Mba Elsa yang udah bekeluarga, dua teman kampus saya rencana menikah tahun ini. What? Tega kalilah kalian, meninggalkanku denan status single ini.
5. Eits, gak sepenuhnya sendiri. Sedang dalam a complicated relationship with someone. Hehe.
6. Bagian paling menyedihkan: sekarang saya jobless. Huhu
7. Sempat menegecap bisnis online shopping kecil-kecilan tapi gak lanjut. Sayang ya. Tapi kayanya mau lanjut lagi. Untuk kali ini semoga lebih istiqomah. Aamiin.
8. Teman-teman di kampus beberapa tertarik dengan scholarship dan study di luar negeri. Dan ini nular ke saya. Jadi pengen.

OK. That's all I can share for now. Next nya Insyaalloh saya akan sering update. Aamiin.
Siap-siap kedatangan tamu ya ke blog kalian.
Ayo, blogwalking!

Salam,
Uyo

Tuesday, 3 February 2015

3 Minutes Update

Assalamu'alaikum. Selamat pagi semuanya. Seperti biasa agak malu-malu kalau udah lama gak posting. Apalagi postingan kali ini hanya untuk sekedar menunjukkan bahwa masih ada kehidupan di blog ini.

3 Minutes Update. Berikut hal-hal yang sedang terjadi, sedang saya senangi dan saya rencanakan akhir-akhir ini:

1. Musim pancaroba
Entah kenapa saya yang dulunya menyukai hujan, sekarang jadi tidak suka. Mungkin saya bertambah tua. Keujanan dikit aja langsung demam. It feels so scary getting old.

2. Assalamu'alaikum Beijing
Ini film Asma Nadia yang pertama kali saya tonton langsung di bioskop. Agak sedikit melenceng dari expectation saya. Berharap bahwa film ini menitikberatkan pada sejarah Islam di China, ternyata lebih fokus ke urusan drama percintaannya. Saya nonton film ini sendirian, btw. Exclusive single. Yeah!

3. Sia's Elastic Heart Came with Movie Video
Elastic Heart nya Sia di release kembali dengan video klip nya. Dibintangi oleh Maddie Ziegler dan Shia LaBeouf, video klip lagu yang sempat menjadi soundtrack The Hunger Games: Catching Fire ini sempat menimbulkan pro-kontra. Tapi percayalah yang terjadi hanyalah dramatisasi hubungan seorang Ayah dan anak perempuannya.

4. Adam Levine Surprised Wedding Party with "Sugar"
Tidak hanya Sia Furler, Maroon 5 baru saja merilis video klip dari single terbarunya bertajuk "Sugar". Konsep yang lumayan unik: memberikan kejutan kepada pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan mereka tepat di tempat sebuah keluarga dimulai; cukup membuat viewer youtube terkesan. Satu hal, musiknya cukup enak buat goyangin pundak.

5. Sebuah teori muncul di pikiran saya
"Yang baru saya sadari adalah dengan semakin bertambahnya usia kita, bertambah renta pula orang tua kita."

Sekian 3 minutes update dari saya, Admin tunggal blog Uyo Yahya. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum.

Tuesday, 18 November 2014

Indonesia Bingitsss

Menjadi warga negara asli Indonesia merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Terbentuk dari daratan dan perairan yang luas, Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk menempati peringkat keempat dunia. Tanahnya yang subur dan sumber daya alam yang kaya membuat negara tercinta ini menjadi primadona bagi negara lain untuk membentuk kerjasama dalam segala bidang.

Selain sumber daya alam yang kaya, sumber daya manusia Indonesia juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kekayaan budaya merupakan nilai plus yang dimiliki negara kepulauan ini. Terbentuk dari lima pulau besar dan lebih dari 700 bahasa daerah membentuk banyak kebudayaan yang unik dari masing-masing daerah.

