Showing posts with label Thoughts. Show all posts
Showing posts with label Thoughts. Show all posts

Thursday, 23 March 2017

In a world like this...


Whoa it has been such a really long hiatus. Probably I had visited the dashboard of this blog but ended up doing nothing. I guess the fact that writing is not just about imagination but also logical thinking has been attacking me badly.

Sunday, 24 July 2016

Pinterest, A Simple Place to Save Your Idea and Interests

Pinterest home created by your own interests.

Do you need a site where you are able to share almost everything? We have facebook. You're tired of having too much unnecessary posts on facebook? Migrate to twitter. Do you need something like facebook but something more private? Path is the answer. You need a social media only to share your photos? Go install instagram.

But is there any social media which posses ability to categorize what we have liked into a folder? Do you need a social media that save links you're going to read later? Or do you demand a place you can use as an inspiration source? The answer of these three questions is

Friday, 20 May 2016

Kenikmatan Belajar Bahasa Asing

English timeanddate.com

Belajar bahasa asing merupakan hal yang penting di era modern ini. Globalisasi yang terjadi menuntut semua individu sebagai bagian dari dunia internasional untuk menguasai salah satu bahasa internasional. Bahasa inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh penduduk dunia. Hal ini disebabkan oleh aspek historis dari negara penutur aslinya yaitu Inggris, sebagai salah satu negara dengan jumlah tanah jajahan yang lumayan banyak dan menyebar di seluruh benua.

Ada beberapa kenikmatan tersendiri bagi mereka yang telah belajar bahasa inggris. Berikut ini adalah hal-hal yang saya alami dan saya rasakan akan manfaat dari belajar bahasa asing. Yuk Simak!

Belajar bahasa berarti belajar budaya



Pingsan tuh ifunny.co

Ya, bener banget. Belajar bahasa berarti sekalian belajar budaya dari negara penutur bahasa yang kita pelajari. Kamu yang belajar bahasa inggris akan mempelajari budaya dari negeri sang Ratu Elizabeth. Begitu pula bagi kamu yang belajar bahasa Arab, Francis, Jerman, Belanda dan bahasa lainnya di dunia. Belajar budaya berarti kita mempelajari nilai-nilai yang dimiliki oleh negara tersebut. Yang lebih dalam bisa kita aplikasikan untuk kepentingan kita sendiri. Namun tetap dipilih mana yang cocok dengan adat ketimuran kita. Tetep perlu selektif ya. Kan gak mungkin kita pakai baju tebal-tebal ala-ala British di negara tropis tercinta kita ini. Yang ada malah panas, dehidrasi, pingsan deh. Kan gak beud.

Dengan belajar budaya asing, kamu juga belajar budaya sendiri


Makan gaulfresh.com

Selain itu, kita juga sekalian akan semakin dipupuk rasa cintanya terhadapa negeri sendiri, lho. Kok bisa? Kita ambil contoh budaya Jepang. Di Jepang makan dengan menimbulkan suara berarti memberikan tanda kepada si koki bahwa masakannya enak. Dengan satu hal ini, kita akan berkaca pada budaya kita sendiri, membandingkan apa yang akan terjadi kalau ada orang yang memakan hidangan dengan mulut yang bersuara. Hal ini akan dianggap kurang sopan karena makan dengan mengeluarkan suara sama seperti hewan. Apalagi makan sambil berbicara, selain tidak sopan juga akan membuat kita tersedak karena makanan yang seharusnya masuk ke tenggorokan malah masuk ke jalur pernapasan. Jangan dianggap sepele. Sudah banyak kasus kematian karena tersedak ini, lho.
See? Budayamu menolong kamu dari kematian. Camkan itu!

