Friday, 20 May 2016

Elsawati Dewi(natureveshop.com): Setelah Menikah? Biasa Aja

19 Maret 2016 merupakan hari yang menyedihkan bagi pacar dari kakak saya, Yayang Mustika. Pasalnya sang Ayah meninggal dunia setelah mendapatkan satu hari perawatan di rumah sakit. Saya, yang kebetulan waktu itu sedang di kampung, dan kakak saya mewakili keluarga untuk menyampaikan belasungkawa ke rumahnya. Saat kami sampai ke rumah yang dituju, kebetulan jenazah sedang akan dimakamkan. Jadi kami langsung ikut rombongan ke pemakaman. Prosesnya hidmat hingga kami kembali ke rumah yang berduka.

Tak ingin membuang kesempatan, sekitar jam 13.00 saya pamit sebentar untuk mengunjungi sahabat saya, Elsawati Dewi(Els). Kabarnya rumah Els sekarang pindah di dekat sekolah saya dulu, satu kawasan dengan rumah Yayang. Owner salah satu

Kenikmatan Belajar Bahasa Asing

English timeanddate.com

Belajar bahasa asing merupakan hal yang penting di era modern ini. Globalisasi yang terjadi menuntut semua individu sebagai bagian dari dunia internasional untuk menguasai salah satu bahasa internasional. Bahasa inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh penduduk dunia. Hal ini disebabkan oleh aspek historis dari negara penutur aslinya yaitu Inggris, sebagai salah satu negara dengan jumlah tanah jajahan yang lumayan banyak dan menyebar di seluruh benua.

Ada beberapa kenikmatan tersendiri bagi mereka yang telah belajar bahasa inggris. Berikut ini adalah hal-hal yang saya alami dan saya rasakan akan manfaat dari belajar bahasa asing. Yuk Simak!

Belajar bahasa berarti belajar budaya



Pingsan tuh ifunny.co

Ya, bener banget. Belajar bahasa berarti sekalian belajar budaya dari negara penutur bahasa yang kita pelajari. Kamu yang belajar bahasa inggris akan mempelajari budaya dari negeri sang Ratu Elizabeth. Begitu pula bagi kamu yang belajar bahasa Arab, Francis, Jerman, Belanda dan bahasa lainnya di dunia. Belajar budaya berarti kita mempelajari nilai-nilai yang dimiliki oleh negara tersebut. Yang lebih dalam bisa kita aplikasikan untuk kepentingan kita sendiri. Namun tetap dipilih mana yang cocok dengan adat ketimuran kita. Tetep perlu selektif ya. Kan gak mungkin kita pakai baju tebal-tebal ala-ala British di negara tropis tercinta kita ini. Yang ada malah panas, dehidrasi, pingsan deh. Kan gak beud.

Dengan belajar budaya asing, kamu juga belajar budaya sendiri


Makan gaulfresh.com

Selain itu, kita juga sekalian akan semakin dipupuk rasa cintanya terhadapa negeri sendiri, lho. Kok bisa? Kita ambil contoh budaya Jepang. Di Jepang makan dengan menimbulkan suara berarti memberikan tanda kepada si koki bahwa masakannya enak. Dengan satu hal ini, kita akan berkaca pada budaya kita sendiri, membandingkan apa yang akan terjadi kalau ada orang yang memakan hidangan dengan mulut yang bersuara. Hal ini akan dianggap kurang sopan karena makan dengan mengeluarkan suara sama seperti hewan. Apalagi makan sambil berbicara, selain tidak sopan juga akan membuat kita tersedak karena makanan yang seharusnya masuk ke tenggorokan malah masuk ke jalur pernapasan. Jangan dianggap sepele. Sudah banyak kasus kematian karena tersedak ini, lho.
See? Budayamu menolong kamu dari kematian. Camkan itu!