Membahas budaya tiap daerah akan membawa kita pada pembahasan tanpa akhir saking serunya. Untuk itu postingan kali ini akan membahas tentang budaya Indonesia secara umum.  Berikut budaya yang Indonesia Bingitsss:
1. Belum makan nasi berarti belum makan
2. Makan tidak lengkap tanpa sambel
3. Masakan padang adalah rasa pemersatu bangsa
4. Bahasa daerah akan digunakan bila bertemu orang dari daerah yang sama, tidak peduli bila sedang ada di khalayak umum.
5. Coin Massage(Kerokan) lebih ampuh menyembuhkan masuk angin daripada obat dari dokter atau obat warung
6. Budaya mudik tiap lebaran adalah jadwal nasional untuk bersama-sama "menikmati" jalur transportasi Indonesia. Macet berjamaah.
7. Jam orang Indonesia itu karet/ngaret
8. Youtube adalah tempat exists instan yang menjadikan Anda artis mendadak
9. Pembajakan sudah biasa
10. Ngobrol adalah identitas kita. Pimpinan Path mengungkapkan Indonesia adalah negara penyumbang update paling tinggi dari negara lain.

Apa Indonesia bingitsss lainnya? Tambah dikomen, ya.

Friday, 16 May 2014

Abah In Memory

Jum'at, 9 Mei 2014 Ayah saya meninggal dunia di usianya yang genap menginjak 70 tahun. Tentu saya sedih. Rasanya seperti mimpi saat pertama kali mendengar kabar dari kakak di Tasikmalaya sana. Bahkan hingga saat ini pun saya masih belum percaya. Entah karena ajaran agama yang menerangkan bahwa di empat puluh hari pertama ruh masih ada di sekitar kita atau pun pemikiran saya sendiri yang merasa bahwa beliau ada di suatu tempat, mengawasi entah dari jauh atau dekat.

Tapi toh kenyataanya beliau tidak ada. Secara fisik tubuhnya telah satu minggu tertindih tanah merah di kuburan dan tidak lagi bersama kami. Meski spiritnya masih terasa di atmosfer rumah, namun berpisahnya ruh dengan raga yang disebut mati; beberapa kali tahlilan di rumah; air mata Ibu, sanak saudara, dan yang merasa kehilangan; lalu kebiasaan melihat ke arah kamarnya dan tak menemukan apa-apa, membuktikan bahwa beliau tidak lagi di bumi ini.

Yang paling membuat saya merasa sedih sekaligus bahagia adalah bahwa beliau sama sekali tidak menyampaikan kata-kata perpisahan. Memang tidak mutlak diperlukan. Saya sendiri telah hapal, ini yang membuat saya bahagia, apa yang selalu didawamkannya kepada saya dan kakak-kakak saya: Sholat. Hanya itu. Maka, kendati beliau tidak merangkai kata dalam keterbataan lidah saat syakaratul maut, saya sudah tahu apa yang diinginkannya. Semoga saya selalu istiqomah. Aamiin.

Teruntuk Abah di sana, saya tahu Alloh telah mentakdirkan hari Jum'at sebagai hari kepergianmu. Jum'at adalah hari yang baik di agama kita. Meski saya tidak melihat bahkan untuk yang terakhir kalinya, karena keagungan hari Jum'at sebagai hari kepergiamu tak akan agung lagi bila menunggu kami yang merantau dan akan datang larut - dengan kemungkinan bila menunggu kami jasadmu akan dikuburkan di hari Sabtu, bukan Jum'at yang agung, kami ikhlas.

Kematian hanyalah gerbang yang akan membawa manusia pada perjalanan selanjutnya. Perjalanan yang lebih panjang dimana bila ditakdirkan, semoga ditakdirkan, aamiin, kita akan bertemu di tempat yang lebih indah. Aamiin.

Diambil tepat 40 hari sebelum kepergian beliau

In Memory, Abdul Muin.
Such a quiet, patient, smart, polite, wise, and great man.


Salam,
-uy-

NP: Bangga mewarisi warna kulit dan sebagian kecil kebrilianannya.

Wednesday, 27 November 2013

hold HIM tight

Jarangnya mendapatkan siraman rohani dan kucuran motivasi membuat hidup saya jadi kurang teratur. Tak dipungkiri saya mengalami kerugian besar dalam masa-masa seperti ini. Dimana rasanya saya sudah mulai kehilangan kendali dan arah.

Pekerjaan yang menumpuk karena seringnya ditunda, nasib yang sama juga berlaku untuk tugas-tugas kuliah, dan kesenangan menggeluti sesuatu karena deadline juga telah menjadi identitas baru saya. Enaknya hidup jadi ringan untuk saat ini. Tapi yeah, kebiasaan memandang jauh ke depan menapik identitas tidak resmi itu.