Selain itu, kamu juga akan lebih open-minded


Cadar arabamericannews.com

Teman-teman tahu dong budaya memakai cadar yang dilakukan oleh para wanita di timur tengah? Kan gak banget ya, udah udaranya panas, bajunya lebar-lebar, warnanya item lagi, wajahpun ditutup. Kebayang keringetnya segimana. Eits, tunggu dulu. Itu anggapan dari dunia luar. Tapi pengenaan cadar bagi para wanita di tanah arab adalah untuk menutupi hidung dari tebalnya debu. Seperti yang kita tahu bahwa tanah arab sebagaian besar merupakan padang pasir yang tandus. Selain itu, budaya memakai pakaian yang lebar-lebar juga diperuntukkan untuk melindungi diri mereka dari para lelaki arab yang notabenenya memiliki nafsu yang tinggi. Kenapa nafsunya tinggi? Karena mereka gemar memakan kambing. Make sense, kan? So, sebelum menjudge satu budaya kita perlu berpikir dulu dan melihat segala sesuatunya dari kacamata yang berbeda.

Pertemananmu juga akan lebih luas, lho


International frienship ontariocollages.ca

Karena kamu open-minded, area pertemananmu juga otomatis meluas. Kenapa? Cara efektif untuk belajar bahasa adalah dengan terjun langsung ke negara tersebut. Tapi, tidak semua orang dapat melakukan hal itu karena perihal biaya. Jadi kamu mulai mencari teman-teman internasional mu di chat room, social media, forum, dan media lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, tujuan kamu yang tadinya hanya ingin belajar bahasa dengan hanya menyapa saja, akan berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan yaitu pertemanan. Studi menyebutkan bahwa pertemanan internasional itu kerap meningkatkan kekreatifitasan seseorang. Kamu jadi lebih terbuka pada banyak pilihan dan tidak monoton.

Nonton film gak perlu liat subtitle


Head Week? buzzfeed.com


Kamu mau kan gak jadi orang yang terlambat tertawa pada saat ada scene yang lucu ketika nonton di bioskop? Banyak-banyakin nonton movie barat deh. Pertama-tama bolehlah memakai subtitle indonesia. Karena skillmu meningkat mungkin ini saatnya mengganti subtitle indonesia ke subtitle bahasa inggris. Lambat laun kamu akan mulai mengabaikan subtitle english mu karena kamu sudah bisa menangkap apa yang dikatakan oleh para pemeran film itu. Pada akhrinya kamu sama sekali tidak membutuhkan subtitle untuk bisa mengerti alur cerita film tersebut. Kecuali mungkin kamu mau pakai subtitle bahasa Arab, supaya lebih barokah.

Tata bahasa menunjukkan siapa dirimu


Grammar Nazi 9gag.com

Mungkin kamu males-malesan belajar bahasa asing karena kamu sering dibikin pusing dengan tata bahasa. Akhirnya kamu lebih milih langsung ke tingkat conversation aja karena kamu orangnya praktis. Tapi tahukan kamu bahwa yang namanya tata bahasa akan menunjukan siapa dirimu. Diksi dari kalimatmu juga menceritakan siapa kamu sebenarnya. Mempelajari tata bahasa seperti belajar kembali mengenai tata krama. Kamu boleh jadi orang yang pintar dan menguasai bidangmu, tapi kalau kamu mengabaikan sendiri aturan dari keilmuanmu itu akan sangat merugikan.

Itulah beberapa hal yang akan kamu rasakan kalau kamu mempelajari bahasa asing. Untuk manfaat lainnya mungkin kamu bisa tambahkan di komentar.

Salam,
Uyo

Wednesday, 29 April 2015

Menemukan "Aliran"

Menemukan Aliran - Aliran? Apa nih? Aliran sesat? Saya kira itulah yang muncul di benak para blogger saat membaca judul postingan ini. Be calm, bukan kok bukan aliran sesat yang tidak jelas. Aliran di sini dimaksudkan untuk sensasi yang berjalan pada diri kita saat kita melakukan suatu kegiatan. Aliran adalah apa yang membuat kita menempatkan tujuan bukan pada hasil, namun pada prosesnya sendiri.

Aliran tidak mengenal waktu. dari heraldsun.com.au

Pendekatan aliran saya temukan di buku psikologi yang cukup fenomenal karya Susan Cain - The Quiet. Buku yang belum tamat saya baca ini merupakan kumpulan penelitian, observasi dan kontemplasi penulisnya sendiri bagi para Introvert - jenis orang yang secara psikologi mendapatkan energi dari dalam dirinya sendiri. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di Gue Amfibi (Ambivert).