Selain itu, kamu juga akan lebih open-minded


Cadar arabamericannews.com

Teman-teman tahu dong budaya memakai cadar yang dilakukan oleh para wanita di timur tengah? Kan gak banget ya, udah udaranya panas, bajunya lebar-lebar, warnanya item lagi, wajahpun ditutup. Kebayang keringetnya segimana. Eits, tunggu dulu. Itu anggapan dari dunia luar. Tapi pengenaan cadar bagi para wanita di tanah arab adalah untuk menutupi hidung dari tebalnya debu. Seperti yang kita tahu bahwa tanah arab sebagaian besar merupakan padang pasir yang tandus. Selain itu, budaya memakai pakaian yang lebar-lebar juga diperuntukkan untuk melindungi diri mereka dari para lelaki arab yang notabenenya memiliki nafsu yang tinggi. Kenapa nafsunya tinggi? Karena mereka gemar memakan kambing. Make sense, kan? So, sebelum menjudge satu budaya kita perlu berpikir dulu dan melihat segala sesuatunya dari kacamata yang berbeda.

Pertemananmu juga akan lebih luas, lho


International frienship ontariocollages.ca

Karena kamu open-minded, area pertemananmu juga otomatis meluas. Kenapa? Cara efektif untuk belajar bahasa adalah dengan terjun langsung ke negara tersebut. Tapi, tidak semua orang dapat melakukan hal itu karena perihal biaya. Jadi kamu mulai mencari teman-teman internasional mu di chat room, social media, forum, dan media lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, tujuan kamu yang tadinya hanya ingin belajar bahasa dengan hanya menyapa saja, akan berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan yaitu pertemanan. Studi menyebutkan bahwa pertemanan internasional itu kerap meningkatkan kekreatifitasan seseorang. Kamu jadi lebih terbuka pada banyak pilihan dan tidak monoton.

Nonton film gak perlu liat subtitle


Head Week? buzzfeed.com


Kamu mau kan gak jadi orang yang terlambat tertawa pada saat ada scene yang lucu ketika nonton di bioskop? Banyak-banyakin nonton movie barat deh. Pertama-tama bolehlah memakai subtitle indonesia. Karena skillmu meningkat mungkin ini saatnya mengganti subtitle indonesia ke subtitle bahasa inggris. Lambat laun kamu akan mulai mengabaikan subtitle english mu karena kamu sudah bisa menangkap apa yang dikatakan oleh para pemeran film itu. Pada akhrinya kamu sama sekali tidak membutuhkan subtitle untuk bisa mengerti alur cerita film tersebut. Kecuali mungkin kamu mau pakai subtitle bahasa Arab, supaya lebih barokah.

Tata bahasa menunjukkan siapa dirimu


Grammar Nazi 9gag.com

Mungkin kamu males-malesan belajar bahasa asing karena kamu sering dibikin pusing dengan tata bahasa. Akhirnya kamu lebih milih langsung ke tingkat conversation aja karena kamu orangnya praktis. Tapi tahukan kamu bahwa yang namanya tata bahasa akan menunjukan siapa dirimu. Diksi dari kalimatmu juga menceritakan siapa kamu sebenarnya. Mempelajari tata bahasa seperti belajar kembali mengenai tata krama. Kamu boleh jadi orang yang pintar dan menguasai bidangmu, tapi kalau kamu mengabaikan sendiri aturan dari keilmuanmu itu akan sangat merugikan.

Itulah beberapa hal yang akan kamu rasakan kalau kamu mempelajari bahasa asing. Untuk manfaat lainnya mungkin kamu bisa tambahkan di komentar.