Aku perlu untuk: bisa terbangun sepagi mungkin, me-list daftar pekerjaan dan tugas kuliah, mendetail masing-masing point, MELAKSANAKAN, merewiew, dan akhirnya melihat hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

So, the next plan is to hold HIM tight. Bismillah!

Saturday, 12 October 2013

Mr. Renzo R, The Taxi Driver

Perhatian! Baca Artikel Ini Hingga Tuntas. Yang Asal Baca, Kalau Saya Jadi Anda Saya Bahkan Tidak Tahu Harus Komentar Apa.

gambar dari google
Siapa Mr. Renzo R? As you can see lah on the title above, He's only a taxi driver. But, there's something special about him. I knew it.

Jadi begini cceritanya. Hari ini Jum'at, 11 Oktober 2013 seperti yang telah terschedule saya ada pekerjaan di Gedung pusat salah satu bank BUMN tersebesar di Indonesia, di bilangan Harmoni, Jakarta Pusat.
Tadi pagi saya berangkat dengan mood yang sedang tidak bagus. Alhasil perkerjaan yang dipaksa diselesaikan pukul 19.00 pun hasilnya tidak memuaskan dan malah menambah suasana yang tidak enak di dalam diri saya. Penyebab kontroversi hati ini adalah bahwa saya masih harus ke gedung ini besok hari Sabtu, dimana hari Sabtu saya harus ngampus. Dilema prioritas jadinya. Namun saya putuskan untuk masuk kuliah dengan nanti pagi telpon dulu ke bos saya.

Seharusnya keluar dari Gedung tersebut saya langsung stop taxi di depan, tapi tiba-tiba saya berkeinginan untuk berkunjung dulu ke kosan kakak saya, Tati, yang ada di Grogol. Kebetulah di sana juga ada teman sekaligus pacar kakak saya yang satu lagi, Yayang. berkunjunglah saya dengan niatan mau curhat tentang kontroversi prioritas ini.

Tidak lama saya di Grogol, hanya sampai pukul 9.30. Saya berjalan dari gang kosan Kakak saya, berhenti di ujung gang dan melihat ada Taxi Blue Bird yang kelihatannya kosong sedang melaju dengan pelan dari lawan arah dan akan belok ke arah kemana saya akan pulang. Dia tampaknya terjebak di pertigaan, saya sedikit tidak sabar lalu langsung saja berjalan dengan "Naik dari depan aja deh, lama yang ini." dalam hati.

Tapi, ternyata Taxi yang tadi sudah sekitar 5 meter di belakang saya yang sedang berjalan lalu berhenti dan melambaikan tangan memberi isyarat stop. Saya masuk, meminta untuk set AC ke temperature paling kecil, sementara lagu dari radionya saya nikmati.

"Pak, bisa tolong diset ke temperatur yang paling kecil AC-nya?"

"Baik, Pak," jawabnya sopan.

Taxi keluar dari kawasan Tawakal dan melaju ke Gandaria City melalui Senayan, tujuan dan jalur yang telah saya sebutkan pada si Taxi Driver.

Pikiran saya masih mumet dengan keadaan dalam diri saya, masih hal yang tadi. Saya mencoba mengalihkan perhatian dengan melihat kemacetan. Nampaknya saya diperhatikan oleh Pak Supir. Terbukti dari topik pembicaraan yang Ia lontarkan untuk sekedar break the ice. Topik apalagi kalau bukan macet? Jakarta.

Yeah, pembicaraan barusan mengenai jam pulang kerja dan kemacetan cukup membuat kami agak dekat. 
Saya suka bagaimana Dia bicara, supel, lugas dan berisi.

Lalu saya lihat Dia tampak sibuk mencari saluran radio yang memutar musik yang pas dengan penghujung hari seperti ini. Lalu berhenti di channel dimana terdengar seorang penyiar sedang sedang sibuk mewawancarai bintang tamu talkshow-nya. Entahlah topik apa yang sedang mereka bahas karena Pak Sopir keburu mengungkapkan rasa kagumnya terhadap suara sang penyiar.

"Ini, de, yang sedang siaran ini namanya Bu Siska," Jelasnya dengan tangan menunjuk radio di dashboard depan. Sementara saya mendengarkan dengan jeli suara Bu Siska dan sedikit 'Hore! Dipanggil Ade! Tadi kan manggilnya Pak.'"Orangnya cakap, dan suaranya bagus. Dia tinggalnya di Kalibata. Pulang kerjanya sekitar jam satu malam."