Aliran dapat kita temukan bila memang apa yang kita lakukan adalah hal yang kita suka. Contohnya seorang engineer sangat menyukai kegiatan mengutak-atik mesin di gudang rumahnya. Dia lupa akan waktu dan tidak memperdulikan gangguan di sekelilingnya. Ini disebabkan karena aliran sedang menjalarinya. Tentu tidak terlihat karena memang seperti yang saya tuliskan di atas, ini adalah sensasi.

Bagaimana hubungan "Aliran" dengan Passion?

Kalau untuk istilah passion saya yakin ini lebih familiar di telinga kita dari pada aliran. Dalam pemahaman saya, saya menempatkan passion adalah wadah dari aliran-aliran. Passion mewakili aliran-aliran sejenis sebagai pemersatu yang merekatkan dan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan bakat.

Passion, wadah bagi aliran-aliran. created by Uyo Yahya
Mengingat aliran adalah pengejaran terhadap "rasa" dari kegiatan itu sendiri, maka saya menyimpulkan aliran adalah bagian praktik dari passion. OK, bisa saja seseorang mempunyai passion sebagai pekerja sosial, namun dia jarang melakukan kegiatan sosial, maka dia hanya memiliki passion itu sendiri tanpa merasakan alirannya.

Saya mengenal seorang mantan tour guide yang mempunyai pekerjaan sebagai engineer di salah satu company service coorporate di Jakarta. Dia mempunyai passion untuk selalu touch - bersentuhan dengan alam. Kegiatan mendaki gunung - mengunjungi suku-suku pedalaman yang masih ada: Baduy, Dayak; sangat menariknya. Terbukti dia masih melakukan hal-hal tersebut hingga sekarang kendati dia bekerja sebagai seorang engineer.

Saya berasumsi bahwa OK dia bahkan pernah bertahun-tahun menjadi seorang tour guide, membantu turis-turis untuk bisa menikmati Indonesia, tidak hanya tempat wisata terkenalnya namun juga suku-suku pedalaman Ia perkenalkan, pekerjaan ini benar-benar memberikannya kesempatan untuk selalu bersinggungan - bersentuhan dengan alam, banyak sekali aliran yang dia dapatkan dari sini, lalu apa yang membuatnya berbelok arah menjadi seorang engineer? Apa dia mulai tidak menyukai apa yang dia lakukan sebagai tour guide?

Site engineer. dari shutterstock.com

Ternyata tidak sama sekali. Pekerjaan sebagai engineer di kantor pusat ini memberikannya kesempatan, bahkan sering, untuk selalu melakukan kunjungan ke cabang lainnya di Indonesia, bahkan mancanegara. Saya melihat bahwa beliau tahu akan adanya kemungkinan besar bahwa dia akan lebih banyak mengunjungi tempat-tempat baru bila ia bekerja di perusahaan berskala International ini. Ini adalah bukti bahwa beliau masih melakukan pengejaran terhadap aliran - sensasi yang telah lama dirasakannya, bahwa Ia bahagia dengan apa yang dilakukannya.

Passion akan membawa kita untuk merasakan aliran yang tidak dapat dibendung. Aliran ini akan meleburkan waktu dan menjadi dinding tebal untuk menghalangi banyak gangguan. Seseorang akan berjam-jam bergulat dengan kegiatan menulisnya, mengutak-atik mesin, blogging, berbisnis, apa pun itu saat dia dibanjiri aliran yang tepat.

Selamat menemukan Aliran!

Salam,

-uy-

Friday, 17 April 2015

Media Melamban? Tanya Kenapa

Media. dari wealthdaily.com
Saya semakin dewasa dengan semakin rajinnya memperhatikan apa yang terjadi di sekitar saya. #cie. OK, katakanlah seperti itu. Sebagai masyarakat penyandang usia produktif, maka saya berharap bahwa akses, kebenaran, dan kecepatan dari sebuah informasi tidaklah lagi menjadi sebuah masalah. Alangkah indahnya bila memang seperti itu. Tapi...