Salam,
Uyo

Tuesday, 5 April 2016

Minutes Update





Hyaaat... Hi para pembaca blog Uyo Yahya. It's been awhile ya. Biasa, suka malu-malu kalau udah lama gak nulis lalu mulai lagi.
Ngapain mesti malu juga toh gak langsung tatap muka. Mungkin chemistry yang sudah kita bina melalui komunikasi pasif ini yang membuat saya sedikit canggung. #Cie

OK. Many things happened in my while I wasn't here. Banyak, banyak sekali yang mesti dibagi. Banyak cerita-cerita seru, perjalanan menyenangkan, pengalaman spiritual, sedih-bahagia, persahabatan juga percintaan yang setia hilir-mudik di kehidupan saya.
Tapi dari banyak hal tersebut akan saya coba rangkum dalam beberapa point berikut:

1. Saya udah semester 6 lho di jurusan Sastra Inggris-nya. Yeay!
2. Saudara tiri saya @elsawati dewi sudah menikah dan memiliki anak bernama Raisa yang dipanggil Icha. Ngebet namanya Raisa katanya dari sang nenek yang lagi kerangjingan drama india atau turki atau apalah gitu di TV yang tokoh utamanya dipanggil Icha. Raisa, Icha, Raisa, Icha, Raisa, Icha. OK. Accepted, you little Raisa "Icha" El Febriana.
3. Saya pernah berkesempatan beberapa kali kerja plus jalan-jalan ke luar negeri lho.
4. Menyusul Mba Elsa yang udah bekeluarga, dua teman kampus saya rencana menikah tahun ini. What? Tega kalilah kalian, meninggalkanku denan status single ini.
5. Eits, gak sepenuhnya sendiri. Sedang dalam a complicated relationship with someone. Hehe.
6. Bagian paling menyedihkan: sekarang saya jobless. Huhu
7. Sempat menegecap bisnis online shopping kecil-kecilan tapi gak lanjut. Sayang ya. Tapi kayanya mau lanjut lagi. Untuk kali ini semoga lebih istiqomah. Aamiin.
8. Teman-teman di kampus beberapa tertarik dengan scholarship dan study di luar negeri. Dan ini nular ke saya. Jadi pengen.

OK. That's all I can share for now. Next nya Insyaalloh saya akan sering update. Aamiin.
Siap-siap kedatangan tamu ya ke blog kalian.
Ayo, blogwalking!

Salam,
Uyo

Sunday, 16 August 2015

#puisi HarĂ­ Terindah

Mungkin ini giliranku untuk kembali bercerita
Dalam keheningan, mencipta para pemeran-penyampai sempurna
Apa yang tak cukup dijelaskan dengan bicara
Kau tahu, Aku membencinya

Aku membawa yang lainnya di antara kita
Dan kau menunjukkan apa yang ku inginkan,
Tetap tenang dalam kehawatiranmu
Aku menyelipkan dirinya dalam dirimu dan ragu tak hinggap di wajahmu

Oh, tidaklah mustahil untuk selamanya
Tidaklah jauh mencapai kekal
Di atas bumi dan di bawah langit yang sama
Berdua melucuti biasa

Semua tentangmu menempati sebuah ruang
Embus napas hangatmu melelehkan dinginku
Lama tak terjamah
Hampir menyentuh kelelahan yang parah

Dibangkitkan lagi dengan sentuhan kecil jemarimu,
Yang di awal membawa cahaya, menarikku
Hingga disinilah aku terselamatkan kerendahan hatimu
Secercah semburat harí terindah

Thursday, 18 June 2015

#puisi Antara Dunia dan Baqa

Masih saja ku merindumu
Meski mustahil bertemu
Masih saja terasa sembilu
Menyadari ketiadaanmu

Berkali purnama terlewati
Terjebak nyata dan mimpi
Rasanya ingin mengulangi
Kan ku pilih jalan yang kau ridhoi

Tetap saja aku bertanya
Apa kau melihat dari sana
Dan wajar saja berat rasanya
Kali pertama kecup pahitnya

Ada seribu kisah niatku bercerita
Aku tak cukup gila berbahak tanpa rasa
Dan tibalah sang waktu menciptakan pembatas
Penuai rindu antara dunia dan baqa...