 "Wiss... Tahu semuanya Bapak ini tentang beliau. Pengagum ya, Pak? Ngomong-ngomong Radio apa ini, Pak?"

"Ini Radio Sonora, de. Pendirinya adalah pendiri kompas gramedia. Saya pernah mengantar beliau pulang beberapa kali kesempatan, dan satu kesempatan di Thamrin beliau menumpang Taxi saya dan menyiarkan keadaan jalan Thamrin di jam-jam macet melalui telpon genggamnya. Beliau sangat mencintai pekerjaanya"
Setiap kalimat yang diucapkannya memang terkesan biasa. Tapi kalian harus lihat cara Dia berbicara dengan duduk di kursi kemudi dan tangan yang sibuk menyetir dan memetakan setiap opininya. Seharusnya terselip rasa takut mengingat, Hello, Dia sedang menyetir. Tapi the way he talk is so awesome and inspire me.

"Hmm... Saya syirik lho Pak dengan orang yang mencintai pekerjaanya."

"Kalau Bapak boleh tahu apa alasannya, De?"

"Tak tahulah, Pak. Pokoknya saya Insyaalloh capable dengan perkejaan ini. Tapi saya tidak 'mencintai'."

"Memang harus seperti itu, De. Kita kan hidup ingin bahagia dan faktor yang fundamental ya pekerjaan untuk survive kehidupan kita itu mesti sesuatu yang kita cintai. Jadi dalam menjalaninya pun kita enjoy, tidak ada beban. Tidak ada penolakan terhadap apa yang ada di tangan kita."

Saya mengangguk-angguk di kursi belakang, memperhatikan dan menyerap setiap perkataanya.

"Ada tiga hal sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan semua orang, termasuk kamu De, supaya bisa lebih bahagia dengan kehidupan ini."

"Apa saja itu, Pak?" Tanya saya, tak ingin hanya Dia yang menguasai pembicaraan, meskipun itu sudah terjadi jauh sebelum saya tersadar saat ini.

"Pertama, kita harus mensyukuri apa yang kita punya dulu, apa yang ada di hadapan kita. Dengan bersyukur dengan landasan menerima apa yang Tuhan berikan maka kita akan melaju pada point yang kedua yaitu Mulailah mencintai. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi di depan bahwa dengan mampu mencintai pekerjaan kita akan bisa lebih bahagia dalam hidup ini. Dan yang ketiga adalah option yang bilamana kamu bisa melakukan point yang pertama, yaitu bersyukur, tapi mentok tidak bisa melanjutkan ke tahap percintaan."

"Aisshhh... Percintaan, Pak?" Sontak saya terkejut dan menggelegak dengan istilah yang dipakainya. Dia mengangguk mengisyaratkan bahwa saya tidak salah dengar. "Ok, Baik Pak. "

"Yang ketiga ya, De. Usahakan jangan dibenci. Apa pun pekerjaan kamu, apa pun jabatan kamu, apa pun itu usahakan jangan pernah kamu benci. Karena bila demikian kamu bahkan sama dengan menolak apa yang Tuhan berikan. Bahkan untuk hasil yang bagus yang kamu hasilkan pun tak akan ada nilainya bila kamu benci dan pada akhirnya menjauhkan kebaikan-kebaikan yang sepatutnya kamu dapatkan andai saja kamu jauh-jauh dari kata 'Membenci'."

Untuk kesekian kalinya saya tertegun, menerawang dan menyerap isi kalimatnya. Dan tidak ketinggalan kagum cara bicara, tangan yang sibuk dengan setir dan isyarat pembicaraan, dan tetap tenang dalam kemacetan.

"Kayanya saya mentok deh, Pak. Gak bisa sampai ke tahap percintaan."

"Berarti jangan dibenci!" Tegasnya.

"Gak benci, Pak. Tapi, alhamdulillah saya masih bisa berpikir dan memutuskan untuk mengambil bidang yang saya suka plus cinta, Pak. Saya IT, tapi kuliah Sastra. Salahkah, Pak?"

"Itu keputusan yang bagus, setidaknya kamu sedang mengarah ke jalan yang kamu inginkan. Intinya jadilah diri kita sendiri!"