Media melamban. Kenapa? 
Saya mulai menyadari hal ini ketika pagi hari saya nonton acara berita pagi di salah satu TV swasta. Di segmen terakhir beritanya membahas salah satu film Hollywood yang akan tayang di bulan ini, katanya. Melihat trailernya membuat saya berdecak kagum, must-watched nih, sebelum salah satu teman kantor nyeletuk:

"Ah gue udah nonton?"
"Really?" Saya memastikan. "Dimana?"
"21 lah. Orang rilis bulan lalu kok."
"What the..."

Saya langsung melihat logo channel tv yang ada di pojok kanan atas. Oh, pantaslah channel yang satu ini kan sudah kehilangan kepercayaan di mata masyarakat. Segalanya dimulai sejak negara api menyerang.

See? Untuk berita yang ringan seperti update movie terbaru aja mereka telat. Apa sih yang dilakukan media ini? Udah telat, salah pula tanggal perilisannya. Ngapain sih mereka? Mereka melayani siapa sih? Bukannya pers itu milik semua orang? PR berat memang bagi pihak pers untuk mengembalikan kepercayaan khalayak.

Yeah, di atas itu merupakan contoh untuk kecepatan media dalam menyampaikan berita yang memang melamban. Terlihat seperti kehilangan jati dirinya sendiri. Seperti digerakan oleh pihak-pihak tertentu.

Hanya itu saja? Masih ada lagi.
Kesal dengan channel tv tersebut saya buka salah satu aplikasi warta berita di smartphone saya. Headline "Elektabilitas Presiden Joko Widodo Jauh Meninggalkan Prabowo." berhasil menangkap mata saya yang langsung connected ke "Ini tahun berapa sih? 2015 kan? Lihat beritanya ini tanggal berapa. Bener kok tanggal sekarang. Berita ini maksudnya apa ya. OMG. Please move on, masyarakat udah gak percaya survey-surveyan lagi. Sama dengan jargon bapak presiden kita butuh 'kerja, kerja dan kerja' untuk saat ini. Pemilu udah lewat kali."

Saya coba cek ke teman saya: "Eh situs 'anu' masih satu group sama channel tv 'anu' ya?"

"Yep, bener."
"Siapa pemiliknya? Bapak ntu ya? Dia di kubu ini ya?"
"Exactly, bro."

SAMPAH!

Application Uninstalled.

Akses, kecepatan serta keautentikan dari sebuah berita nampaknya mulai memudar. Untuk mengupdate pengetahuan tentang isu-isu sosial saat ini kita dituntun untuk lebih teliti. Melihat asal berita dan pihak pers mana yang membuat berita perlu dijadikan pertanyaan kritis saat membaca, mendengar dan menyimak berita di era ini.

Salam,

-uy-

Thursday, 2 April 2015

Plagiarism/Plagiat Menurut Saya

Plagiarism/Plagiat merupakan tindakan menyerupai, mengakui sebagian atau keseluruhan ide, pendapat atau pun karya seseorang sebagai karya sendiri. Plagiarism sangat merugikan pihak penemu original dari sebuah karya. Apalagi kalau misalkan karya yang dijiplak tersebut malah lebih laku secara komersial oleh si plagiator.

Plagiarism designhack.net
Sebuah karya tercetus dari spontanitas kerja yang kemudian diabadikan dalam bentuk tulisan berupa buku, lirik, melodi, atau apa pun itu, di bidang apa pun itu. Pengalaman yang mumpuni akan sebuah bidang mutlak diperlukan untuk membuat sebuah karya yang murni. Jalan pendidikan mungkin telah ditempuh para pelaku seni untuk menelurkan sebuah karya yang baik. Atau mungkin pula jam terbang yang telah sangat tinggi dari si artist lah yang membuatnya lihai dalam mengolah nada.


Bagaimana Plagiarism Terjadi?

Mari sedikit menelaah apa yang terjadi pada si plagiator dalam menghasilkan karyanya. Sederhana, dia awalnya hanya sebagai penikmat karya orang lain, mengapresiasinya dengan sangat baik, lalu bergejolak untuk membuat hal yang niatnya mungkin ingin berbeda, tapi fakta berbicaralain. Periode waktu setelah anda membaca sebuah karya adalah waktu dimana anda masih hidup di dunia yang ada dalam karya tersebut. Anda masih dalam pengaruh euphoria yang akan membahayakan diri anda. Saking melekatnya efek dari sebuah karya bahkan ada frase yang menyebutkan "Anda adalah tokoh utama dari cerita yang terakhir Anda baca." Pelepasan euphoria ini memang memerlukan waktu yang tidak sebentar. Membaca karya lain besar kemungkinan akan menghapus euphoria ini yang mana dunia anda berganti dengan dunia lain dari karya yang sedang anda baca.