Wednesday, 29 April 2015

Menemukan "Aliran"

Menemukan Aliran - Aliran? Apa nih? Aliran sesat? Saya kira itulah yang muncul di benak para blogger saat membaca judul postingan ini. Be calm, bukan kok bukan aliran sesat yang tidak jelas. Aliran di sini dimaksudkan untuk sensasi yang berjalan pada diri kita saat kita melakukan suatu kegiatan. Aliran adalah apa yang membuat kita menempatkan tujuan bukan pada hasil, namun pada prosesnya sendiri.

Aliran tidak mengenal waktu. dari heraldsun.com.au

Pendekatan aliran saya temukan di buku psikologi yang cukup fenomenal karya Susan Cain - The Quiet. Buku yang belum tamat saya baca ini merupakan kumpulan penelitian, observasi dan kontemplasi penulisnya sendiri bagi para Introvert - jenis orang yang secara psikologi mendapatkan energi dari dalam dirinya sendiri. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di Gue Amfibi (Ambivert).

Aliran dapat kita temukan bila memang apa yang kita lakukan adalah hal yang kita suka. Contohnya seorang engineer sangat menyukai kegiatan mengutak-atik mesin di gudang rumahnya. Dia lupa akan waktu dan tidak memperdulikan gangguan di sekelilingnya. Ini disebabkan karena aliran sedang menjalarinya. Tentu tidak terlihat karena memang seperti yang saya tuliskan di atas, ini adalah sensasi.

Bagaimana hubungan "Aliran" dengan Passion?

Kalau untuk istilah passion saya yakin ini lebih familiar di telinga kita dari pada aliran. Dalam pemahaman saya, saya menempatkan passion adalah wadah dari aliran-aliran. Passion mewakili aliran-aliran sejenis sebagai pemersatu yang merekatkan dan akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan bakat.

Passion, wadah bagi aliran-aliran. created by Uyo Yahya
Mengingat aliran adalah pengejaran terhadap "rasa" dari kegiatan itu sendiri, maka saya menyimpulkan aliran adalah bagian praktik dari passion. OK, bisa saja seseorang mempunyai passion sebagai pekerja sosial, namun dia jarang melakukan kegiatan sosial, maka dia hanya memiliki passion itu sendiri tanpa merasakan alirannya.

Saya mengenal seorang mantan tour guide yang mempunyai pekerjaan sebagai engineer di salah satu company service coorporate di Jakarta. Dia mempunyai passion untuk selalu touch - bersentuhan dengan alam. Kegiatan mendaki gunung - mengunjungi suku-suku pedalaman yang masih ada: Baduy, Dayak; sangat menariknya. Terbukti dia masih melakukan hal-hal tersebut hingga sekarang kendati dia bekerja sebagai seorang engineer.

Saya berasumsi bahwa OK dia bahkan pernah bertahun-tahun menjadi seorang tour guide, membantu turis-turis untuk bisa menikmati Indonesia, tidak hanya tempat wisata terkenalnya namun juga suku-suku pedalaman Ia perkenalkan, pekerjaan ini benar-benar memberikannya kesempatan untuk selalu bersinggungan - bersentuhan dengan alam, banyak sekali aliran yang dia dapatkan dari sini, lalu apa yang membuatnya berbelok arah menjadi seorang engineer? Apa dia mulai tidak menyukai apa yang dia lakukan sebagai tour guide?

Site engineer. dari shutterstock.com

Ternyata tidak sama sekali. Pekerjaan sebagai engineer di kantor pusat ini memberikannya kesempatan, bahkan sering, untuk selalu melakukan kunjungan ke cabang lainnya di Indonesia, bahkan mancanegara. Saya melihat bahwa beliau tahu akan adanya kemungkinan besar bahwa dia akan lebih banyak mengunjungi tempat-tempat baru bila ia bekerja di perusahaan berskala International ini. Ini adalah bukti bahwa beliau masih melakukan pengejaran terhadap aliran - sensasi yang telah lama dirasakannya, bahwa Ia bahagia dengan apa yang dilakukannya.