Sumpah! Selama dua puluh satu tahun hidup saya baru pertama kali berjumpa dengan orang tua yang mau berbicara tentang kehidupan kepada kaum yang lebih muda. Saya memuji keterbukaanya untuk berbagi dengan saya, saya yang baru naik taksinya beberapa menit lalu, saya yang tadi bad mood namun kini seperti menemukan sumber semangat.

"Kamu masih muda De, meskipun masih muda mesti ingat, bolehlah semangatmu membara, tubuhmu masih kuat, tapi jangan terlalu mati-matian kamu eksploitasi tenagamu hanya untuk mengejar harta. Apalah arti semua yang kamu dapatkan itu kalau nantinya hanya akan dipakai untuk mengobati penyakit akibat kerjamu yang mati-matian itu."

"Exactly, Pak! Saya pernah membaca artikel yang persis kata-katanya seperti yang Bapak sebutkan barusan. Saya iseng copy-paste kalimat tersebut untuk dijadikan status facebook, eh dikomentari sama teman-teman saya yang kerjanya bisa disebut mati-matian, Pak. Mereka gak setuju, Pak. Katanya biasa aja dan enak-enak aja."

"Sekarang? Lah, nanti?" Celetuknya memancing saya tertawa paham.

"Wah, Iya ya Pak." Paham.

"Ngomong-ngomong Bapak membuat kalimat barusan dari pemikiran Bapak sendiri, lho. Jadi kalau kamu membaca artikel yang sama persis kata-katanya seperti itu. Saya yakin si pembuat artikel itu cerdas."

Perhatian pemirsa, posisi masih sama seperti tadi. Beliau ada di kursi kemudi dan saya di kursi penumpang belakang.


To be continued...

Monday, 23 September 2013

Pengalaman Mistis Yang Pertama

Yep, kali ini saya akan membagikan cerita tentang pengalaman mistis saya yang pertama. Seperti apa-apa yang pertama kesannya memang paling berbeda dan kecupan di memorinya juga sangat kuat. Apalagi pengalaman pertama mengenai dunia mistis ini saya alami waktu masih kecil. Jadi sampai sekarang pun masih sangat kental di ingatan tentang detail kejadiannya.

Waktu itu saya masih kelas 3 SD. Sekitar jam sembilan pagi saya sudah pulang dari sekolah dan tiba di rumah. Tentu saya pulang cepat karena hari itu memang hari pembagian raport. Rumah waktu itu lenggang, tak ada siapa-siapa dan pintu dapur pun tidak terkunci. Saya masuk, menutup pintu di belakang saya dan langsung menuju ke kamar saya.

Raport tidak langsung saya lempar kemana saja. Itu memang bukan kebiasaan saya pula. Sepuluh menit saya berdiri di depan lemari pakaian sambil memindai nilai-nilai yang cukup bagus, lebih malah. Sedang asyik-asyiknya membaca nilai raport saya mendengar ada yang membuka pintu dapur. Dari dalam kamar saya tidak bisa melihat siapa yang masuk.

"Udah pulang, yo?"
"Udah, mak." Jawab saya kala itu.
"Ranking berapa?"
"Satu, mak." Jawab saya lagi sambil menyimpan raport ke dalam lemari dan berniat menghampiri Emak saya kala itu saking senangnya mendapat peringkat ranking satu untuk pertama kali dalam hidup saya. Arghhh...

Tapi saat tiba di dapur saya tidak menemukan siapa-siapa dan pintu dapur dalam keadaan tertutup? Jengjreng.

Saya terpaku untuk beberapa saat yang disebut sebentar. Antara heran dan tidak percaya. Lalu tak lama setelah itu Emak saya datang, membuka pintu dan bertanya:

"Udah pulang, yo?"
"Udah, mak." Jawab saya agak menilai apa Emak saya memang harus mengulangi pertanyaanya.
"Ranking berapa?"
"Satu, mak. Bukannya emak tadi udah tahu?"
"Haha... Becanda kamu. Emak baru aja nyampe dan nanya kamu masa udah tahu. Kalau udah tahu ya gak perlu nanya." Jelasnya ringan."Boleh emak lihat raportmu? Penasaran."
"Tapi tadi mak aku..."

Lalu saya menceritakan kejadian yang barusan saya alami kepada Emak saya. Tapi, tanggapannya cuman "Kamu pasti lagi ngelamun."