Anda adalah tokoh utama dari cerita terakhir yang Anda baca.
authordinaarco.wordpress.com
Maka dari itu apa yang anda lihat, anda sentuh dan anda rasakan akan mengadaptasi dari apa yang dilihat, disentuh dan dirasakan oleh si pemeran utama dalam karya yang telah anda baca. Anda menggunakan perspektif dari tokoh khayalan itu. Anda akan menulis dengan gaya bahasa dan rasa yang sama, menilai orang dari aspek yang sama, dan merasa Anda adalah tokoh dalam cerita tersebut. Lalu bagaimana jika di cerita si tokoh utamanya melakukan bunuh diri? Cukup berbahaya bukan.

Kita ambil satu contoh yaitu "menulis dengan gaya bahasa yang sama". Disinilah letak Anda telah teracuni oleh pemikiran orang lain. Ketidaksadaran ini akan melahirkan karya yang tujuh puluh hingga sembilan puluh persen sama, persis. Plagiarism.

Proses plagiarism di atas merupakan plagiarism yang tanpa disadari. Untuk plagiarism yang disengaja, well sepertinya itu ada tindak kesengajaan tersendiri dari pelaku. Idealnya pekerja seni selalu muncul dengan ide murni mereka. Mereka yang sengaja melakukan penjiplakan perlu dipertanyakan tingkat apresiasi dan kesensitifan mereka sebagai penggiat seni. 

Plagiarism Saat Ini
Ada banyak tindakan plagiarism yang terjadi di era globalisasi ini. Dua contoh berikut adalah tindakan penjiplakan yang terjadi di dunia musik tanah air dan juga mancanegara.
1. Lagu "Pusing Pala Barbie" menjiplak "All About That Bass"
Pusing Pala Barbie merupakan lagu yang dibawakan oleh grup vokal dangdut Putri Bahar. Lagu yang sedang populer di Indonesia ini memiliki kesamaan yang mencapai sembilan puluh sembilan persen dengan lagu dari seorang pencipta lagu, produser sekaligus penyanyi Meghan Trainor bertitle All About That Bass. Yang paling disayangkan adalah bahwa para member Putri Bahar ini mengaku tidak tahu-menahu bahwa ada lagu "All About That Bass" yang sedang sangat laku-lakunya di akhir 2014 kemarin.

2. Lagu "Awak Kat Mana" vs "Diva"
Lagu Awak Kat Mana merupakan lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi berkebangsaan Malaysia yang dirilis pada tahun 2014. Intro lagu ini memliki kemiripan dengan lagu Beyonce yang lebih populer terlebih dahulu di tahun 2009. Lagu Awak Kat Mana yang dibawakan oleh Taufik Batisah ini mendapatkan banyak pernghargaan di ajang award Anugerah Planet Muzik, sebuah ajang penghargaan musik nusantara, didalamnya Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Plagiarisme merupakan tindakan yang melanggar etika. Suatu pelangaran yang mencuri ide orang lain untuk dijadikan karya sendiri. Hal ini merugikan banyak pihak selain korban plagiat juga si pelaku plagiarism nya sendiri, plagiator. Berkaryalah di bidang yang anda senangi dan pakailah "rasa" saat anda menciptakan sesuatu yang baru. Pertahankan originalitas karena disitulah identitas kita yang sebenarnya.

Salam,

-uy-


Tuesday, 18 November 2014

Indonesia Bingitsss

Menjadi warga negara asli Indonesia merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Terbentuk dari daratan dan perairan yang luas, Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk menempati peringkat keempat dunia. Tanahnya yang subur dan sumber daya alam yang kaya membuat negara tercinta ini menjadi primadona bagi negara lain untuk membentuk kerjasama dalam segala bidang.