Passion akan membawa kita untuk merasakan aliran yang tidak dapat dibendung. Aliran ini akan meleburkan waktu dan menjadi dinding tebal untuk menghalangi banyak gangguan. Seseorang akan berjam-jam bergulat dengan kegiatan menulisnya, mengutak-atik mesin, blogging, berbisnis, apa pun itu saat dia dibanjiri aliran yang tepat.

Selamat menemukan Aliran!

Salam,

-uy-

Friday, 17 April 2015

Media Melamban? Tanya Kenapa

Media. dari wealthdaily.com
Saya semakin dewasa dengan semakin rajinnya memperhatikan apa yang terjadi di sekitar saya. #cie. OK, katakanlah seperti itu. Sebagai masyarakat penyandang usia produktif, maka saya berharap bahwa akses, kebenaran, dan kecepatan dari sebuah informasi tidaklah lagi menjadi sebuah masalah. Alangkah indahnya bila memang seperti itu. Tapi...

Media melamban. Kenapa? 
Saya mulai menyadari hal ini ketika pagi hari saya nonton acara berita pagi di salah satu TV swasta. Di segmen terakhir beritanya membahas salah satu film Hollywood yang akan tayang di bulan ini, katanya. Melihat trailernya membuat saya berdecak kagum, must-watched nih, sebelum salah satu teman kantor nyeletuk:

"Ah gue udah nonton?"
"Really?" Saya memastikan. "Dimana?"
"21 lah. Orang rilis bulan lalu kok."
"What the..."

Saya langsung melihat logo channel tv yang ada di pojok kanan atas. Oh, pantaslah channel yang satu ini kan sudah kehilangan kepercayaan di mata masyarakat. Segalanya dimulai sejak negara api menyerang.

See? Untuk berita yang ringan seperti update movie terbaru aja mereka telat. Apa sih yang dilakukan media ini? Udah telat, salah pula tanggal perilisannya. Ngapain sih mereka? Mereka melayani siapa sih? Bukannya pers itu milik semua orang? PR berat memang bagi pihak pers untuk mengembalikan kepercayaan khalayak.

Yeah, di atas itu merupakan contoh untuk kecepatan media dalam menyampaikan berita yang memang melamban. Terlihat seperti kehilangan jati dirinya sendiri. Seperti digerakan oleh pihak-pihak tertentu.

Hanya itu saja? Masih ada lagi.
Kesal dengan channel tv tersebut saya buka salah satu aplikasi warta berita di smartphone saya. Headline "Elektabilitas Presiden Joko Widodo Jauh Meninggalkan Prabowo." berhasil menangkap mata saya yang langsung connected ke "Ini tahun berapa sih? 2015 kan? Lihat beritanya ini tanggal berapa. Bener kok tanggal sekarang. Berita ini maksudnya apa ya. OMG. Please move on, masyarakat udah gak percaya survey-surveyan lagi. Sama dengan jargon bapak presiden kita butuh 'kerja, kerja dan kerja' untuk saat ini. Pemilu udah lewat kali."

Saya coba cek ke teman saya: "Eh situs 'anu' masih satu group sama channel tv 'anu' ya?"

"Yep, bener."
"Siapa pemiliknya? Bapak ntu ya? Dia di kubu ini ya?"
"Exactly, bro."

SAMPAH!

Application Uninstalled.

Akses, kecepatan serta keautentikan dari sebuah berita nampaknya mulai memudar. Untuk mengupdate pengetahuan tentang isu-isu sosial saat ini kita dituntun untuk lebih teliti. Melihat asal berita dan pihak pers mana yang membuat berita perlu dijadikan pertanyaan kritis saat membaca, mendengar dan menyimak berita di era ini.

Salam,

-uy-

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...