Karena memang waktu itu masih kecil, gampang sekali aku menerima bahwa itu adalah cuman lamunan saja. Tapi toh sampai sekarang saya masih mempertanyakan siapa yang berbincang dengan saya kala itu.

Ini ceritaku, mana ceritamu?


Saturday, 21 September 2013

Emak, Abah...Anak Kecil Itu!

Emak Abah, your last child lagi kangen. Disini anak kalian ini kalau makan mesti beli ke warteg, ke warung pecel lele atau ayam, itu pun kalau lagi semangat dan lagi nggak labil ekonomi. Kalau nggak ya cukup deh jalan ke depan kosan dan pesan satu porsi mie ayam, atau indomie makanan anak kos.

Anakmu ini lagi pengen banget mencicipi masakanmu yang tiap kali nempel di lidah rasanya gak ada duanya di dunia ini, Farah Quinn pun kalah. Itu tuh yang pentingnya, gratis. Dan anakmu yang sudah "twenty one my age" ini lagi kangen suasana pagi yang seperti ini:

"Yo, bangun... Tempe-tahu kesukaanmu sudah siap di meja. Mumpung masih hangat. Sambel ijo-nya juga."
Lalu si anak kurus ini akan bangun dari ranjangnya. Berjalan limpung menyeret-nyeret kakinya, udah kayak zombie, ke dapur mencari itu makanan yang baru disebut.

Emak Abah, bahkan untuk tempe ama tahu pun sekarang susah dicari di warung. Maksudnya susah nyari yang harganya murah. As we know petani kedelai memang sedang tidak beruntung dengan tanaman mereka musim ini. Jadi harga kedelai melambung jauh terbang tinggi bersama Anggun C Sasmi. "Naik" aja gitu, simple. Lebay banget sih. Siapa? Eloooo...

Mak, Bah...Lapar... Untung ada Roma Malkist Abon...Hm...

Mau?
Emak Abah, Jakarta memang kota tempat kalian bertemu, memadu kasih, lalu lahirlah kakak-kakakku dan aku. Aku tahu kenapa kalian menjual gubuk kecil di gang di sudut Jakarta bahkan sebelum aku lahir dan memilih membangun rumah di Tasikmalaya sana. Benar, udara di sini panas, tingkat polusi udara tinggi, kontroversi hati apalagi, termasuk konspirasi moral. 

Untunglah aku besar di Tasik, agamaku Insyaalloh cukup kuat. Dan masa kanak-kanak dan remaja yang masih di koridor aman. Aku melihat anak-anak di sini bahkan balita pun sudah mengenal kata-kata kotor dan candaan yang merendahkan tidak mengenal siapa yang mereka ajak biacara.

Emak Abah, masa tadi pagi anakmu yang rajin menabung di warung ini diginiin:

"Kayak Mas." Jawab seekor anak kecil mungil di hadapanku yang sama-sama sedang menyantap bubur ayam pagi ini setelah ku bertanya, "Emang setan bentuknya kayak gimana?". Setelah sebelumnya itu seekor anak lagi nyeritain cerita serem yang gak serem. Yaitulah ya gak ngerti saya juga, serem tapi gak serem. 

Emak Abah, gak sopan banget kan mereka?!

Emak Abah, disini aku juga harus beres-beres kamar sendiri, nyuci baju sendiri... Tuh, kan udah numpuk lagi. Ya udah deh nyuci dulu....

Saturday, 7 September 2013

Lagu Classic dan Ballad Enak Buat Tidur

Waduh ya judul postingannya, out of the box deh...#hasem

Di suatu malam yang hening di kosan my sister saya bertanya seperti ini: 

"Tati, nahanya geus gede mah sare teh teu bisa jam 8-jam 9?"

"Tati, kenapa ya kalau udah gede gak bisa tidur jam 8 atau jam 9?"

Kakak saya langsung tertawa dan terdiam sebentar. Lalu dijawabnya dengan santai.

"Moal bisa deui. Loba pikiran. Kabeh jelema ngalaman."

"Gak bakalan mungkin bisa lagi. Banyak pikiran. Dan semua orang dewasa mengalaminya."