Selain sumber daya alam yang kaya, sumber daya manusia Indonesia juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kekayaan budaya merupakan nilai plus yang dimiliki negara kepulauan ini. Terbentuk dari lima pulau besar dan lebih dari 700 bahasa daerah membentuk banyak kebudayaan yang unik dari masing-masing daerah.

Membahas budaya tiap daerah akan membawa kita pada pembahasan tanpa akhir saking serunya. Untuk itu postingan kali ini akan membahas tentang budaya Indonesia secara umum.  Berikut budaya yang Indonesia Bingitsss:
1. Belum makan nasi berarti belum makan
2. Makan tidak lengkap tanpa sambel
3. Masakan padang adalah rasa pemersatu bangsa
4. Bahasa daerah akan digunakan bila bertemu orang dari daerah yang sama, tidak peduli bila sedang ada di khalayak umum.
5. Coin Massage(Kerokan) lebih ampuh menyembuhkan masuk angin daripada obat dari dokter atau obat warung
6. Budaya mudik tiap lebaran adalah jadwal nasional untuk bersama-sama "menikmati" jalur transportasi Indonesia. Macet berjamaah.
7. Jam orang Indonesia itu karet/ngaret
8. Youtube adalah tempat exists instan yang menjadikan Anda artis mendadak
9. Pembajakan sudah biasa
10. Ngobrol adalah identitas kita. Pimpinan Path mengungkapkan Indonesia adalah negara penyumbang update paling tinggi dari negara lain.

Apa Indonesia bingitsss lainnya? Tambah dikomen, ya.

Tuesday, 11 November 2014

Hati Manusia: Palung Tak Berpenghuni, Penuh Misteri

Dalamnya laut bisa diselami, namun dalamnya hati manusia tak akan ada yang mampu untuk menyelami. Terdengar biasa dan memang faktanya seperti itu. Didukung dengan dua aspek utama yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya: pikiran dan hati, keduanya memainkan
irama dari kehidupan manusia.

Pikiran yang ada di kepala memegang nilai logika. Outputnya merupakan ide-ide yang dengan mudah diterima manusia pada umumnya. Mereka yang berlogika tinggi kerap kali mendapatkan tempat lebih tinggi dari yang lainnya. Seorang yang senantiasa mengungkapkan fakta-fakta sederhana dan validasinya benar akan lebih diterima daripada dia yang mengungkapkan "Aku baru saja dianugerahi sebuah nobel penghargaan karena tubuhku yang langsing. Menghemat tempat dan bukan pemborosan tempat."

Kendati seperti itu, sebelum sebuah ide dikemukakan, pikiran akan mengkonsultasikannya dengan agen perasaan:hati, terlebih dahulu. Pikiran dengan logikanya akan selalu lebih baik bila berkolaborasi dengan hati. Sebuah ide yang baik mungkin akan susah diterima bila tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang berlaku di sebuah kelompok. Norma dan nilai dari, misal: tata krama, cara bicara dan bahasa tubuh yang dianggap tabu oleh sebuah kelompok namun dilupakan atau diabaikan pada saat pengungkapan pendapat, kemungkinan besar akan terjadi penolakan.

Namun, siapa tahu isi hati manusia yang sebenarnya. Seandainya setiap individu dibekali sebuah keahlian untuk membaca intuisi individu lain, mungkin kehidupan akan berjalan lebih baik, karena setiap manusia mengetahui kebenaran dari manusia yang lain-mengingat setiap orang pada dasarnya baik. Tapi pemikiran seperti ini pun amatlah mustahil. Ini seperti meluluhkan satu identitas homosapien sebagai mahluk yang masing-masing unik.

Ok, akhir-akhir ini saya melihat kebanyakan dari masyarakat kita menitikberatkan prnilaian individu pada apa yang terlihat. Dimulai dari fisik menawan, wajah cantik atau tampan, berlaku baik, kendaraan mewah, cara bicara terstruktur, nampak selalu ceria dan lain sebagainya. Semua itu samar, karena masing-masing levelnya untuk tiap individu adalah relatif. Jadi, tetap, masih dan akan seperti: Hati manusia adalah samudera dengan palung terdalam di dunia, gelap tak berpenghuni, penuh misteri.

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...