Lalu saya terdiam dan langsung paham. Oh, iya...setiap malam sebelum tidur, sebagai orang dewasa, ehem, kita dihadapkan pada banyak pikiran. Duh, kerjaan ini belum selesai-belum bayar kosan nih-sepatu gue udah butut, mesti beli lagi- gajih bulan ini cukup gak ya? - gue mesti banyak nulis, tapi bahkan blog pun terabaikan - duh, ingat dia yang disana...dan ini dan itu...sampai larut dan baru tersadar bahwa waktu tidur berkurang dengan kebiasaan tersebut.

Untuk mengatasinya saya punya cara tersendiri supaya rasa kantuk segera datang mengalahkan pikiran-pikiran mumet. Selain berdo'a saya juga mendengarkan musik sebelum tidur. Playlist-nya tidak banyak, paling 10 lagu. Tapi genre-nya yang mostly classic or ballad, yang sayup-sayup memperberat massa bulu mata hingga nantinya tertutup.

Berikut playlist lagu pengantar tidur saya:

1. Josh Groban - Remember Me
2. Rihanna - Unfaithful
3. Lana Del Rey - Young and Beautiful
4. Josh Groban - Per Te
5. Taylor Swift - Safe and Sound
6. Adam Lambert - Mad World
7. Rihanna - Stay
8. Adam Lambert - Outlaws of Love
9. Obliviate (OST. Harry Potter 7)
10. Opick - Bila Waktu Telah Berakhir

Ada yang suka mendengarkan musik sebelum tidur? Atau langsung nyungseb aja?

Wednesday, 5 June 2013

Menolak Pertanyaan

Diruntuti pertanyaan membuat saya agak Disturbia...
Saya menghargai orang yang ingin bertanya. Entah itu kepada diri saya pribadi atau ke orang lain. Bertanya membuat kita lebih percaya diri dalam melakukan hal yang kita tidak kuasai. Bertanya juga membuat orang lebih supel. Satu nilai tambah tersendiri untuk diri kita. Tapi, bagaimana dengan pertanyaan yang monoton, itu-itu saja dengan frekuensi yang bahkan bisa disebut sering?

Menurut saya menjadi penannya juga mesti memperhatikan situasi dan kondisi dari orang yang akan kita tanya. Lihat apa dia sedang sibuk atau tidak. Tentunya saya tidak perlu menjelaskan secara rinci situasi paling tepat untuk kita bertanya karena dalam hidup tidak ada situasi yang sama persis, kendati pun ada dapat dipastikan jumlahnya tidak banyak.

Sebagai pihak yang ditanya kita diharapkan untuk memberikan respon sesuai harapan penanya. Bertanya kembali kepada penanya tentang dalam ruang lingkup apa kita bicara, memberikan penegasan apa jawaban yang kita berikan sudah memenuhi apa yang diinginkan penanya atau belum, saya rasa keduanya perlu. Ini bisa membuat jawaban yang kita hasilkan memuaskan.

Bicara tentang pertanyaan yang sama, monoton, itu-itu saja, frequently-asked-question, jujur saya sedang mencari hal apa yang sepantasnya dilakukan untuk meresponnya. Pertanyaan seperti ini sangat mengganggu konsentrasi kerja saya. Tidakkah orang-orang berusaha untuk mencatat, setidaknya dalam ingatan mereka, tentang jawaban dari FAQ? Atau apakah ini terjadi karena otak mereka didoktrin untuk menolak hal-hal sepele, dengan kata lain memori sudah terlalu penuh dengan hal-hal penting sehingga yang sepele dikesampingkan?

Pertama kali ditanya alangkah baiknya kita berikan respon terbaik. Usahakan menyenangkan si penanya. Kalau jawaban dirasa tidak memuaskan, tegaskan saja bahwa "Oh, maaf hanya itu yang saya tahu". Lalu bagaimana bila kita diruntuti pertanyaan beruntun yang membuat kita kewalahan bahkan menghabiskan waktu? Menolak adalah jawabannya.

Lalu saya mulai berasumsi tentang cara menolak pertanyaan-pertanyaan sejenis. OK, ijinkan saya untuk sementara melepas bahasan tentang bertanya. Lebih spesifik saya ingin tahu bagaimana cara sobat menolak, apa pun itu. Karena yang saya alami adalah seperti ini:

Menolak secara tegas, terkadang orang tersinggung dengan tindakan ini. Menolak dengan halus, terkadang cara halus malah lebih menyakitkan. Saya ingin menolak, tapi tidak membuat orang merasa bahwa kita terlalu sombong bahkan untuk diajukan pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak.

Ada masukan? How to refuse frequently-asked-question?


Monday, 20 May 2013

Kecanduan

Terakhir udah lebih dari segini, dan sudah tereksekusi dari kosan ku.


Kecanduan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa sebenarnya penyebab dari kecanduan? Dari buku LKS Kimia SMP kelas VIII-beruntung sekali aku masih mengingatnya-terlebih beruntung lagi aku mendapatkan seorang guru dengan teknik mengajar yang baik, setiap bab diakhiri dengan ulangan lisan-otakku bekerja dengan baik untuk kategori pelajaran hapalan-proses kecanduan adalah seperti ini: kau mengonsumsi zat baru yang diserap tubuhmu, kau merasakan efeknya, otak merekam apa yang kau rasakan, jika kau merasa ini membuatmu lebih baik maka saat tubuh tidak diberi lagi zat yang sama pada interval tertentu otak akan memerintahkan pikiranmu untuk mengonsumsi zat tersebut. Jadi,hati-hati dengan apa yang kau makan, minum.

Tidak terbatas hanya pada zat yang dalam prosesnya dimasukkan ke dalam tubuh kita. Kecanduan juga bisa berupa hal-hal yang bersifat lebih lembut. Seperti maniac film yang kecanduan menonton dan selalu menonton film, shopaholic yang dialami para wanita, supporter olahraga yang bahkan membuat idolanya terlalu gugup karena luapan semangat mereka yang lebih dari idolanya, book addict yang dialami para remaja, music, hang out, dan hal-hal semacamnya termasuk kecanduan menulis seperti yang dialami banyak insan blogger. Lebih lembut karena kita tak bisa menyentuhnya tanpa mengalaminya sendiri. Dan cara kerja otak untuk hal-hal semacam ini tidaklah beda dengan yang dilakukannya pada zat makanan.

Kita merasa bahagia setelah melakukan hal yang kita sukai. Otak merekamnya karena bahagia membuat tubuh melakukan proses kehidupannya dengan baik. Normal bila kita ingin mengulanginya. Dan siapa pula yang tidak ingin kebahagiaan…abadi? But, always remember that our freedom are bothered by another people’s freedom. We’re social creatures that we cannot deny. Even sometimes we want to betray it. No way …

Bicara panjang lebar…Kecanduan soda atau minuman berkarbonasi, itu yang sedang aku alami. Rasanya konyol sekali. Seperti menghianati artikel berjudul “Minuman Soda Investasikan Stroke di Hari Tua” yang pernah aku buat di satu website kesehatan.

NP: Judul artikel tidak pernah sebagus itu sebelumnya.

Thursday, 9 May 2013

Kamu bisa, yo...


Hari-hari ini kamu disibukkan dengan pekerjaan yang membuat energi dan pikiranmu terkuras. Hampir menyerah dan malang sekali aku melihat lingkar matamu menghitam. Sebagian dari dirimu menyebutnya ya inilah hidup, sebagian lagi ingin menyerah saja, dan jauh di dalam ingin merebut seluruh siang yang biasanya jadi milik mereka-menjadi utuh milikmu. Kamu bisa.

Ingatlah kemenangan-kemenanganmu yang senantiasa kau hiasi dengan kerendahan hati. Bangkitkan keingintahuan yang terlihat biasa namun mendetail. Kenang malam-malam dimana mereka terlelap kau terjaga, menulis angka-huruf, merekam memori, menyerap buku dan masih banyak lagi. Mengembalikan mereka bukan kau berarti hidup di masa lalu. Kamu bisa.

Oke, untuk periode yang tidak sebentar ini kau memang akan dibawah pengaruh mereka. Tapi di depan, seperti yang telah kau tulis, kau sendiri yang menggerakkan tubuhmu, kau sendiri yang mengatur arah langkahmu, kau sendiri yang menentukan. Kamu bisa.

Yang mana berarti kau tertunduk untuk menengadah. Kau merendah untuk tinggi. Kau menyerah, mengasingkan diri dan membuat senjata. Mereka miring melihatmu sekarang, sekarang bukan nanti yang telah kau mulai persiapkan. Kamu bisa. Selalu bisa.

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...